
Keesokan harinya keluarga Kasih pamit kepada keluarga Arkan mereka akan kembali ke Medan. Kasih merasa sedih karena belum puas melepas rindu dengan keluarganya melihat menantunya bersedih mama Risma datang merangkul Kasih "Jangan sedih, mereka juga harus bekerja, nanti kalau kamu rindu, ajak suamimu pulang kampung." ucap mama Risma sedangkan kedua wanita yang sudah lanjut usia itu sedang berpelukan sambil menangis "Kenapa kamu pulang cepat sekali, tinggallah di sini untuk beberapa Minggu, aku belum puas bercerita denganmu" Bujuk nenek Murni.
"Aku gak bisa mur, dikampung siapa yang akan mengurus kebunku, lagi pula aku tidak betah tinggal di kota setiap hari aku hanya bisa melihat gedung-gedung yang tinggi, beda ketika aku hidup di desa semuanya serba alami. Nanti datanglah ke kampung dengan Kasih dan Arkan." ucap neneknya Kasih.
Setelah semua berjabat tangan sebagai salam perpisahan, keluarga Kasih di antar supir ke bandara, sementara Kasih dan Arkan pergi ke ruko tempat tinggal Kasih, mereka ke sana untuk mengambil barang-barang Kasih dan anak-anak yang masih belum sempat di bawa ke rumah Arkan, setelah dari rumah Kasih mereka melanjutkan perjalanan mereka ke rumah mantan Kakak iparnya Kasih untuk menjemput Putri mereka.
Sesampai di sana mereka di sambut dengan hangat, Arkan yang tadinya merasa canggung karena ia berada di tengah-tengah keluarga mantan suami Kasih kini sudah berbaur dengan keluarga tersebut. Arkan, Rian, Riko dan papa Adi kini sedang berbincang-bincang sedangkan para perempuan kini sedang di ruang keluarga sedang bergosip juga
"Sekarang adik kita sudah jadi ibu bos, kita harus memanggilnya apa?" Tanya Sari.
"Nyonya Arkan atau nyonya bos" canda Dini.
__ADS_1
"Nyonya bos bagaimana malam pertamanya sukses gak?" Goda Sari kembali.
"Gimana arkan hot gak?" Tambah Dini lagi yang membuat Kasih malu setengah mati.
Melihat mantan menantunya menahan malu mama Dewi menyuruh kedua menantunya berhenti menggoda Kasih.
"Mama kapan pulang ?" Tanya Kasih kepada ibu mertuanya.
Setelah berbincang-bincang dengan keluarga Raka kini Arkan dan Kasih sudah pamit pulang dengan membawa Dara. kini suasana di dalam mobil terasa berbeda kalau tadi sebelum ada Dara suasana dalam mobil sepi seperti kuburan, sekarang ramai seperti di pasar. Dara yang memang sangat aktif dan rasa ingin tahunya yang tinggi tidak ada habis-habisnya bertanya kepada kedua orang tuanya. Terkadang Kasih dan Arkan kewalahan menjawab segala ke ingin tahuan gadis kecil itu.
"Mama sekarang kita tinggal di rumah om ganteng ya?" Tanya Dara kepada Kasih dengan wajah imutnya.
__ADS_1
"Iya Sayang, apa dara senang?" tanya Kasih kembali.
"Senang bangat ma, nanti Dara bisa main dan berenang sepuasnya, di rumah om ganteng enak banyak makanan." Jawab gadis kecil itu dengan wajah yang bahagia.
Arkan bahagia mendengar gadis kecilnya bahagia tinggal di rumahnya "Sayang kamu jangan panggil om ganteng lagi dong?" Pinta Arkan yang tak ingin anak sambungnya memanggil dirinya dengan sebutan om.
"Jadi Dara panggil apa dong?"
"Karena om dan mama sudah menikah itu artinya Om sekarang bukan om kamu lagi tapi papa kamu. jadi sekarang Dara panggil om itu Papa." Tutur Arkan.
"Ok papa Gantengnya Dara" Jawab gadis kecil itu.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak.