Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 92 " PDKT dengan calon istri"


__ADS_3

"Kenapa harus Arkan sih nek, kan ada supir yang biasa ngantar nenek dan mama mau kemana saja." Tolak Arkan.


"Kamu harus mau, sekalian PDKT sama calon istri." Sahut mama Risma.


"Arkan gak mau ma, apaan sih PDKT segala Arkan bukan lagi remaja ma yang harus ada acara-acara begitu." Tolak Arkan kembali.


"Arkan kamu sudah janji sama nenek akan menuruti semua keinginan nenek, jadi jangan coba-coba mengelak. Nenek gak mau tahu nanti kamu harus ikut titik." Perintah nenek Murni.


Arkan yang tidak dapat mengelak lagi terpaksa mengiyakan perintah neneknya.


Sore harinya Arkan sudah siap untuk mengantar Dara dan Ardi pulang. Arkan kini sudah menunggu di dalam mobilnya sementara mama Risma sibuk memasukkan makanan ke kotak makan untuk di bawa ke tempat Kasih, ia yakin Kasih tidak akan sempat memasak makan malam karena toko kue yang ramai. Sarti sedang mengemas barang-barang Dara dan baby Ardi sedangkan Dara dan nenek Murni sedang menjaga Ardy di ruang tamu.


"Ris, sudah siap belum?" Teriak nenek Murni.


"Sudah bu, sebentar lagi Risma ke sana." Teriak sang menantu dari dapur.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Sarti dan mama Risma datang berbarangan " Ayo Bu, semuanya sudah siap."


Arkan yang menunggu di dalam mobil sudah bosan karena menunggu kelamaan.


"Dasar perempuan selalu saja lelet, tadi siapa coba yang nyuruh harus cepat, eh giliran orang sudah siap mereka malah gak nongol." Ucap Arkan yang bosan menunggu.


Tidak lama setelah Arkan mengomel sendiri dari dalam mobil ia melihat orang yang di tunggunya dari tadi sudah menampakkan batang hidungnya.


"Akhirnya para bidadari itu keluar juga, untung saja aku gak sampai ubanan menunggu mereka." Ucap Arkan lagi.


... *****...


Kasih dan dua karyawannya sedang sibuk melayani pembeli, hari ini pelanggan sangat ramai sehingga dari tadi mereka sangat sibuk.


Kasih sampai tidak menyadari kedatangan keluarga Arkan karena ramainya pembeli.

__ADS_1


"Wah ramai sekali ya nak tokonya!" Seru mama Risma.


"Eh Tante, Alhamdulillah Tante rezekinya anak-anak Tan, Silahkan masuk Tante." Ajak Kasih mempersilahkan tamunya masuk ke lantai dua.


"Kamu layani pembeli saja biar Sarti yang menemani Tante dan nenek." Suruh mama Risma.


Kasih langsung menuruti perkataan mama Risma karena memang ia sedang kerepotan dengan pembeli di toko.


Keluarga Arkan menaiki tangga menuju lantai dua ruko tersebut, karena lantai bawah di jadikan Kasih sebagai toko kue dan dapur.


Setelah sampai di lantai dua mereka duduk di atas karpet yang sengaja di gelar karena Kasih belum mampu membeli Sofa.


Arkan melirik ruangan di lantai dua itu, semua serba sederhana tidak ada barang-barang mewah. Arkan bahkan sangat kagum dengan Kasih karena di saat seorang perempuan biasanya akan meratapi nasibnya karena mengetahui suaminya berselingkuh, tapi Kasih berusaha bangkit kembali demi anak-anaknya.


"Wanita menarik, tidak manja, mandiri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri." Ucapnya dalam Hati.

__ADS_1


Dara mengajak Arkan untuk bermain bersamanya terpaksalah laki-laki dewasa itu menuruti bocah kecil itu. Tak terasa hari sudah gelap toko kue Kasih sudah tutup kedua karyawannya sudah pulang tinggallah Kasih menutup toko itu dan segera menyusul ke lantai dua dimana tamunya berada.


__ADS_2