Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 98 "Dara benci papa"


__ADS_3

"Papa...." Teriak Dara yang bahagia bisa bertemu dengan papanya.


Dara terakhir bertemu dengan Raka ketika Raka datang ke rumah saat acara aqiqah Baby Ardy setelah itu dia tidak pernah lagi bertemu dengan papanya. Setiap Dara bertanya kepada mamanya, Kasih selalu menjawab bahwa Raka sedang bekerja di luar kota jadi harus tinggal di sana.


Ada tanya di hati bocah kecil itu, kenapa papanya ada di kota yang sama dengannya, bukankah mamanya mengatakan kalau papanya sedang bekerja di luar kota dan kenapa papanya bersama dengan seorang wanita, papanya bahkan memeluk wanita itu dengan mesra.


Mendengar suara anak kecil memanggilnya, Raka melihat ke sumber suara, ia begitu terkejut melihat Dara yang sudah berlari ke arahnya.


"Dara" Ucap Raka membuat Sheila juga melihat ke arah Dara.


"Papa Dara rindu sama papa, kenapa papa tidak pulang ke rumah. Apa papa tidak rindu sama Dara, adik Ardi dan mama?" Tanya Dara.


Mendengar pertanyaan Dara Sheila langsung menjawab "Kamu tidak tahu ya kalau, papa dan mama kamu itu sudah bercerai." Ucap Sheila membuat semua orang menatap tajam Sheila.

__ADS_1


"Bercerai, apa itu bercerai?" Tanya Dara.


"Bercerai itu artinya mama dan papa kamu berpisah, papa kamu tidak menyayangi mama kamu lagi, papa kamu sudah menikah dengan Tante dan papa kamu tidak akan pernah pulang lagi ke rumah kalian lagi." Jawab Sheila dengan enteng.


"Sheila, kamu bisa diam tidak." Bentak Raka.


"Kenapa? apa mas marah karena aku mengatakan yang sebenarnya. Sampai kapan kalian akan menyembunyikan ini pada anak ini." Ucap Sheila.


"Setidaknya kau memberi tahunya dengan cara yang mudah di mengerti tanpa menyakiti perasaaan Dara, Dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Dara adalah korban dari ulah kalian berdua tapi dengan teganya mulutmu itu berkata seperti itu. Dasar wanita jadi-jadian" Amuk Dini.


"Papa apa benar yang di katakan Tante ini, apa papa tidak lagi sayang kami dan papa memilih tinggal dengan Tante ini. Apa papa tidak akan pulang ke rumah, itu berarti Dara dan dedek Ardi tidak punya papa lagi." Tangis Dara semakin menjadi.


"Sayang papa tetap sayang sama kamu dan Ardi, papa cuma tidak bisa tinggal bersama kalian lagi." ucap Raka.

__ADS_1


"Kenapa, apa karena Tante jahat ini? Kenapa Tante mengambil papaku tante jahat, karena Tante aku dan adikku tidak punya papa lagi." Ucap Dara segugukan.


"Nak dengarkan pa...." Ucap Raka ingin memeluk putrinya tapi Dara menjauh darinya.


"Jangan peluk Dara, papa jahat Dara benci sama papa."Teriak Dara sembari berlari ke belakang tubuh pamannya.


"Dara sayang, sini nak." Bujuk Raka.


"Gak Dara gak mau, Dara benci, benci sama papa. Jangan pernah datang dan temui Dara lagi." Ucap Dara membuat Raka terpaku dengan ucapan putrinya itu.


"Paman,bibi ayo kita pulang, Dara gak mau di sini lagi." Pinta Dara dengan tangisannya.


Rian yang tidak tega melihat keponakannya itu segera menggendong Dara dan menenangkan bocah tersebut.

__ADS_1


"Iya sayang kita akan pulang, kamu jangan nangis lagi masih ada paman Rian dan paman Riko yang sayang sama kamu." Ucap Rian


"Kamu lihat kelakuan istri baru kamu ini, Gara-gara ucapannya membuat mental anak kamu jadi seperti ini." ucap Rian.


__ADS_2