
Mendengar ancaman istrinya Raka langsung menganggukkan kepalanya, walau hatinya tidak tenang karena takut ketahuan.
Tak ingin pikiran istrinya terkontaminasi dengan drama yang sedang Kasih tonton, Raka langsung mengajak istrinya untuk tidur.
"Sayang ini sudah larut sebaiknya kita tidur saja, tidak baik untuk kamu tidur larut malam." Ajak Raka.
"Sebentar lagi mas, aku masih mau nonton kalau mas sudah ngantuk, mas tidur duluan saja." Tolak Kasih.
Mendengar penolakan istrinya Raka langsung mengambil remot yang ada di meja, kemudian langsung mematikan televisi. Melihat suaminya yang mematikan televisi Kasih langsung cemberut.
"Mas, kok dimatikan aku masih mau nonton mas." ucap Kasih.
Raka yang tak menghiraukan ucapan istrinya, dengan segera ia menggendong tubuh Kasih dan membawanya ke kamar mereka.
__ADS_1
"Jangan membantah perintah suami sayang, ingat kata Dokter kamu gak boleh capek, begadang tidak baik bagi ibu hamil." Ucap Raka sembari menarik selimut untuk mereka.
Tidak mau membantah perkataan suaminya Kasih langsung menuruti permintaan Raka untuk beristirahat.
Kini sepasang suami istri tersebut berbaring di ranjang empuk mereka, saling berbagi kehangatan ditengah dinginnya malam, Raka yang sudah menarik Kasih masuk kedalam dekapannya tak ingin istrinya merasakan dinginnya udara malam ini, tampak Kasih yang juga merapatkan tubuh mungilnya kedalam pelukan suaminya mencari kehangatan dalam tubuh sang suami.
Entah mengapa malam ini Kasih tidak mual dekat dengan Raka, justru ia ingin bermanja-manja dengan suaminya.
...*****...
Akal sehat mereka yang sudah dikalahkan dengan hawa nafsu, tanpa peduli sekarang sedang berada dimana, tidak melihat situasi dan kondisi yang penting Hasr*t mereka tertuntaskan.
Seorang lelaki sedang duduk di kursi kerjanya dengan seorang wanita yang duduk dimeja yang ada di depannya dengan penampilan yang sudah amburadul kancing kemejanya yang sudah terbuka, rambut yang berantakan, jangan lupakan lelaki tersebut yang sedang sibuk dengan aktivitas menjelajahi gunung. Gunung bukan sembarang gunung ya teman-teman.
__ADS_1
Bahkan sesekali terdengar suara desa*** keluar dari mulut wanita tersebut yang menambah gair*h sang lelaki, Seakan tidak ada waktu dan tempat lain lagi sehingga keduanya tidak takut melakukannya di kantor sekalipun, jangan tanyakan siapa lagi kedua manusia tersebut, yang pasti pasangan selingkuh yakni Raka dan Sheila.
Raka benar-benar takjub dengan kemampuan Sheila dalam hal memuaskannya, dia sudah benar-benar candu dengan tubuh wanita tersebut.
Setelah selesai dengan acara santap menyantap, Raka dan Sheila langsung merapikan penampilan mereka yang sudah berantakan. Tak ingin ada orang yang curiga kepada mereka.
"Mas nanti mas mampir ke apartemen aku ya, soalnya yang tadi belum puas." pinta Sheila dengan manja.
"Mas gak bisa honey, nanti sore mas harus temani Kasih kontrol ke dokter kandungan." Tolak Raka.
"Honey waktu kamu sama aku cuma sebentar, sementara dengan istrimu tiap hari. aku cuma minta di temani di apartemen sebentar kamu gak mau, apa kamu gak sayang sama aku mas?" tanya Sheila.
"Bukan begitu honey, nanti Kasih gak ada yang nemanin kontrol." Jelas Raka.
__ADS_1
"Kasih itu udah dewasa gak perlu di temani segala, dia bisa naik taksi online. Bilang aja kamu lebih sayang istri kamu, ya sudah sana kamu minta istri kamu yang layani kamu." Ancam Sheila.