Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 51 "Tugas keluar kota"


__ADS_3

Di dalam apartemennya Sheila tertawa terbahak-bahak mendengar Raka mengatakan kalau ratunya sudah terbangun.


Tadi Sheila menghubungi Raka menanyakan janji Raka yang akan mengajaknya liburan, setelah berhasil membujuk Raka yang setuju jika besok mereka akan berlibur Sheila kembali bermanja dengan kekasihnya itu walau dalam sambungan telepon.


Tapi tiba-tiba Raka mengatakan jika ia merindukan kalian,kapan kita bertemu kabari aku dan sebagainya. Sheila yang paham kalau sekarang sedang ada orang di dekat Raka hanya mengiyakan perkataan kekasih hatinya itu terlebih ketika Raka menyudahi panggilannya dengan mengatakan kalau ratunya sudah terbangun.


"Kasih... Kasih... kamu pasti bangga mendengar mas Raka menyebutmu ratunya, tapi asal kamu tahu Kasih disini sudah ada selir raja mu itu yang sudah tergila-gila akan pelayananku. sebentar lagi aku akan melengserkan mu dari tahtamu itu. Jadi nikmati waktumu yang tersisa dengan baik." Ucap Sheila kemudian ia tertawa terbahak-bahak.


...*****...


Sementara Raka dan Kasih sudah berada di atas ranjang mereka dengan napas keduanya yang tidak beraturan, terlihat kamar yang tadi tampak rapi kini sudah terlihat berantakan, pakaian keduanya yang tergeletak di sembarang tempat, ada yang di lantai, sofa dan tempat tidur mereka.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan malamnya Kasih dan Raka kembali kamar, kemudian Raka mengajak istrinya untuk melakukan kegiatan ranjang mereka, Raka menanyakan Dokter perihal aktivitas ranjang mereka ketika tadi sedang kontrol kandungan Kasih.


Setelah Dokter memeriksa kondisi Kasih, mereka sudah di bolehkan melakukan hubungan badan.


Raka yang tak mau menyia-nyiakan itu langsung bergerak cepat untuk berbuka puasa, sekalian menjenguk baby boy mereka.


Kasih sedang bermanja di dada Raka, ia memeluk tubuh polos suaminya, Raka juga membalas memeluk tubuh Kasih dan mengelus rambut istrinya tersebut.


Jika Kasih sedang menikmati pelukan hangat suaminya, lain halnya dengan Raka yang sedang berpikir keras bagaimana caranya mencari alasan kepada Kasih agar ia bisa pergi berlibur dengan Sheila.


"Sayang besok pagi kamu siapkan baju mas, soalnya besok mas mau berangkat keluar kota ada tugas kantor sayang." Ucap Raka.

__ADS_1


"Mas besok itu hari Sabtu mas, bukannya kantor libur? kenapa perginya gak pas hari kerja saja. Lagi pula mas sudah janji sama Dara kalau besok kita akan pergi jalan-jalan sekalian merayakan ulang tahunnya." Tutur Kasih.


"Tapi ini gak bisa di tunda sayang mas harus berangkat, mas cuma dua hari di sana." Bujuk Raka.


"Ulang tahun Dara bagaimana? Mas sudah janjikan sama Dara." Tanya Kasih.


"Mas beri uang terserah kalian mau ngapain yang penting Dara senang." Ucap Raka yang membuat mood Kasih kembali buruk.


"Emangnya mas mau dinas ke kota mana?" tanya Kasih dengan nada ketus.


"Surabaya" jawab Raka asal.

__ADS_1


"Ya sudah, bukannya pekerjaan mas selalu lebih penting." Ucap Kasih yang sudah melepaskan pelukannya kemudian ia tidur dengan posisi membelakangi Raka.


"Bukan begitu sayang, mas juga seperti ini hanya untuk membahagiakan keluarga kita, kamu dan anak-anak kita." Rayu Raka sembari memeluk tubuh istrinya yang sedang membelakanginya itu


__ADS_2