Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 160 "Sebaiknya kita bercerai"


__ADS_3

"Sheila sebaiknya kita bercerai saja." Ucap Raka dengan lantang membuat langkah kaki Sheila terhenti.


Jantungnya seolah berhenti berdetak, serta dadanya sakit mendengar suaminya mengucapkan kata-kata itu dengan lantang. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba lelaki itu meminta untuk bercerai padahal Sheila sudah menurunkan egonya untuk tidak menanyakan dari mana suaminya itu tadi malam, Sheila bahkan bersikap manis pagi ini kepada Raka.


"Jangan bercanda deh mas, gak lucu tahu gak. Ayo cepat sarapan nanti kita terlambat." Ajak Sheila seolah menganggap ucapan Raka itu hanya candaan, padahal dalam hati wanita itu tahu kalau suaminya itu serius.

__ADS_1


"Aku gak bercanda shei, aku serius. Sudah tidak ada lagi kecocokan di antara kita. Hubungan kita di mulai dengan menyakiti hati seseorang itu saja sudah salah, di tambah lagi kita selalu saja bertengkar, kamu selalu mengatur aku ini itu, aku tidak boleh bertemu dengan anak-anakku, tidak boleh memberi mereka nafkah, dan satu lagi aku sudah tidak sanggup memenuhi gaya hidup kamu yang seperti perempuan kelas atas," Tutur Raka.


Air mata yang di tahan Sheila sedari tadi akhirnya jatuh juga, ia berjalan mendekati Raka. Meraih tangan kekar itu sembari memohon agar Raka mencabut kata-katanya.


"Mas kamu jangan ceraikan aku, kalau cuma itu yang membuat kamu tidak nyaman aku akan berubah mas. Aku tidak akan menanyakan kemana di mana kamu jika pulang terlambat. Aku juga tidak akan mengatur mas lagi, jika memang mas ingin bertemu dan memberi nafkah untuk anak-anak mas aku akan memberi izin, aku juga akan merubah gaya hidupku yang suka menghamburkan uang mas." Tangis Sheila memeluk Raka.

__ADS_1


Sheila mengejar Raka hingga ke ruang tamu, ia mencekal tangan Raka "Mas kamu gak bisa meninggalkan aku seenaknya, ingat mas aku sudah di cap semua orang sebagai perempuan perebut suami orang dan Mantan istri kamu itu juga sudah mempermalukan aku. Aku gak mau bercerai mas, kamu itu hanya sedang emosi dan capek makanya kamu bisa berpikiran seperti ini. Kamu itu mencintai aku mas buktinya kamu bisa meninggalkan istri dan anak-anak kamu demi bisa bersamaku."


"Dengar Sheila, dulu ketika kamu menggodaku aku juga sudah mengingatkan kamu supaya tidak berharap lebih dengan hubungan kita, nasibku saja yang sial karena Kasih mengetahui perselingkuhan kita hingga ia memilih bercerai dariku. Ingat shei, aku tidak pernah meminta cerai kepada Kasih, tapi Kasihlah yang menggugatku. " Ucap Raka yang mulai emosi dengan keras kepalanya Sheila.


"Gak mas, Aku ini cantik mas banyak yang tergila-gila kepadaku apa kurangku mas? gak mas kamu hanya mencintaiku titik." Teriak Sheila diiringi dengan suara tangisannya yang tak kunjung berhenti.

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat up-nya.


__ADS_2