Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 186 "Mabuk"


__ADS_3

" Kenapa kamu berubah mas, kamu semakin dingin. Aku sudah mengandung anakmu tapi kamu tidak pernah perhatian kepadaku dan anak ini. Bukan seperti ini yang aku harapkan, kenapa hidupku jadi menyedihkan. Apa benar apa yang di katakan Nadia dan Fitri aku sedang mendapatkan karma." Tangis Sheila.


Sheila memang bersikap angkuh dan acuh di hadapan Fitri dan Nadia ketika rekannya itu, menyindirnya secara terang-terangan di kantor sore tadi. Sheila seolah tidak memperdulikan omongan mereka seolah tidak takut akan karma yang ia dapatkan karena telah merebut kebahagian wanita lain. Tetapi jauh di lubuk hati Sheila, ia juga takut apa yang di katakan Nadia dan Fitri jadi kenyataan, apalagi sekarang Raka sudah tidak bisa ia kendalikan seperti awal mereka menikah.


Raka jadi jarang di rumah, lebih sering di luar dengan alasan nongkrong dengan teman, belum lagi Raka yang sudah berani membantahnya dengan menemui kedua anaknya membuat Sheila semakin takut.


"Apa mas Raka akan akan mengulangi perbuatannya, apa dia juga akan berselingkuh di belakangku seperti apa yang kami lakukan dulu. Tidak tidak, itu tidak boleh terjadi. Aku harus bisa membuat ia kembali bertekuk lutut kepadaku. Jangan pernah main-main denganku mas, aku akan menghancurkan wanita yang berani merebutmu dariku sekalipun itu Kasih aku tidak akan melepaskannya." Sheila tertawa terbahak-bahak seperti orang yang sudah kehilangan kewarasannya.


...*****...

__ADS_1


Di sebuah club malam Raka dan anggun sedang menikmati musik yang sedang di mainkan DJ, keduanya asyik menggoyangkan badannya menikmati irama musik. Raka yang suntuk dengan kehidupannya terutama rumah tangganya tidak tahu mau berbuat apa, Ketika di restoran tadi ia kembali curhat kepada Anggun tentang permasalahannya dan mengatakan kalau otaknya sudah ingin pecah menghadapi Sheila.


Anggun mengajak Raka untuk menghilangkan stres di sebuah club malam, keduanya menikmati malam mereka dengan memesan minuman beralkohol dan menari bersama.


Raka tampak menikmati suasana malam itu, lelaki itu bisa melupakan sejenak permasalahannya karena dirinya sudah meminum minuman yang memabukkan itu.


Raka bahkan tak segan-segan mencium bibir dan mencumbu Anggun di club tersebut, kedua manusia yang saling membutuhkan itu seolah lupa diri. Keduanya hanya menginginkan kenikmatan malam itu.


"Aku tidak mabuk, aku tidak mau pulang Anggun. Aku tidak ingin bertemu dengan wanita cerewet itu." Racau Raka.

__ADS_1


Anggun tidak menanggapi Raka yang sedang mabuk itu, ia tetap membawa Raka keluar dari club malam itu walau harus dengan susah payah karena sedari tadi Raka tidak berhenti mengoceh dan menolak di bawa keluar.


"Raka ayo pulang, kamu sudah mabuk berat. Aku tidak bisa membawamu ke apartemenku karena aku harus pergi keluar kota dengan sugar Daddyku." Ucap Anggun memberitahu, walau ia tahu Raka tidak akan merespon ucapannya.


Anggun memang harus pergi keluar kota besok pagi, karena sugar Daddynya meminta di temani, sehingga wanita itu tidak punya pilihan lain selain menyuruh raka pulang.


"Jangan tinggalkan aku sayang, Aku tahu aku salah. Maafkan aku sayang, ayo kita pulang ke rumah kita Kasih." Racau Raka.


Anggun hanya menggelengkan kepala melihat Raka yang masih mencintai mantan istrinya itu.

__ADS_1


"Seharusnya kamu tidak bermain api Raka, lihatlah sekarang kamu terbakar sendiri." Guman Anggun.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya.


__ADS_2