Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 109 "Nikmat mana lagi yang kau dustakan"


__ADS_3

Arkan yang mendengar suara pintu kamar mereka di ketuk terpaksa harus membuka matanya, dengan malas ia turun dari ranjang dan membuka pintu kamar hotel mereka. Ternyata di sana sudah berdiri MUA yang ingin merias istrinya "Permisi pak kami ingin merias istri bapak. Apakah sudah bisa saya mulai, atau saya mengganggu?" Tanya penata rias tersebut sambil menggoda pengantin baru itu.


"Oh... silahkan masuk mbak, maaf kalau mba sudah lama menunggu tadi kami ketiduran." Ucap Arkan menjelaskan takut wanita yang di hadapannya berpikir yang tidak-tidak.


Penata rias tersebut tersenyum melihat Arkan yang salah tingkah karena pertanyaannya "Aduh pengantinnya pasti kecapean, tidurnya lelap sekali. Jangan ganas-ganas atu pak, masih siang."


Arkan yang sudah tidak kuat dengan ledekan penata rias tersebut segera mendekati ranjang dan membangunkan istrinya "Kasih bangun, penata riasnya sudah datang." ucap Arkan sambil menepuk-nepuk tangan istrinya.


Kasih masih di rias di dalam Kamar hotel sedangkan Arkan sudah lebih dulu turun ke tempat acara resepsi untuk menyambut tamu undangan dan rekan bisnisnya. Setelah selesai memakai tuxedo dan merapikan tatanan rambutnya Arkan tadi di jemput sang asisten Rendy yang di suruh papa Arman untuk turun menyapa tamu undangan terlebih dahulu karena para tamu sudah berdatangan.

__ADS_1


Di dalam ruangan resepsi kini sudah banyak tamu undangan berdatangan rekan bisnis dan karyawan Arkan juga sudah berkumpul. Nadia, Fitri, Dion, Adam dan Anton sudah mengambil tempat duduk mereka begitu juga Raka dan Sheila yang ikut bergabung dengan mereka. Sebenarnya mereka malas satu meja dengan kedua manusia itu, tapi mereka yang ingin melihat ekspresinya Raka dan Sheila ketika mengetahui istri bos mereka adalah Kasih pasti sangat seru, kapan lagi melihat tontonan semenarik ini.


Semua tamu undangan berbisik-bisik melihat kedatangan pengantin pria yang didampingi oleh sang asisten, keduanya berjalan dengan gagah memasuki ruangan resepsi. Semua mata tertuju kepada sang pengantin pria yang terlihat sangat tampan dan gagah dengan tuxedo putihnya "Oh... tuhan pak Arkan ganteng sekali, beruntungnya istrinya memiliki suami seperti pangeran. Nikmat mana lagi yang kau dustakan." Ucap Nadia yang hampir meneteskan air liurnya melihat ketampanan bosnya itu.



Belum lama ia menikmati pemandangan yang menyegarkan mata, hati dan otaknya itu, tiba-tiba terdengar suara seseorang berdehem dan mata yang melotot hampir keluar, ya siapa lagi kalau bukan Dion. Ia merasa cemburu ketika kekasihnya itu terang-terangan memuji lelaki lain di hadapannya. Dion dan Nadia memang sudah resmi jadian, siapa sangka yang dulunya mereka seperti tom dan Jerry tapi sekarang seperti Romeo dan Juliet, begitu kira-kira benci jadi cinta.


Melihat kekasihnya yang cemburu Nadia gelagapan dan berusaha membujuk pacarnya agar tidak merajuk. Sheila yang diam-diam melirik ke arah Arkan yang berjalan melewati meja mereka juga terpana, ia bahkan memuja ketampanan bosnya itu "beruntung sekali istrinya, kenapa bukan dia saja yang aku goda dulu" guman Sheila dalam hati.

__ADS_1


Sedangkan di kamar pengantin kasih sudah selesai di rias, di sana sudah menunggu mama Risma dan mama Dewi yang akan membawanya ke acara resepsi, kedua wanita itu terpana dengan kecantikan pengantin wanita.



Ketiganya pergi meninggalkan kamar hotel dan memasuki ruangan resepsi, Kasih berjalan di apit mertua dan mantan mertuanya. Semua mata tertuju pada Kasih yang berjalan dengan Anggun dan menunduk malu karena tak sengaja ia bertatapan dengan Arkan yang juga terpana dengan kecantikan istrinya itu.



Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2