
Kasih yang merasa hancur dengan perkataan suaminya memilih pergi meninggalkan hotel tersebut, semua orang yang ada di sana terlalu fokus kepada Rian yang menghajar Raka sampai tidak sadar dengan kepergian Kasih.
Sesampai di parkiran motornya, kasih segera melajukan sepeda motornya dengan hati yang hancur ia memacu kendaraannya sampai di persimpangan Kasih yang sedang tidak fokus tidak mengetahui kalau ada sepeda motor yang melaju dengan cepat sehingga membuat Kasih terkejut dan langsung menghindar yang mengakibatkan Kasih tidak bisa menjaga keseimbangan sepeda motornya yang berakibatkan Kasih jatuh di jalan.
Akibat benturan yang mengenai perutnya, Kasih merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sementara beberapa pengendara sudah berhenti melihat Kasih yang terkapar di jalan, Arkan dan Rendy yang ingin pulang berada pad di tempat kejadian, bahkan Arkan dan Rendy melihat apa yang terjadi dengan Kasih karena Kasih terjatuh tepat di depan mobil mereka.
Beruntung tadi Rendy dengan cepat menginjak rem kalau tidak, mungkin mereka sudah menabrak perempuan tersebut.
Arkan dan Rendy bergegas keluar untuk melihat keadaan Kasih.
"Astaga dia sedang hamil besar bos." Ucap Rendi.
Sedangkan Arkan melangkahkan kakinya mendekat wanita itu, menanyakan keadaannya.
"Apakah anda baik-baik saja, anda bisa mendengar saya?" tanya Arkan.
__ADS_1
Kasih yang sudah setengah sadar hanya bisa mengucapkan "Tolong sa... ya...,perut saya sa...kit, to... long sela...matkan anak sa...ya" ucap Kasih sebelum hilang kesadarannya.
Melihat wanita yang ada di hadapannya pingsan membuat Arkan semakin panik, ia berusaha menyadarkan Kasih dengan menepuk pipi wanita itu, sampai Arkan mendengar seorang ibu-ibu yang ikut mengerumuni Kasih berkata "Astaga dia mengalami pendarahan, cepat kalian tolong dia, kalau tidak bayinya bisa tidak selamat."
Mendengar ucapan ibu-ibu itu mata Arkan tertuju ke kaki Kasih yang sudah banyak berlumur darah, tanpa berpikir panjang Arkan segera mengangkat Kasih dan menyuruh Rendy membawa mereka ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit Rendy berteriak memanggil suster, Sedangkan Arkan menggendong Kasih masuk ke dalam rumah sakit, suster segera membawa Kasih keruangan IGD di iringi Arkan dan Rendy.
"Bapak silahkan diurus dulu administrasi istri anda, agar pasien segera di tangani." ucap seorang perawat kepada Arkan.
"Bos saya bukan suaminya, kami tidak mengenalnya Kami hanya menolongnya." Jawab Rendy.
Tak mau memperpanjang perdebatan Arkan segera menyuruh Rendy membereskan biaya administrasi agar perempuan yang ia tolong bisa di selamatkan, bagi Arkan biaya rumah sakit perempuan yang ia tolong tidak akan membuatnya jatuh miskin.
Setelah menyelesaikan biaya administrasi barulah para dokter menjalankan tugasnya, sebelum Kasih di operasi Dokter sudah berbicara kepada Arkan bahwa bayi di dalam kandungan Kasih melemah dan harus segera di keluarkan walau belum waktunya.
__ADS_1
Arkan langsung menyetujui apa yang di katakan dokter, yang terpenting bayi dan ibunya selamat itulah yang ada di pikiran Arkan.
*
*
*
Rian yang sudah merasa cukup memberi pelajaran kepada Raka, mengedarkan pandangannya ketempat Kasih tadi berdiri, alangkah terkejutnya ia tidak melihat adik iparnya itu "Dimana Kasih Rik?" tanya Rian.
Mendengar pertanyaan abangnya Riko pun terkejut, Kasih yang tadinya berdiri di sampingnya sudah tidak ada.
"Tadi disini bang, sekarang kemana ya, apa jangan-jangan Kasih pergi bang" jawab Riko.
"Apa..." ucap Rian.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya, agar author jdi lebih semangat dan rajin up-nya.
terima kasih