
"Mas sudah sana mandi, ini sudah jam sebelas. katanya mau berangkat ke kantor tapi kok masih malas-malasan" suruh Kasih yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya.
"Iya sayang, ini juga mau mandi." Ucap Arkan turun dari ranjang dengan malas.
Sejujurnya ia masih enggan untuk berangkat ke kantor. Rasanya lelaki itu ingin terus berada di dalam kamar bersama istrinya. Bermanja dan bermesraan dengan Kasih adalah hobi baru Arkan.
Seperti tadi lelaki itu segera memberikan baby Ardy kepada Sarti, kemudian ia kembali ke kamar menemui istrinya. Arkan tidak dapat menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Kasih sehingga terjadilah pergulatan ranjang di pagi hari.
Arkan bahkan terus mengulang kegiatan mereka, laki-laki itu tidak puas jika hanya melakukannya sekali saja. Jika tadi istrinya tidak protes dan meminta untuk menyudahi sesi percintaan mereka mungkin sampai sekarang mereka masih berada di atas ranjang.
Dengan berat hati Arkan melepas penyatuan mereka, karena tidak tega melihat istrinya yang sudah kelelahan melayaninya. Arkan juga tidak ingin Kasih sampai sakit karena ulahnya.
Arkan kini sudah selesai memakai pakaiannya, Kasih mendekati suaminya dan membantu memasangkan dasi Arkan. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Arkan sesekali menggoda dan menjahili sang istri yang sedang memasang dasinya.
__ADS_1
"Mas tanganmu, bisa diam tidak. Aku jadi lama masang dasi kamu." Ucap Kasih yang kesal dengan kelakuan suaminya. Tangan Arkan berselancar di bagian tubuh istrinya.
"Habisnya kamu seksi bangat sayang, mas jadi tidak rela mau meninggalkan kamu. Bagaimana kalau mas libur saja hari ini?" Arkan meminta pendapat sang istri.
"Gak mas, sudah sana kerja. Katanya mau punya anak lagi, tapi kok malas kerja sih. Ingat mas kalau aku hamil lagi, tanggungan mas bertambah dan aku gak mau punya suami malas dan gak punya uang." Goda Kasih.
"Kamu tenang saja sayang, harta mas masih banyak. Dijamin kamu dan anak-anak akan hidup sejahtera." Jawab Arkan sembari mengecup bibir Kasih sekilas.
"Iya, aku tahu kalau suami aku ini kaya tujuh turunan. Sudah selesai mas." Ucap Kasih tersenyum manis kepada Arkan.
Kasih dengan cepat meraih tas kerja suaminya, kemudian mengantar Arkan hingga teras rumah.
"Mas nanti siang aku mau ke toko kue. mau melihat perkembangan toko. Sudah rindu dengan toko dan karyawan aku mas. Sudah lebih satu bulan aku gak ke sana. Aku minta izin mas, bolehkan aku ke sana mas?" Tanya Kasih.
__ADS_1
"Boleh sayang, tapi nanti kamu perginya di antar sopir. Kalau begitu mas berangkat dulu, I love you." Ucap Arkan kemudian mengecup kening Kasih.
"I love you too mas. Hati-hati di jalan mas, jangan ngebut." Ucap Kasih tersenyum manis kepada suaminya.
Sedangkan di dalam apartemen seorang laki-laki baru terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan sinar matahari yang menggangu tidurnya.
"Ssssttt, pusing sekali kepalaku." Ucap Raka yang sudah duduk di sofa sembari memijit keningnya.
Lelaki itu perlahan mencoba mengingat apa yang terjadi kepadanya tadi malam, Sehingga ia bisa sampai di apartemennya. Tetapi sayang lelaki itu tidak mengingat apa-apa. Raka hanya ingat dia berada di club malam dengan Sheila kemudian mereka minum-minum setelah itu Raka tidak mengingat apa-apa lagi.
Raka juga mencari sang istrinya di dalam apartemen tapi tidak menemukannya.
Ponsel Raka berbunyi, dengan cepat ia menjawab panggilan tersebut.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih.