
Arkan memandangi bibir mungil Kasih yang seolah-olah memanggilnya untuk mencicipi keindahan tersebut. Arkan mendekatkan wajahnya ke wajah Kasih sehingga bibir keduanya bertemu, Kasih yang gugup dan malu langsung memejamkan matanya, ia tidak berani menatap mata indah suaminya itu sedangkan Arkan semakin mengeksplor keindahan dan kenikmatan bibir istrinya.
Arkan yang sudah lama tidak menyentuh wanita seakan haus oleh sentuhan dan kehangatan ia bahkan dengan sangat rakus melahap bibir istrinya itu, setelah merasa Kasih sudah kehabisan napas barulah ia melepaskan ciumannya.
Keduanya kini saling menatap dengan deru napas yang tidak karuan akibat dari ciuman panas Arkan, pria itu mulai membelai wajah cantik istrinya "Kasih bolehkan aku meminta hakku malam ini"ucap Arkan dengan nada berat.
Kasih yang teringat dengan nasihat neneknya agar melayani Arkan dengan baik karena itu adalah kewajibannya sebagai istri, jangan sampai ia berdosa dengan menolak ajakan suaminya. Dengan wajah yang memerah Kasih menganggukkan kepalanya yang membuat Arkan semakin semangat dan langsung mengangkat Kasih dan membawanya ke ranjang.
Dibaringkannya Wanita itu di ranjang dengan sangat lembut kemudian ia mulai mencumbui Kasih mulai dari kening, pipi, bibir dan leher terus ke bawah sampai Kasih yang tadinya gugup sekarang ikut menikmati permainan yang di berikan Arkan, keduanya kini sudah terbakar api gair*h. Arkan bahkan kini sudah polos entah kapan ia melepas pakaiannya yang pasti Kasih juga syok melihat tubuh polos suaminya.
__ADS_1
Kasih langsung menutup matanya dengan tangannya yang membuat Arkan tersenyum "Kasih kamu tidak perlu malu, kita sudah halal dan kita sudah sama-sama berpengalaman jadi nikmati saja karena aku akan membawamu terbang hingga ke langit ketujuh." Ucap Arkan yang kembali menyerang bib*r Kasih.
Kasih yang berusaha menghilangkan rasa malu dan canggungnya mencoba merilekskan pikirannya dan menerima sentuhan Arkan, ia bahkan mengalungkan tangannya ke leher Arkan.
Melihat Kasih yang sudah bisa menerima sentuhannya, Arkan yang sudah tidak sabar ingin memasuki tubuh istrinya dengan tega merobek lingerie yang di kenakan Kasih "Astaga mas, kenapa di robek ini masih baru." Ucap Kasih.
"Terlalu lama untuk membukanya dengan cara yang benar, kamu tenang saja besok biar aku ganti dengan sepuluh lingerie baru lagi" Jawab Arkan dengan enteng.
Kasih yang heran kenapa Arkan berhenti langsung bertanya "Kenap berhenti, apa kamu berubah pikiran?" tanya Kasih dengan sedikit kecewa ia mengira Arkan menyesal melakukannya.
__ADS_1
"Aku hanya khawatir melihat kamu meringis tadi, seperti anak perawan saja." Ucap Arkan walau ia juga merasa heran kenapa sedikit susah ketika membobol gawang istrinya itu.
"Mungkin karena aku sudah lama tidak melakukannya." Ucap Kasih jujur.
Arkan yang tidak ingin Kasih merasa tidak nyaman saat melakukannya berusaha membuat Kasih nyaman dengan cara mencumb* istrinya itu agar kembali menikmati sentuhannya yang akan membuat Kasih lupa dengan rasa sakitnya.
Terbukti dengan cara itu Kasih sudah Mendes*h di bawah kukungan Arkan. Akibat dari suara desah*n Kasih membuat gair*h Arkan semakin bergelora. Arkan semakin semangat melakukan ibadah suami istri tersebut sehingga tidak terasa mereka kini sudah sampai pada puncak kenikmatan.
(Author panas dingin nih ngetiknya)
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak teman-teman.