Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 203 "Kasih berkunjung ke kantor"


__ADS_3

Arkan kini sedang memimpin rapat di perusahaannya, laki-laki itu tampak sangat semangat hari ini. Setelah mengetahui kehamilan sang istri laki-laki itu lebih murah senyum kepada karyawannya, tak jarang karyawannya tidak percaya dengan perubahan bos mereka.


Seorang Arkan manusia dingin seperti gunung es yang membuat orang-orang yang berada di dekatnya seolah ikut beku. Kini menjelma menjadi manusia yang murah senyum dan selalu membalas sapaan para karyawannya.


Setelah selesai memimpin rapat kini Arkan kembali ke ruangannya bersama dengan Rendy asistennya.


"Ren, apa jadwal setelah makan siang?" Tanya Arkan sembari menandatangani berkas yang berikan Rendy.


"Pertemuan dengan investor bos, jam tiga di cafe XXX." Jawab Rendy dengan cepat.


"Oke, kalau begitu kamu pesan makan siang untuk kita, aku sudah lapar." Suruh Arkan karena memang ini sudah mendekati jam makan siang.


Mendengar perintah atasannya Rendy dengan segera ingin memesan makanan melalui ponselnya. Belum sempat Rendy memesan makanan tersebut, tiba-tiba keduanya terkejut dengan suara pintu yang terbuka dengan sedikit keras.

__ADS_1


Arkan yang terkejut langsung berdiri hendak memarahi orang yang berani-berani memasuki ruangannya tanpa mengetuk terlebih dahulu, di tambah dengan pintu yang di buka dengan kasar membuat Arkan emosi. Tapi semua umpatan yang ingin Arkan keluarkan seolah masuk kembali karena melihat siapa yang menjadi pelakunya.


"Sayang, aku kangen." Teriak Kasih memasuki ruangan suaminya dengan berlari mendekati Arkan.


Arkan dan Rendy was-was melihat wanita hamil itu berlari tanpa beban, terutama Arkan yang langsung berlari menghampiri istrinya.


"Sayang hati-hati, jangan lari-lari ingat kamu sedang hamil." Ucap Arkan mengingatkan istrinya


"Sayang, ada Rendy!" Seru Arkan.


"Memang kenapa kalau ada Rendy mas, kamu malu kalau aku cium. Apa karena sekarang aku sudah gendut dan tidak cantik lagi." Ucap Kasih yang sudah berkaca-kaca membuat Arkan menelan salivanya dengan kasar.


"Bukan begitu sayang, biasanya kamu selalu malu jika mas cium di depan orang lain, makanya mas hanya mengingatkan saja barang kali tadi kamu tidak melihat Rendy di sini." Tutur Arkan berharap istrinya tidak ngambek.

__ADS_1


"Itukan dulu mas, sekarang beda." Ucap Kasih dengan ketus.


Wanita hamil itu sudah dalam keadaan mood yang kurang bagus akibat pertanyaan suaminya. Kini Kasih melepaskan pelukannya dan beralih ke sofa yang ada di ruangan Arkan.


Dengan cepat Arkan menghampiri Kasih dan ikut duduk di sampingnya, sedangkan Rendy hanya diam menikmati drama yang ada di hadapannya sekarang.


"Kamu datang sama siapa sayang, kok gak bilang-bilang?" Tanya Arkan agar Kasih lupa dengan kekesalannya.


"Sama sopir, mau sama siapa lagi. Kamu gak suka kalau aku datang ke sini, apa aku mengganggu kamu ?" Tanya Kasih yang sudah meneteskan Air matanya.


Arkan semakin panik melihat Kasih sudah menangis,dengan cepat ia memeluk sang istri dan berusaha membujuk istrinya. Ya seperti inilah perubahan Kasih setelah hamil, yang sensitif terhadap ucapan orang lain dan mudah menangis meski itu adalah hal sepele.


Arkan dan keluarganya sudah memahami perubahan Kasih, selalu mengalah dan membujuk Kasih. Wanita yang dulu sangat kuat dan tegar itu kini menjadi wanita cengeng dan manja, membuat Arkan bahagia karena Kasih seolah selalu bergantung kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2