
Sementara itu Raka yang sudah sampai di apartemen Sheila, langsung pergi ke kamar meninggalkan Sheila yang masih di ruang tamu, Raka masih emosi dengan kelakuan istrinya itu di tambah dengan kenyataan kalau mantan istrinya itu menikahi Arkan Pratama pewaris tunggal perusahan tempat ia bekerja, Keluarga Arkan sangatlah kaya dan mempunyai bisnis yang menjamur.
Raka langsung memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya agar emosinya sedikit mereda, di bawah guyuran shower lelaki itu masih memikirkan Kasih, wanita yang ia hina dulu. Masih jelas di ingatannya ketika ia mengatakan kalau tidak ada laki-laki yang mau dengan mantan istrinya itu, Karena status Kasih yang janda anak dua tapi semua itu tidak terjadi karena belum sampai mereka bercerai satu tahun Kasih sudah di pinang oleh seorang Arkan Pratama duda yang jadi incaran para wanita, tapi Arkan tidak pernah menanggapi mereka malah Arkan memilih Kasih yang janda dan memiliki anak, dari pada perempuan yang masih single "Sial, kenapa Arkan bisa tertarik dengan Kasih. Apa dia tidak terganggu dengan kedua anakku. Aku menyesal menceraikan Kasih, apalagi tadi dia terlihat sangat cantik. Kenapa aku bodoh sekali mau melepasnya, dan kenapa aku emosi melihat Kasih bersanding dengan Arkan. Ada apa denganku apa aku masih mempunyai rasa pada Kasih." Ucap Raka yang sibuk dengan pikirannya.
Karena sudah merasa dingin ia segera menuntaskan acara mandinya, setelah selesai ia keluar dari kamar mandi dan menatap Sheila yang duduk di sofa yang ada di kamar mereka, Sheila bahkan mendekati Raka dan berusaha membujuk suaminya agar tidak marah lagi, biasanya Raka sangat mudah di taklukkan olehnya ketika sedang marah tapi kali ini ia harus gagal karena Raka dengan tegas menolak sentuhan Sheila dan meminta perempuan itu untuk tidak mengganggunya.
Raka langsung membaringkan tubuhnya di ranjang berusaha memejamkan matanya sedangkan Sheila masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
...*****...
Kasih yang sudah selesai mandi terkejut ketika ingin memakai pakaiannya, bagaimana tidak terkejut kalau pakaian yang di siapkan mama mertuanya adalah lingerie yang sangat ***** "Ya tuhan cobaan apa lagi ini, mau di taruh di mana wajahku kalau keluar memakai ini, bisa-bisa mas Arkan berpikir kalau aku sedang menggodanya. Apa yang harus aku lakukan mana ini pakaian satu-satunya lagi." Ucap Kasih yang kebingungan.
Arkan yang dari tadi sudah menunggu istrinya keluar terlihat Khawatir karena sudah lama Kasih berada di dalam kamar mandi, Arkan mendekat ke pintu kamar mandi mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil istrinya "Kasih kamu belum siap mandinya, kok lama?" Tanya Arkan.
Arkan yang heran kembali bertanya "Bukannya kamu tadi membawa baju ke dalam, kenapa kamu tidak pakai itu saja?" tanya Arkan yang keheranan dengan kelakuan istrinya itu.
__ADS_1
"Bajunya sangat ***** mas, Kasih malu mana ini baju satu-satunya lagi." Jawab Kasih jujur.
Mendengar itu Arkan tertawa pelan, muncul ide jahil di kepalanya untuk menggoda istrinya itu. Entah kenapa Arkan sangat suka melihat wajah malu-malu istrinya itu "Ya sudah pakai itu saja, jangan terlalu lama tidak memakai baju nanti kamu sakit, kamu tidak usah kepedean aku tidak akan tergoda dengan tubuhmu itu."
Kasih yang sudah mengenakan lingerie itu keluar dari kamar mandi dengan wajah yang tertunduk karena malu, sedangkan Arkan menatap istrinya itu dengan mata yang hampir keluar.
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman
__ADS_1