Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 104 "Memilih cincin pernikahan"


__ADS_3

Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, semua persiapan pernikahan Arkan dan Kasih hampir rampung, seperti hari ini Kasih dan Arkan akan melaksanakan fitting baju pengantin dan membeli cincin pernikahan mereka.


"Rendy kamu yang urus kantor hari ini, karena aku ingin pergi dengan Kasih untuk fitting baju dan mencari cincin pernikahan Kami dan jangan lupa untuk memberi undangan pernikahan kami kepada seluruh karyawan." Perintah Arkan Yang langsung di sanggupi oleh Rendy.


Ketika jam istirahat tiba, Arkan segera meninggalkan perusahaan menuju rumah calon istrinya.


"Hore... om ganteng sudah sampai, mama om ganteng sudah datang. Ayo ma cepat ma!" Panggil Dara yang sudah tidak sabar.


Mendengar teriakan Dara, Kasih segera keluar dengan menggendong baby Ardy.


"Mas Arkan sudah sampai, kalau begitu ayo kita berangkat." Ucap Kasih.


Arkan mengajak Dara untuk masuk ke dalam mobil, Dara dan Sarti duduk di belakang sedangkan Kasih dan baby Ardy duduk di samping Arkan. Mereka segera menuju butik langganan mama Risma, di sana mama Risma, nenek Murni dan papa Arman sudah menunggu.

__ADS_1


Setelah sampai di butik mereka langsung masuk dan mendatangi keluarga Arkan.


Melihat kedatangan calon pengantin mama Risma langsung menyuruh Kasih mencoba bajunya dengan di bantu karyawan butik tersebut.


Setelah selesai Kasih keluar dari ruang ganti dan semua mata tertuju padanya, semua terpana dengan kecantikan Kasih bahkan Arkan tidak menyangka Kasih bisa secantik itu. Matanya tidak berkedip memandang kecantikan calon istrinya, tanpa sadar Arkan berkata "Cantik" yang membuat papa Arman tersenyum melihat putranya yang terpesona dengan kecantikan calon menantunya itu.


Setelah mencoba beberapa gaun, Kasih mantap memilih gaun pernikahannya. Semua anggota keluarga sudah menemukan gaun untuk di pakai saat acara pernikahan Arkan dan Kasih, mama murni menyuruh Kasih dan Arkan pergi mencari cincin pernikahan mereka berdua saja.


"Tapi ma, nanti Ardy rewel bagaimana?" Ucap Kasih yang enggan meninggalkan anaknya itu.


Setelah mendengar usulan mama Risma Kasih dan Arkan pergi meninggalkan butik, sedangkan keluarga arkan membawa anak-anak Kasih dan Sarti ke rumah mereka.


"Kasih bagaimana kalau kita makan siang dulu, soalnya mas belum makan siang." Pinta Arkan.

__ADS_1


"Ayo mas, kebetulan Kasih juga sudah lapar. Maklum ibu menyusui mudah lapar." Ucap Kasih mencairkan suasana.


Mendengar ucapan Kasih membuat Arkan tersenyum, Kasih dan Arkan sudah semakin dekat. Bahkan Arkan melarang Kasih memanggilnya dengan sebutan pak, dia menyarankan Kasih memanggilnya mas, karena tidak enak di dengar seorang calon istri memanggil calon suaminya dengan sebutan pak.


Setelah menyelesaikan makan siang mereka barulah mereka pergi ke toko perhiasan, di sana Kasih bingung memilih cincin untuk mereka karena semuanya terlihat indah baginya.


"Kamu pilih yang mana paling kamu suka mas percaya pada pilihanmu." Ucap Arkan.


"Aku gak tau mas, semuanya bagus, aku jadi bingung." Jawab Kasih membuat Arkan tersenyum gemas.


Melihat calon istrinya sedang kebingungan memilih salah satu dari banyaknya cincin di sana, Arkan menanyakan kepada pegawai toko tersebut cincin model keluaran terbaru, setelah melihatnya Arkan memutuskan memilih itu saja karena Kasih juga menyukainya.


__ADS_1


ini hanya contoh ya teman-teman.


__ADS_2