
Setelah sampai di kamar Sari dan suaminya duduk di sofa yang ada di dalam kamar mereka.
"Kamu mau cerita apa sih sayang bikin mas penasaran saja, memang kenapa dengan Kasih dan Raka apa mereka ada masalah?" tanya riko.
"Ituloh mas, tadi Kasih cerita sama aku dan mba Dini kalau adik kamu Raka pamit ingin pergi kerja keluar kota dengan rekan kantornya lebih tepatnya ke Surabaya, tapi kemarin Kasih bertemu teman kantor Raka di mall ternyata Raka berbohong mas, rekan kantor Raka mengatakan tidak ada jadwal mereka keluar kota, dan yang lebih anehnya lagi setelah Raka berangkat ponselnya tidak bisa di hubungi." Tutur Sari pada suaminya.
Mendengar cerita istrinya membuat Riko semakin yakin kalau tadi yang ia lihat di bandara adalah adiknya.
"Kamu tahu gak kapan Raka pulang, apa Kasih ada cerita berapa lama Raka pergi?" tanya Riko untuk memastikan.
"Tadi Kasih mengatakan kalau Raka cuma 2 hari sih mas, berarti hari ini Raka pulang mas." Jawab Sari.
"Brengsek, dasar laki-laki kurang ajar, istri lagi hamil besar malah sibuk sama wanita lain. Dasar bajingan." Umpat Riko.
__ADS_1
"Loh mas kok kamu marah, memang ada apa mas?" Tanya Sari heran.
"Tadi waktu di bandara mas melihat orang yang mirip Raka dan dia bersama dengan seorang perempuan, tapi ketika mas ingin menghampirinya keburu mereka naik taksi, pertama mas tidak yakin itu adalah Raka karena mas melihat ia dari jarak yang lumayan jauh apalagi ia bersama dengan seorang perempuan. Tapi setelah mendengar ceritamu mas yakin itu Raka." Ucap Riko dengan tangan yang sudah mengepal.
Melihat suaminya yang sudah emosi membuat Sari takut dan berusaha menenangkan suaminya, Sari meraih tangan Riko yang tadinya terkepal kemudian menggenggamnya "Mas jangan emosi dulu, Raka belum pasti selingkuh mas, ini masih kecurigaan Kasih mas, mungkin saja perempuan itu rekan kerja Raka mas." Ucap Sari walau hatinya pun berkata bahwa adik iparnya itu memang ada main dengan wanita lain, tapi ia tak mau menuduh tanpa bukti yang jelas.
"Mana ada rekan kerja bermesraan, apa lagi namanya kalau bukan selingkuh." Ucap Riko.
"Apa yang harus kita lakukan mas? Kasihan Kasih mas aku gak nyangka Raka mampu berbuat seperti itu." ucap Sari dengan wajah yang sedih memikirkan nasib pernikahan adik iparnya itu, apalagi kalau sampai Kasih mengetahuinya, kemungkinan perceraian yang akan terjadi dan ketika itu terjadi pastilah mertuanya akan merasa terpukul karena anaknya sudah menyakiti hati menantu kesayangan mereka.
"Kamu tenang saja mas akan membicarakan ini dengan bang Rian." Ucap Riko yang langsung menghubungi kakak tertua mereka.
...*****...
__ADS_1
Kasih yang baru selesai menunaikan sholat isya berniat untuk beristirahat tapi ketika melihat koper suaminya yang tergeletak di lantai membuat Kasih mengurungkan niatnya.
Kasih membongkar isi koper suaminya untuk mengambil baju kotor suaminya, ketika ia sedang memeriksa saku celana Raka ia mendapatkan uang ribuan dan selembar bukti pembayaran. Kasih memang selalu memeriksa saku pakaian sebelum memasukkannya ke keranjang pakaian kotor karena takut ada benda yang penting di dalam saku.
Kasih mengambil uang ribuan tersebut dan hendak membuang kertas bukti pembayaran itu ke tempat sampah, tetapi ia mengurungkan niatnya dan memeriksa kertas tersebut.
Betapa terkejutnya Kasih setelah membaca kertas tersebut.
"Tega kamu kas, ternyata benar kamu bohong." Ucap Kasih.
"Kira-kira apa yang dilihat Kasih ya?
Untuk memberi semangat dan mendukung author agar semakin semangat dan rajin up-nya, mohon di like, komen,vote dan hadiahnya teman-teman. Terima kasih
__ADS_1