Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 35 "Tipe istri ideal"


__ADS_3

"Shei udah dulu ya, mas mau tidur besok mas terlambat bangun." Ucap Raka menutup panggilan Sheila.


Tak mau mendengar Sheila yang selalu menggodanya, Raka masih bimbang.


Kasih adalah tipe istri yang ideal terbukti semenjak mereka menikah Kasih bisa mengurusnya dengan baik, mengurus rumah juga bisa, mengatur keuangan juga bisa. Terbukti mereka sudah bisa membeli rumah ya walau hanya rumah sederhana tapi Raka sangat bersyukur dari pada mereka masih harus mengontrak, Kasih yang sederhana memilih menabung uang yang di beri Raka hanya memakainya untuk kebutuhan mereka saja, sedangkan untuk tas, baju, sepatu atau untuk perawatan dirinya kasih hanya sesekali, malah kadang kasih tidak mau melakukannya karena baginya menabung lebih penting dari pada menghamburkan uang.


Ditambah lagi Kasih sangat dekat dengan kedua orang tuanya, jika ia sampai ketahuan main hati dengan perempuan lain, mungkin dia akan di musuhi keluarganya karena menyia-nyiakan Perempuan sesempurna Kasih.


Tapi di lain sisi Sheila sangat menggoda imannya, apalagi dia mulai nyaman dengan Sheila. Dikala dia pusing dengan urusan kerja dan istrinya, Sheila yang menghibur dan menawarkan kehangatan itu ya walau belum di balas oleh Raka.


Raka yang tak mau semakin pusing memikirkannya, ia mematikan televisi dan berlalu ke kamarnya.


Raka membaringkan badannya di samping sang istri yang mana di tengah-tengah mereka ada guling sebagai pembatas.

__ADS_1


Kasih tidak mau di peluk olehnya,karena Kasih tidak suka dengan bau badannya.


...*****...


Sedangkan di apartemennya Sheila sedang tersenyum karena Raka mematikan teleponnya, Sheila tau Raka sudah tergoda kepadanya tapi rasa takutnya kehilangan istrinya masih jauh lebih besar.


"Tidak apa-apa Sheila, biarkan mas Raka menolakmu hari ini tapi kita lihat besok, lusa ,atau mungkin Minggu depan. Apa dia masih sanggup menolakmu, yang perlu kau lakukan adalah terus menggodanya sampai ia sendiri yang meminta dirimu datang kepelukannya." Ucap Sheila sambil tertawa sendiri.


...*****...


Kasih memang sudah tidak mual atau muntah di pagi hari lagi, tapi dia selalu tidak suka mencium wangi tubuh Raka, atau berdekatan dengan Raka.


Setelah selesai mandi Kasih keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang mereka dengan hanya melilitkan handuk di tubuhnya.

__ADS_1


"Mas bangun, sudah pagi nanti mas terlambat ke kantor loh." Ucap Kasih sambil menggoyangkan lengan suaminya.


Tetapi Raka tak kunjung bangun, Kasih yang kesal melihat suaminya membangunkan Raka dengan suara yang sedikit lebih keras dan lebih kuat menggoyangkan lengan Raka barulah suaminya terbangun.


Raka yang membuka matanya melihat tampilan istrinya dengan tampilan seperti itu langsung on. Hanya sehelai handuk yang menutupi tubuh putih Kasih, ditambah tetesan air yang jatuh di leher dan bahu Kasih menambah kesan **** .


Raka yang sudah menahan hasr*tnya dari kemarin-kemarin tidak bisa lagi membiarkan Kasih lolos pagi ini.


Raka langsung menarik Kasih kepangkuannya dan ******* bib*r istrinya, tangan Raka sudah bergerilya di bukit kembar Kasih, Raka yang tidak sabar langsung menarik handuk Kasih sehingga Kasih tampil polos di depannya


Melihat pemandangan tubuh istrinya yang sedikit berisi tapi tambah **** membuat nafs*nya semakin menjadi-jadi.


Raka langsung menciumi dan menghis*p leher istrinya meninggalkan jejak kepemilikannya disana.

__ADS_1


__ADS_2