Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 97 "Melamar"


__ADS_3

Kasih terkejut mendengar ucapan Arkan, sedangkan keluarga Arkan mengembangkan senyumnya.


"Maksud pak Arkan apa?" Tanya Kasih.


Arkan menarik napas dalam sebelum ia mengutarakan niatnya "Saya mampu menjadi ayah yang baik untuk kedua anakmu, saya berjanji akan mencintai dan menyayangi kedua anakmu seperti anak kandung saya sendiri dan jika nanti saya memiliki anak kandung sendiri cinta dan rasa sayang saya akan tetap sama kepada mereka." Ucap Arkan.


Kasih tidak dapat menjawab ucapan Arkan, keterkejutan dirinya atas apa yang di dengarnya, membuat mulutnya seolah sulit untuk mengeluarkan kata-kata.


"Ya Allah apa maksud semua ini, apa aku tidak salah dengar. Pak Arkan ingin menjadi ayah sambung anak-anakku, apa dia sedang melamarku?" Ucap Kasih dalam hati.


Melihat wanita di hadapannya terdiam dengan pikirannya sendiri membuat Arkan sedikit sebal.


"Jangan bilang dia menolakku, tidak mungkin seorang Arkan di tolak oleh wanita, kalau itu terjadi pasti dunia sedang tidak baik-baik saja." Ucap Arkan dalam hati.

__ADS_1


Nenek Murni yang gemas melihat kedua orang yang sibuk dengan pikirannya masing-masing itu, segera turun tangan.


"Jadi bagaimana nak, kamu sudah mendengar ucapan cucu nenek jadi apa jawabanmu nak?"


"Ma... ma... maksud nenek apa?" tanya Kasih gugup.


"Seperti tadi yang kamu dengar bahwa cucu nenek Arkan bersedia menjadi ayah sambung dari anak-anakmu bahkan Arkan berjanji akan menyayangi mereka seperti anak kandungnya sendiri. Itu berarti Arkan sedang melamarku menjadi istrinya." Tutur nenek Murni.


Kasih masih terdiam mendengar penuturan nenek Murni, dia tidak tahu harus menjawab apa, jujur dia masih takut untuk memulai hubungan dengan seorang pria. Kegagalannya membuat ia ragu dan trauma untuk berumah tangga, Kasih takut merasakan sakitnya di khianati lagi, terlebih ia baru bercerai enam bulan yang lalu. Apa kata orang kalau dia menikah secepat ini.


"Kamu tidak usah takut dan ragu akan gagal lagi karena aku bukan laki-laki seperti mantan suamimu itu, aku berjanji tidak akan pernah menduakan kamu. Jika kita menikah kamu yang akan menjadi wanita satu-satunya di sisiku.


"Ta... tapi kita baru kenal dan baru bertemu beberapa kali pak. Saya rasa ini terlalu cepat dan saya belum tahu apa reaksi anak saya terutama Dara jika saya menerima lamaran bapak, karena Dara belum tahu apa yang terjadi dengan saya dan papanya." Ucap Kasih menundukkan pandangannya.

__ADS_1


"Jadi kamu menolak lamaranku?" tanya Arkan membuat semua orang yang ada di sana menelan ludahnya karena takut rencana mereka gagal.


"Bu.... bukan begitu pak, tapi bolehkah saya berpikir dahulu sebelum menjawab lamaran bapak." Jawab Kasih.


Mendengar jawaban Kasih membuat Arkan melirik kedua orang tuanya seolah meminta pendapat. Kedua orangtuanya langsung menganggukkan kepala tanda mereka menyetujui permintaan Kasih.


"Baik, kalau begitu saya akan memberi waktu kamu berpikir selama seminggu." Ucap Arkan dan di setujui oleh Kasih.


Senyum bahagia terlihat di wajah wanita tua itu, dia tidak sabar ingin mengabarkan berita ini kepada sahabatnya karena sebentar lagi cucu-cucu mereka akan menikah.


...*****...


Setelah puas berbelanja Rian mengajak keluarganya untuk makan siang di sebuah restoran, mereka sudah membeli beberapa baju dan mainan untuk kedua keponakannya itu. setelah selesai makan siang mereka berniat ingin pulang tapi tiba-tiba Dara melihat Raka dan Sheila memasuki restoran tempat mereka makan.

__ADS_1


"Papa...." Teriak Dara.


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya. agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak teman-teman.


__ADS_2