Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 205 "Kue putu"


__ADS_3

"Jadi sekarang Kasih ada di perusahaan kita, pantas saja asisten pak Arkan makan sendiri. Ternyata pak bos lagi berduaan dengan Kasih. Aduh otakku jadi traveling kemana-mana ini. Jangan-jangan ada adegan seperti di novel-novel romantis." Ucap Fitri membuat semua orang tertawa.


"Ya gak masalah pak bos dan Kasih mesra-mesraan atau bahkan lebih dari itu, mereka itu pasangan halal bukan pasangan selingkuh." Sindir Anton yang masih membenci Raka dan Sheila sampai saat ini.


Anton tidak akan lupa, dimana dulu Raka menjual namanya dengan alasan kerja keluar kota kepada Kasih, sedangkan Raka pergi berlibur dengan Sheila. Anton sangat merasa iba kepada Kasih waktu itu, dan setelah mengetahui perselingkuhan Raka dan Sheila, Anton tidak lagi dekat dengan Raka, bahkan dari semua rekan satu timnya hanya Anton yang masih bersikap ketus dan terkesan menjauh dari keduanya. Lelaki itu hanya bicara seperlunya dengan Raka, mau tidak mau ia harus bertemu dengan Raka, karena Raka adalah atasannya di kantor.


Raka hanya bisa mengepalkan tangannya di bawah meja, mendengar candaan dan sindiran teman-temannya. Apalagi mendengar perkataan Fitri membuat darah Raka naik. Lelaki itu juga ikut membayangkan apa yang sedang di lakukan sepasang suami istri itu di dalam ruangan bosnya.


...*****...


Di dalam ruangan CEO ada sepasang suami istri yang sedang menikmati makan siangnya, Arkan sangat bahagia melihat Kasih yang tidak memilih-milih makanan dan wanita hamil itu mempunyai nafsu makan yang tinggi.


"Apa kamu masih lapar sayang, kalau kamu masih lapar ini punya mas untuk kamu saja." Ucap Arkan menawarkan makanannya.

__ADS_1


"Sebenarnya masih belum kenyang sih mas, tapi nanti mas makan apa?" Tanya Kasih.


"Mas sudah kenyang sayang, ini untuk kamu saja.m, biar kamu dan anak kita sehat. Kalau nanti mas lapar, tinggal pesan saja. Jangan khawatirkan suamimu ini." Arkan memberi makanannya kepada sang istri, sembari tersenyum melihat Kasih yang semakin hari semakin berisi.


Berat badan Kasih memang bertambah di karenakan nafsu makannya yang sangat besar semenjak ia hamil. Arkan sangat menyukai penampilan Kasih saat ini, badan yang lebih berisi dan pipi cabi Kasih membuat Arkan gemas dan selalu ingin mencium pipi istrinya.


"Alhamdulillah" ucap Kasih yang baru saja selesai menghabiskan makanannya.


"Sudah kenyang, apa kamu masih ingin sesuatu ?" Tanya Arkan.


"Aku lagi pengen makan kue putu bambu mas." rengek Kasih dengan manja.


"Oke, tunggu mas akan carikan untukmu." Arkan mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Ya bos, ada apa?" Tanya Rendy yang baru selesai makan.


"Sekarang kamu cari kue putu bambu, istriku menginginkannya." Ucap Arkan kemudian mengakhiri panggilannya.


"Astaga, cobaan apa lagi ini tuhan. Dimana coba aku cari kue putu bambu, si bos mah tinggal nyuruh doang, aku yang kelimpungan nyarinya. Suami macam apa dia." Gerutu Rendy.


Raka dan rekan-rekannya dapat mendengar apa yang di ucapkan Rendy hanya dapat menahan tawa melihat ekspresi tak berdaya Rendy.


"Kenapa pak?" Tanya Anton tak tega melihat wajah prustasi asisten bosnya itu.


"Kalau mau beli kue putu bambu carinya di mana ya pak?" Tanya Rendy.


"Waduh, biasanya sih lewatnya sore-sore di depan rumah saya pak. Emang harus sekarang ya pak. Gak bisa nunggu sore gitu?" Tanya Anton.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author up lagi


__ADS_2