Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 105 "Undangan pernikahan"


__ADS_3

Sedangkan di kantor setelah jam istirahat berakhir, Rendy memanggil salah satu karyawan untuk membagi seluruh undangan pernikahan bosnya kepada semua karyawan.


Setelah itu dia melanjutkan pekerjaannya yang masih menumpuk.


Karyawan yang membagikan undangan tersebut kini berada di ruangan Raka ia menyerahkan undangan tersebut kepada Manager keuangan itu.


"Ada perlu apa anda kemari?" Tanya Raka yang sibuk dengan kerjaannya yang menumpuk.


"Saya ingin mengantarkan undangan pernikahan pak Arkan pak." Jawab karyawan tersebut.


"Ya sudah letakkan di situ, nanti saya baca. Saat ini saya sedang sibuk, dan segeralah keluar dari ruangan ini." Ucap Raka.

__ADS_1


Karyawan itu meletakkan undangan tersebut di atas meja Raka dan segera meninggalkan ruangan tersebut sesuai perintah Raka, dalam hati karyawan tersebut mengumpat Raka "Dasar manusia sombong, baru saja jadi manager keuangan gayanya selangit,sombong minta ampun, mana tukang selingkuh lagi." Umpat karyawan tersebut.


Sedangkan teman-teman Raka sedang menertawakan Raka karena mengetahui calon istri bos mereka adalah Kasih mantan istrinya Raka "Penasaran deh, melihat ekspresinya Raka dan Sheila ketika membaca undangan pernikahan pak Arkan." Ucap Fitri tertawa.


"Senang bangat sih mba Kasih dapat pengganti sepuluh kali lipat lebih segalanya dari Raka, mana tajir lagi. Jangan mba Kasih yang janda, saya saja yang masih perawan mau sama duda kalau dudanya seperti pak Arkan" Ucap Nadia.


"Pasti Raka bakal malu karena sebentar lagi mantan istrinya jadi istri bosnya, makan tu pelakor." Tambah Dion.


"Sheila kenapa gak masuk hari ini, kemana dia? tanya Anton.


Mereka semua tertawa mendengar perkataan Nadia, Setelah itu mereka kembali ke meja masing-masing, Adam yang ingin menyerahkan berkas kepada Raka terpaksa harus menemui rekannya itu. Setelah di persilahkan masuk, Adam langsung menyerahkan berkas tersebut, dan karena penasaran Adam bertanya kepada Raka "Kamu sudah dapat undangan pernikahan pak Arkan?" Tanya Adam.

__ADS_1


"Sudah, tadi ada karyawan yang datang mengantarnya tapi aku belum sempat baca kapan,dimana dan jam berapa acaranya."Jawab Raka.


"Kalau begitu bacalah biar kamu tahu, emang gak penasaran?" Pancing Adam.


"Ya gak lah, mau bos nikah sama siapa gak ada untungnya sama kita, jadi ngapain penasaran. kamu sudah baca? Kalau sudah kapan dan dimana tempatnya." Tanya Raka balik.


Adam memberi tahu kapan dan dimana acara di langsungkan, Adam yang tiba-tiba dapat ide untuk membuat rekannya itu malu setengah mati.


"Kalau begitu aku keluar ya Raka. masih banyak kerjaan soalnya." Ucap Adam meninggalkan Raka.


"Bagus deh kalau kamu gak minat baca undangan itu, dengan begitu kamu akan datang ke pernikahan mantan istrimu dan selamat menyaksikan mantan istrimu bersanding dengan laki-laki yang lebih segalanya dari kamu. Sebentar lagi kamu akan merasakan panas melihat Kasih dan anak-anak mu bahagia dengan laki-laki lain. Selamat menikmati penyesalanmu Raka ." Ucap Adam dalam hati.

__ADS_1


Sore harinya Raka yang ingin pulang ,tidak jadi membaca undangan tersebut dan langsung menaruh undangannya di laci mejanya, Raka merasa tidak perlu membacanya karena dia sudah di beri tahu Adam kapan dan dimana tempatnya.


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya. Agar author lebih semangat dan rajin up-nya, terimakasih teman-teman.


__ADS_2