Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 158 "Pelet si pelakor sudah gak mempan"


__ADS_3

"Gak mbak, mas Raka tulus kok menolong Kasih. Mungkin dia tidak mau kalau anak-anaknya kehilangan mamanya mbak, soal hadiah 200 juta itu, mas Raka memang menerimanya tetapi mas Raka memberi semua hadiah itu untuk tabungan Dara dan Ardy mbak." Tutur Kasih kepada kedua kakak iparnya.


"Tumben otak Raka waras, biasanya selalu korslet," Ucap Dini.


"Mungkin pelet si pelakor sudah gak mempan lagi mbak, makanya otak si Raka balik lagi ke stelan pabrik. tapi telat, semuanya sudah hancur. Sekarang biar dia rasakan bagaimana rasanya penyesalan itu. Dulu ngotot bangat mau sama si pelakor itu, sekarang baru kena batunya." Ucap Sari kepada Dini.


"Sudah-sudah kenapa kita jadi ngomongin mereka sih, gak penting bangat. Mbak mau menyampaikan kirim salam mama dan papa karena mereka tidak bisa datang menjenguk kamu, semoga kamu cepat sembuh dan mereka selalu mendoakan kebahagian kamu dan anak-anak." Ucap Dini menyampaikan pesan mertuanya.

__ADS_1


"Iya mbak, terima Kasih ya mbak walau aku sudah tidak lagi bersama dengan mas Raka tapi semua keluarga mas Raka masih sayang dan peduli kepadaku." Ucap Kasih yang kini meneteskan air matanya.


Melihat Kasih yang bersedih kembali membuat Sari memeluk mantan adik iparnya tersebut "Sudah-sudah jangan menangis lagi, tidak ada yang perlu di tangisi lagi. Semuanya sudah jadi masa lalu sekarang kamu sudah punya masa depan. Fokuslah meraih masa depanmu dengan keluarga baru yang bahagia. Semua yang terjadi di masa lalu bukanlah salahmu, mungkin inilah takdir yang harus kamu jalani."


"Walau kamu sudah tidak jadi bagian dari keluarga Raka tapi kami semua masih menganggap kamu itu keluarga Kas, kamu adalah adik kami. Apa kamu lupa apa yang di katakan oleh papa dan mama kalau kamu sudah tidak jadi menantu mereka lagi tapi kamu adalah Putri mereka. Jadi jangan merasa asing, kalau ada apa-apa jangan sungkan berbagi cerita dengan mbak." Tambah Dini sembari mengelus tangan Kasih.


Setelah kepergian mantan kakak ipar Kasih, Arkan menyuruh sang istri untuk beristirahat agar Kasih cepat pulih, tapi Kasih menolak karena merindukan anak-anaknya terutama Ardy yang belum ia temui semenjak ia berada di rumah sakit, orang tua Arkan memang tidak memperbolehkan baby Ardy di bawa ke rumah sakit takut baby Ardy terkena virus, karena anak kecil sangat rentan tertular virus.

__ADS_1


"Mas aku kangen dengan anak-anak, terutama baby Ardy mas, aku belum liat dia semenjak di rumah sakit. Sebelum istirahat aku mau video call dengan baby Ardy mas." rengek Kasih dengan menunjukkan wajah imutnya membuat Arkan luluh dan menghubungi mamanya agar Kasih bisa melihat anak mereka.


Setelah hampir setengah jam barulah Arkan mengakhiri video call tersebut karena baby Ardy juga sudah tidur, sesuai perjanjian Kasih dengan patuh menuruti perintah suaminya untuk istirahat, lelaki tersebut membantu Kasih untuk berbaring kemudian menyelimuti tubuh istrinya dan tak lupa melabuhkan kecupan di kening sang istri.


"Selamat tidur sayang semoga mimpi indah" ucap Arkan.


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya. Kalau ingin author rajin up-nya.

__ADS_1


semangat dan dukungan dari kalian sangat berarti untuk author yang masih pemula ini.


__ADS_2