Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 185 "Aku mau hamil lagi"


__ADS_3

Setelah mendengar semua alasan Arkan membuat Kasih memantapkan hati untuk memiliki anak dengan suaminya itu. Kasih juga tak ingin egois, karena suaminya itu adalah anak tunggal tentu keluarga Arkan sangat mengharapkan kehadiran penerus keluarga mereka.


Sekarang cinta itu sudah hadir dalam rumah tangga mereka apalagi yang ia ragukan, Arkan juga sangat menyayangi kedua anaknya begitu juga dengan keluarga suaminya yang bisa menerima kedua anaknya dengan baik. Apa salahnya memberi kebahagiaan kepada mereka yang telah menemani dirinya di masa-masa terpuruknya, Kasih juga ingin memiliki anak dari Arkan. Melihat versi mini dirinya dan suami pastilah sangat menggemaskan.


"Jadi mas ingin aku hamil?" Tanya Kasih memastikan sekali lagi.


"Iya sayang, mas ingin kamu mengandung anak mas. Mas ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku, jadi apakah kamu sudah siap untuk mengandung kembali sayang?" Tanya Arkan yang kini menatap dalam manik istrinya.


Dengan tersenyum Kasih menjawab pertanyaan suaminya "Aku siap mas, aku juga ingin menjadi ibu dari anak-anakmu. Aku mau hamil lagi mas."


"Alhamdulillah, terimakasih sayang karena kamu sudah siap mengandung kembali. Mulai sekarang kamu jangan mengkonsumsi pil pencegah kehamilan itu lagi. Besok pagi buang semuanya ke tempat sampah dan semoga apa yang kita lakukan tadi membuahkan hasil." Tutur Arkan.


"Emang mas yakin kalau yang tadi bakalan jadi?" tanya Kasih sedikit mengejek suaminya.

__ADS_1


"Kamu meremehkan keperkasaan suamimu ini sayang, kita buktikan saja sayang. Lihatlah bulan depan kamu pasti sudah positif hamil karena tadi mas membuangnya di dalam dan hari-hari kedepannya mas akan lebih sering mengajakmu berjuang di ranjang agar malaikat kecil itu hadir disini." ucap Arkan mengelus perut rata istrinya.


"Amin.... Semoga apa yang kita impikan segera terkabul. Kita harus banyak berdoa dan meminta kepada Allah. Kita hanya bisa merencanakan tapi Tuhan yang menentukan mas." Ucap Kasih.


...*****...


"Akkkhhh....." Teriak Sheila sembari membanting barang-barang yang ada di hadapannya.


Wanita hamil itu menangis sejadi-jadinya karena Raka suaminya tidak bisa di hubungi padahal tadi suaminya pulang sesuai jam kantor.


Raka menyuruh Sheila pulang dengan memakai taksi sedangkan Raka beralasan ingin nongkrong dengan temannya.


Awalnya Sheila memaksa ingin ikut, tapi Raka tidak mengizinkan dengan alasan dia hanya nongkrong dengan teman laki-laki saja.

__ADS_1


"Kamu gak usah ikut, di sana cuma ada laki-laki saja!" Seru Raka.


"Tidak masalah, aku janji tidak akan membuat onar. Aku akan diam saja dan hanya menemanimu mas." Bujuk Sheila yang tak rela di tinggal nongkrong suaminya.


"Jangan buat aku malu shei, apa kata teman-teman aku kalau kamu ikut padahal kami sudah sepakat tidak membawa pasangan. Bisa-bisa aku di ejek suami takut istri. Lebih baik kamu pulang dan istirahat saja. Jaga kehamilan kamu, lagi hamil tapi ingin keluar malam. Sakit baru tahu rasa, sudah sana pergi aku mau berangkat." Usir Raka.


Dengan langkah berat Sheila keluar dari ruangan suaminya, bahkan wanita sempat meneteskan air matanya. Mungkin karena hormon kehamilan membuat ia jadi lebih cengeng.


Nadia dan Fitri rekan kantor Sheila di divisi keuangan tak sengaja melihat Sheila yang menghapus air matanya ketika keluar dari ruangan Raka.


"Bagaimana punya suami hasil merebut milik orang, bahagiakah?" Sindir Nadia.


"Nad, mana mungkin dia bahagia. Mungkin sekarang dia lagi mendapat karma dari perbuatannya. Sheila Sheila jangan harap kamu itu menjadi satu-satunya. Ingat Raka bisa meninggalkan Kasih wanita yang nyaris sempurna sebagai istri, apalagi kamu wanita murahan yang rela di jadikan selingkuhan. Jangan mimpi kamu." Ucap Fitri.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author up 1 bab lagi.


__ADS_2