
Hari berganti hari tidak terasa sudah satu bulan berlalu setelah obrolan menantu dan mertua di dapur kala itu. Setelah mendengar saran dari mertuanya Kasih ingin membicarakan hal itu dengan sang suami. Tetapi selalu saja gagal karena Kasih tidak tega melihat Arkan yang akhir-akhir ini selalu sibuk dengan kerjaannya. Apalagi Suaminya itu sedang ada proyek baru membuat Arkan tidak mempunyai banyak waktu. Tetapi beberapa hari ini Arkan sudah sedikit tenang karena proyeknya sudah hampir rampung, sehingga Kasih mengajak Arkan untuk konsultasi.
Arkan juga sependapat dengan mamanya, mereka harus konsultasi dengan Dokter kandungan mengingat Kasih yang belum genap dua tahun melakukan operasi Caesar. Arkan takut hal itu mempengaruhi keselamatan Kasih dan ia tidak mau kehilangan orang yang ia cintai untuk kedua kalinya.
"Ya sudah kalau begitu besok sore kita konsultasi dengan Dokter kandungan, biar kita tahu apa kamu sudah boleh hamil lagi atau belum." Ucap Arkan sembari mengecup punggung polos istrinya. Sepasang suami istri itu memang baru selesai melakukan ritual ranjang bergoyang yang menguras tenaga.
"Tapi mas, bukannya selama satu bulan ini kamu selalu membuangnya di dalam. Bagaimana kalau itu jadi mas, secara kamu tiap malam selalu minta jatah, walau sudah lelah karena sibuk dengan kerjaan tapi mas gak pernah absen menabur benih mu." Ucap Kasih mengingatkan.
"Astaga, bagaimana ini sayang. Semoga di sini belum tumbuh benihku sayang, kalaupun sudah tumbuh semoga tidak membahayakan kamu sayang." Ucap Arkan sambil mengusap perut istrinya yang terlihat khawatir.
...*****...
__ADS_1
Keesokan harinya sesuai janji Arkan, lelaki itu pulang dari kantor lebih cepat. Arkan sudah tidak sabar ingin membawa Kasih untuk konsultasi, apalagi laki-laki itu sangat takut ucapan Istrinya yang mengingatkannya kalau selama satu bulan ini , Arkan selalu membuangnya di dalam. Membuat ia semakin cemas dan tidak sabar untuk menemui Dokter tersebut.
Kini Arkan dan Kasih sedang menunggu antrian untuk di panggil masuk ke dalam ruangan Dokter.
Setelah menunggu sekitar lima belas menit barulah nama Kasih di panggil. Keduanya kini sudah berada di dalam ruangan Dokter dan menjelaskan apa yang ingin mereka tanyakan.
Setelah itu Dokter menanyakan kapan haid terakhir Kasih, mengingat pengakuan keduanya yang melakukan hubungan suami istri selama sebulan ini tanpa pengaman dan selalu mengeluarkannya di dalam.
"Sebenarnya saya sudah telat 3 hari Dokter, tapi itu biasa karena saya sering mengalaminya." Ucap Kasih yang masih yakin kalau dirinya tidak hamil. Apalagi ia tidak mengalami mual da muntah gejala perempuan hamil.
"Kalau begitu kita USG saja ya pak, Bu supaya lebih jelas. Apakah ibu Kasih hamil atau tidak." Ucap Dokter tersebut memberitahu.
__ADS_1
"Iya Dok" Saut keduanya.
Kasih sudah berbaring di ranjang pasien dan sudah diolesi gel yang di bantu oleh seorang perawat, sedangkan Arkan sudah dag dig dug takut kalau Kasih hamil, mengingat Dokter tadi mengatakan sebaiknya Kalau seorang wanita yang pernah melakukan operasi Caesar sebaiknya mengandung kembali ketika sudah dua tahun melakukan operasi tersebut, sementara Ardy baru berusia setahun lebih.
Dokter mulai memeriksa rahim Kasih dan tersenyum setelah melihat apa yang ada di layar.
"Bapak, ibu coba lihat ke monitor. Di sana sudah tumbuh anak bapak dan ibu. Usianya sudah empat Minggu. Selamat ya pak, Bu." Ucap Dokter tersebut.
Deg....
Kalau mau lanjut lagi, jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat. Kasih semangat dong, 😊😊😊
__ADS_1