Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 150 "Raka jadi pendonor"


__ADS_3

"Bagaimana ini pa, keluarga Kasih di Medan juga tidak memiliki golongan darah yang sama. Karena cuma ibunya Kasih yang memiliki golongan darah tersebut." Ucap mama Risma memberitahu suaminya, wanita itu juga masih menangis dan takut kehilangan menantu kesayangannya.


Semuanya semakin cemas karena belum ada satu orangpun yang memiliki golongan darah tersebut, membuat Arkan semakin takut.


Sedangkan Raka yang sudah mengetahui informasi tentang kecelakaan yang mantan istrinya alami sangat shock apalagi asisten Rendy memberitahukan kalau Kasih membutuhkan donor darah. Raka yang tadinya sudah bersiap untuk tidur, dengan segera Menganti bajunya dan mengambil kunci mobilnya. Sheila yang melihat itu segera bertanya.


"Mau kemana kamu mas? mau menjenguk mantan istri kamu itu. Aku berharap dia mati saja biar kamu tidak memikirkannya lagi. Dasar wanita sialan, masih mengganggu suami orang saja," Umpatnya.


Emosi Raka naik mendengar kata-kata istrinya itu, dengan cepat ia mencekik leher Sheila "Jangan sembarangan kamu kalau bicara, jaga mulut kamu. Kamu yang sialan, bukan Kasih yang mengganggu suami orang tapi kamu." Bentak Raka yang tidak terima Sheila menghina Kasih.

__ADS_1


"Jangan coba-coba pergi menemuinya mas, jika kamu masih ingin tetap bersamaku." ancam Sheila.


"Kamu pikir aku takut dengan ancaman kamu itu, aku akan tetap pergi ke rumah sakit dan aku yang akan mendonorkan darah untuk Kasih karena golongan darah kami sama. Kasih adalah ibu dari anak-anakku dan aku tidak ingin kedua anakku kehilangan ibu sesempurna Kasih, biar aku saja yang harus kehilangan istri sesempurna Kasih akibat dari kebodohanku sendiri. Jadi jika kamu ingin berpisah silahkan karena aku juga sudah muak dengan kelakuanmu." ucap Raka pergi meninggalkan Sheila.


Melihat suaminya yang lebih memilih berpisah dengannya membuat Sheila berteriak seperti orang gila "Dasar wanita sialan, ternyata sampai sekarang mas Raka masih mencintainya, Awas kamu Kasih aku akan buat perhitungan dengan kamu. Semoga kamu tidak tertolong." Ucap Sheila tertawa seperti orang gila.


Raka sudah sampai di rumah sakit, ia bahkan sudah menghubungi asisten Rendy dan sedang menuju ruang UGD. Dari kejauhan Raka sudah melihat keluarga Arkan sedang menunggu dengan cemas.


Semua mata tertuju kepada Raka, mereka semua tahu Raka adalah mantan suami Kasih.Dari lubuk hati Arkan lelaki itu tidak rela jika yang menjadi pendonor adalah mantan suami Kasih, tapi apa boleh buat daripada nyawa Kasih yang jadi taruhan Arkan menurunkan egonya.

__ADS_1


"Sekarang, Rendy bawa dia untuk diperiksa lakukan secepatnya." ucap Arkan.


Setelah Raka di periksa kini Kasih di pindahkan ke ruang operasi, semua keluarga ikut mengantarkan wanita yang tidak sadarkan diri itu sampai ke depan ruang operasi. Arkan hanya bisa berdoa memohon keselamatan istrinya, rasanya saat ini jantungnya seperti terhenti. Rasa sesak itu belum juga hilang bahkan lelaki itu masih saja meneteskan air matanya.


Raka kini sedang beristirahat sebentar di sebuah ruangan karena baru saja selesai di ambil darahnya. Suster menyarankan ia untuk beristirahat sebentar dan sekarang ada asisten Rendy yang menemaninya.


"Kenapa kamu masih mau mendonorkan darahmu kepada Kasih?" tanya Rendy penasaran.


Raka tersenyum mendengar pertanyaan lelaki itu "Karena aku tidak ingin kedua anakku kehilangan ibunya dan ini adalah sebagai permintaan maaf ku karena telah menyakiti hatinya" Ucap Raka yang sudah menitihkan air matanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2