
Tak terasa sudah seminggu sejak kedatangan asisten rumah tangga di rumah raka, 3 hari yang lalu mertua Kasih sudah kembali kerumahnya, sekarang hanya dia dan asisten rumah tangga yang tinggal di rumah di kala Raka bekerja dan Dara yang sekolah.
"mbak jangan lupa nanti masak ayam kecap kesukaan Dara ya, dari kemarin dia sudah minta itu terus." Pinta Kasih.
"Baik Bu, apa ada lagi yang ingin di masak selain itu, mungkin ada yang Bu Kasih pengen" ucap Sarti asisten rumah tangga Kasih.
"Gak ada mbak, ya udah saya ke kamar dulu ya mbak, mau istirahat." Ucap Kasih.
Kasih dan Sarti sudah dekat, bahkan Sarti sudah tidak canggung lagi dengan majikannya tersebut.
Kasih memperlakukannya dengan baik, bahkan makanpun mereka sama-sama duduk di meja makan, Kasih menganggapnya seperti Kakak.
Sarti merasa bersyukur mendapatkan majikan yang memperlakukannya dengan baik, bahkan Sarti sudah bercerita tentang kehidupannya sebelum ke kota.
asisten rumah tangga Kasih memang umurnya tidak jauh beda dengan Kasih, wanita yang bernama Sarti tersebut berumur 35 tahun dia adalah seorang janda anak 2, anaknya dititipkan dengan ibunya, dia berangkat ke kota dan bekerja sebagai asisten rumah tangga untuk menghidupi 2 anaknya, dia dan suaminya sudah bercerai waktu itu anak keduanya masih berumur 2 tahun, di karenakan suaminya ingin menikahi janda di kampung mereka, tak rela di madu Sarti kemudian memilih mundur.
Setelah bercerai mantan suaminya tidak mau memberi nafkah kepada kedua anaknya, terpaksalah Sarti harus rela meninggalkan kedua anaknya untuk memenuhi kebutuhannya.
Namanya laki-laki kalau sudah ganti istri tidak akan ingat sama anak kandung sendiri.
__ADS_1
"Ya begitulah Bu kisah saya, saya janda gara-gara janda." Ucap Sarti kala itu bercerita kepada Kasih.
*****
Sementara di perusahaan Raka dan Sheila semakin dekat dikarenakan urusan kerja.
Seperti sekarang ini mereka baru selesai mengikuti rapat.
"Mas gimana kalau kita makan siang di luar, aku bosan sama makanan yang di kantin." Ajak Sheila.
Mendengar ajakan Sheila, Raka menyetujuinya dia juga sedang merasa bosan dengan makanan di kantin.
"Ada mas, nanti aku beritahu tempatnya." Jawab Sheila semangat.
Setelah selesai makan siang bersama mereka kembali ke kantor.
Sheila pergi keruangan Raka untuk memberikan berkas , dia melangkah mendekati Raka, dengan sengaja Sheila pura-pura terjatuh.
Raka yang melihat Sheila terjatuh, segera menolong Sheila dan membantunya berdiri.
__ADS_1
" Kamu tidak apa-apa shei, apa ada yang sakit?" tanya Raka khawatir.
"Tidak apa-apa mas" ucap Sheila sambil mencoba berdiri, tapi tiba-tiba di mengeluh sakit di pergelangan kakinya.
"AU..., aduh sakit sekali sepertinya kakiku keseleo mas?" ucap Sheila berpura-pura kesakitan.
"Kenapa tadi jalannya tidak hati-hati shei, apa kamu bisa berjalan?" tanya Raka.
Sheila hanya meringis sambil menggelengkan kepalanya. melihat kondisi Sheila Raka langsung menggendong Sheila dan membawanya ke sofa yang ada diruangannya.
Sheila yang tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut segera melingkarkan tangannya di leher Raka.
Raka mendudukkan Sheila di sofa, kemudian membuka sepatu yang di kenakan Sheila.
"Dimana yang sakit shei?" tanya Raka sambil mengangkat kaki Sheila ke pahanya.
"Yang ini mas." Jawab Sheila.
Setelah mengetahui bagian mana kaki Sheila yang sakit, Raka langsung memijatnya.
__ADS_1
"AU... ahh..." Desah Sheila.