
Raka yang sedari tadi mencoba memejamkan matanya ternyata tidak berhasil, bahkan sekarang ia sedang memikirkan Kasih dan Arkan. Raka panas sendiri memikirkan apa yang sedang di lakukan pasangan pengantin itu, apalagi ini adalah malam pertama mereka.
Raka bahkan kini sedang membayangkan Kasih dan Arkan sedang bermesraan yang membuat hatinya semakin terbakar cemburu, ia tidak rela mengigat Kasih yang selalu memenuhi kebutuhan ranjangnya dulu, Kasih sangat pintar menyenangkan suami, entah setan apa yang membuatnya tergoda dengan Sheila sehingga ia mengkhianati Kasih yang sedang hamil.
Bukan salah Kasih yang tidak bisa melayaninya ketika mantan istrinya itu sedang hamil, tapi memang itu adalah saran dokter karena kandungan Kasih waktu itu sempat melemah.
Tapi Raka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena penyesalannya tidak akan bisa mengembalikan Kasih yang kini sudah resmi jadi istri orang. Raka yang tidak bisa tidur karena pikirannya selalu di hantui dengan adegan Arkan yang menyentuh Kasih membuat ia memutuskan keluar dari kamar dan menghidupkan televisi di ruang tamu. Raka berusaha mengalihkan pikirannya yang semakin membuat ia uring-uringan dengan menonton televisi, sedangkan Sheila kini sudah terlelap mengarungi mimpinya.
__ADS_1
...*****...
Arkan menelan ludahnya, melihat Kasih yang sangat menggoda dengan lingerie merah marunnya, tubuh Kasih yang masih langsing walau sudah melahirkan dua kali itu sangat pas mengenakan lingerie yang membuat hasrat Arkan sebagai lelaki normal semakin menggebu-gebu. Apalagi Arkan sudah berpuasa sangat lama, melihat Kasih yang masih berdiri dengan wajah gugup dan malu, Arkan mendekati wanita yang kini halal untuk ia sentuh itu.
"Cantik" puji Arkan sembari menyelipkan helaian rambut Kasih yang sedikit berantakan ke belakang telinga Kasih.
Melihat Kasih yang terdiam membuat Arkan meraih pinggang langsing itu, mengikis jarak di antara mereka yang membuat Kasih terkejut dan berusaha menjauhkan diri dari Arkan.
__ADS_1
"Kenapa kamu menolakku, bukannya aku sudah mengatakan kepada kamu kalau kita sudah menikah kamu harus siap melayani semua kebutuhanku termasuk kebutuhan ranjang ku." Ucap Arkan mengingatkan.
"Kasih ingat mas, tapi bukannya mas tidak mencintaiku dan apa ini tidak terlalu cepat mas? Aku takut hamil sedangkan Ardi masih kecil di tambah dokter menyarankan agar aku tidak hamil dulu karena lahiran secara Caesar." Ucap Kasih mencari alasan.
"Kamu tidak usah takut, aku akan bermain secara aman, aku juga tidak mau kamu hamil secepat ini, kasihan Ardi yang masih butuh kasih sayang. Kamu tidak usah takut kalau aku akan meninggalkan kamu karena aku bukanlah laki-laki yang mempermainkan pernikahan dan aku bisa pastikan hanya kamu yang akan mendampingiku tak akan ada perempuan yang akan menjadi madumu."
Setelah mendengar apa yang di katakan suaminya, Kasih sedikit lega karena setidaknya ia akan menjadi wanita satu-satunya yang akan berada di sisi Arkan walau cinta suaminya belum bisa ia dapatkan, tapi Kasih yakin suatu hari nanti suaminya itu akan mencintainya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.