
"Apa kamu menyesal telah melepaskan Kasih?" tanya Rendy dengan wajah datarnya.
"Ya, aku menyesal karena tergoda dengan nafsu sesaat, aku yang merasa jenuh dan bosan dengan istriku saat itu mengira bahwa cinta yang aku miliki untuknya sudah pudar, sehingga aku gelap mata. Tetapi ternyata aku masih mencintainya." ucap Raka dengan Sedih.
"Penyesalan memang selalu datang di akhir, sekarang kalian sudah memiliki kehidupan masing-masing dan aku harap kamu cukup menyimpan penyesalanmu itu, jangan sampai kamu mengganggu hubungan mereka. Jika kamu berani mengusik mereka aku tidak akan tinggal diam." Ucap Rendy memperingatkan.
Sedangkan di depan ruang operasi Arkan dan kedua orangtuanya sedang menunggu Kasih yang sedang di operasi. Arkan bahkan merasa waktu sangat lambat, membuat ia tidak tenang. Apalagi ketika ia teringat akan mimpinya, lelaki itu semakin takut mimpi itu menjadi kenyataan.
__ADS_1
Melihat anaknya yang ketakutan mama Risma mendekat dan memeluk putranya itu, wanita itu berusaha menenangkan Arkan "Kamu harus kuat mama yakin Kasih pasti bisa bertahan, jangan nangis terus. Kita berdoa agar Kasih di beri keselamatan."
"Arkan takut ma, karena di dalam mimpi arkan Rena membawa Kasih pergi ma. Arkan gak mau kehilangan lagi ma, Arkan butuh Kasih. Aku sudah mencintai istriku ma, tapi kenapa tuhan memberi cobaan ini." Adu Arkan kepada mamanya.
Mama Risma terdiam mendengar perkataan Arkan, wanita itu juga terkejut dan takut apa yang di mimpikan anaknya benar terjadi dalam hati ia berdoa "Ya Allah tolong selamatkan menantu hamba, jangan kau ambil dia ya Allah. Kembalikan dia kepada kami ya Allah masih ada anak-anaknya dan suaminya yang sangat membutuhkannya ya Allah."
"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan keadaan istri anda sudah normal tetapi saat ini istri anda masih dalam pengaruh obat bius jadi harus menunggu beberapa jam lagi mungkin beliau akan sadar dan sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang rawat. Kalau begitu saya permisi dulu pak." Ucap Dokter tersebut.
__ADS_1
Arkan dan semua orang yang ada di sana merasa lega ketika sudah mendengar kondisi Kasih saat ini, Arkan bahkan memeluk kedua orangtuanya karena merasa senang. Raka juga merasa bahagia karena kondisi mantan istrinya itu sudah baik-baik saja, lelaki itu merasa berguna karena dapat menolong wanita yang sudah memberinya dua anak itu.
Papa Arman yang melihat Raka masih berdiri di sana datang mendekat dan mengucapkan terima Kasih karena sudah bersedia mendonorkan darah kepada menantunya itu.
"Terima Kasih pak Raka, karena sudah mau menjadi pendonor untuk menantu saya, kami berhutang Budi dengan pak Raka karena tanpa darah yang bapak donorkan kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan menantu kami. Sesuai dengan janji saya, pak Raka akan mendapatkan hadiah yang saya janjikan dan Asisten Rendy yang akan mengurusnya." Ucap papa Arman.
"Maaf pak, saya tidak menginginkan hadiah tersebut karena saya tulus menolong menantu bapak karena bagaimanapun Kasih adalah ibu dari anak-anak saya. Saya tidak ingin anak-anak saya kehilangan ibu mereka pak." Jawab Raka
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.