Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 235 "Bertemu cucu"


__ADS_3

Kehebohan terjadi di luar ruang operasi, ketika tangisan bayi terdengar memecah kesunyian. Selama operasi berlangsung kedua orang tua Arkan dan nenek Murni menanti dengan was-was. Semuanya duduk dan diam sembari melapalkan doa-doa agar sang menantu dan cucu-cucu mereka selamat dan sehat, raut wajah khawatir terlihat di ketiga wajah yang tak lagi muda itu.


Tapi semua berubah kala terdengar suara tangisan bayi yang bersaut-sautan.


Oeeek....Oeeek....


Oeeek....Oeeek....


Oeeek....Oeeek....


"Pa cucu kita sudah lahir, cucu kembar kita pa." Ucap mama Risma sambil menangis.


"Iya ma, Alhamdulillah cucu kita sudah lahir."

__ADS_1


"Terima kasih ya Allah, akhirnya penerus keluargaku telah lahir, terima Kasih karena sudah memberi umur panjang untukku sehingga hamba bisa melihat cicit hamba." Nenek Murni tak lupa memanjatkan doa kala mendengar tangisan cicitnya.


Air mata tak terbendung dari mata wanita tua itu, rasa bahagia dan haru menyelimuti hatinya. Sebelumnya ia sempat putus harapan untuk melihat cicitnya kala sang cucu memutuskan untuk tidak membuka hati untuk wanita manapun setelah kematian istri pertamanya. Tapi Tuhan masih berbaik hati kepadanya, di sisa usianya ia bisa melihat penerus keluarganya. Kini wanita tua itu sudah tenang jika suatu saat di panggil sang maha kuasa untuk berkumpul dengan suaminya di surga.


Papa Arman dan mama Risma berpelukan sebagai ekspresi kebahagian mereka atas kelahiran ketiga cucu mereka. Sepasang suami istri itu mengurai pelukan mereka kala melihat sang ibu larut dalam tangisannya. Risma mendekati sang mertua, kemudian memeluk wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kandungnya itu. Keduanya menangis karena penantian panjang mereka akhirnya berbuah manis.


"Ibu kenapa menangis, Cicit-cicit ibu sudah lahir?" Tanya Risma.


Papa Arman mendekati kedua wanita tersayangnya itu, lelaki paruh baya itu juga ikut bergabung memeluk keduanya.


"Jangan menangis lagi, kita harus berbahagia menyambut mereka. Tuhan itu baik Bu, kita harus menanti penerus keluarga kita begitu lama tapi lihat sekarang Allah memberikannya tiga sekaligus." Ucap papa Arman mencairkan suasana.


Tak lama setelah itu pintu ruang operasi terbuka, Dokter yang menangani operasi Kasih keluar dan mengucapkan selamat kepada mereka. Kemudian di susul perawat yang membawa ketiga bayi Kasih dan Arkan. Melihat bayi-bayi mungil tersebut, mereka segera menghampiri dan menatap ketiga bayi lucu itu.

__ADS_1


"Silahkan di lihat sebentar bapak, ibu sebelum saya bawa ke ruang bayi. Cucu bapak dan ibu dua laki-laki dan satu perempuan."Ucap Perawat tersebut mempersilahkan kakek nenek tersebut melihat cucunya.


"Bu lihat, mereka lucu sekali." Ucap mama Risma.


"Lihatlah yang ini mirip Arkan, dan ini mirip Kasih, sedangkan yang perempuan mata dan hidungnya mirip Arkan, Kasih cuma kebagian di bibir saja." Ucap nenek Murni dengan antusias meneliti cicitnya.


"Iya Bu, Aduh lucunya cucu Oma!" Seru mama Risma yang merasa gemas.


"Bagaimana keadaan menantu saya Sus?" Tanya papa Arman.


"Keadaannya baik dan sebentar lagi akan keluar dan akan di pindahkan ke ruang perawatan. Kalau begitu saya bawa bayi-bayinya dulu ya pak, Bu." Jawab perawat tersebut.


"Tolong di jaga dengan baik cicit saya ya sus, karena saya sudah lama menantikan mereka ." Ucap nenek Murni, membuat perawat tersebut tersenyum dan mengiyakan permintaan nenek Murni.

__ADS_1


__ADS_2