Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 193 "Menyadari"


__ADS_3

"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Anggun dalam sambungan telepon.


"Aku sampai dengan selamat, dan sekarang aku masih sedikit pusing. Apa kamu yang mengantarku ke apartemen?" Tanya Raka kembali.


"Bukan, tapi aku yang memesankan taksi untukmu dan menyuruh sopir taksi itu mengantarmu sampai apartemenmu. Mobilmu masih di club itu, Syukurlah kalau kamu sampai dengan selamat, aku hanya khawatir. Kalau begitu sudah dulu, sugar Daddyku sudah datang." Ucap Anggun mengakhiri pembicaraan mereka.


Raka baru saja selesai membersihkan tubuhnya, kini Raka sudah berada di dapur mencari makanan yang di siapkan istrinya.


Raka berdecak kesal karena tak mendapati makanan di dapur, sudah di pastikan kalau Sheila tidak menyiapkan sarapan pagi ini.

__ADS_1


"Dasar perempuan sialan, gak berguna. Kenapa nasibku sial sekali setelah menikah dengannya. Dulu ketika dengan Kasih, aku selalu bisa menyisihkan gajiku untuk menabung, padahal hanya aku yang bekerja. Tapi sekarang aku tidak bisa menabung bahkan aku selalu kekurangan uang padahal kami berdua bekerja. Kenapa aku bisa gelap mata dulu. Aku menyesal Kas, padahal semua keluargaku telah menasehati diriku agar tidak menyia-nyiakanmu. Apa ini karma untukku Kas." Ucap Raka menyesali perbuatannya.


Raka yang terbiasa selalu di layani oleh Kasih, sekarang harus mandiri dan mengurus dirinya sendiri. Dulu Kasih selalu menyiapkan keperluannya mulai dari pakaian sampai makannya selalu tersedia, Raka di perlakukan bak raja.


Sekarang semuanya berbanding terbalik ketika ia bersama Sheila, Raka merasa seperti tidak memiliki istri, Raka selalu menyiapkan semuanya sendiri bahkan makannya juga tidak teratur, yang Sheila peduli hanyalah uangnya.


Tak mau terlalu memikirkan kesedihannya Raka langsung memesan makanan secara online karena sudah sangat lapar. Hari ini Raka bahkan tidak berangkat kerja karena bangun kesiangan.


"Ckckck, sial kenapa hidupku semakin kacau. Kalau bukan karena anak dalam kandungan Sheila, mungkin sekarang aku sudah menggugat cerai wanita itu." Ucap Raka yang sedikit prustasi.

__ADS_1


Tak mau memikirkan Sheila lebih lama lagi yang membuatnya semakin pusing, Raka teringat dengan kedua anaknya, seutas senyum tampak di wajahnya.


"Aku merindukan anak-anakku. Apa Aku hubungi Arkan saja." Pikir Raka tapi ia urungkan mengingat hari ini dia tidak masuk kerja. Bisa-bisa dia dapat masalah karena bosnya tahu di tidak masuk hari ini.


Setelah berpikir akhirnya Raka memutuskan menghubungi Arkan malam hari saja , Raka ingin mengutarakan maksudnya yang ingin menemui kedua buah hatinya. Setelah pertemuannya dengan Dara dan Ardy beberapa Minggu lalu, baik Arkan dan Kasih tidak melarang Raka jika ingin menemui anak-anaknya.


Sore harinya Sheila sudah kembali ke apartemennya, wanita itu menemukan Raka yang sedang terlelap di atas ranjang mereka.


Dengan emosi Sheila membanting pintu kamar mandi ketika ia masuk ke untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Raka terkejut dengan suara pintu yang di banting Sheila, Raka langsung duduk dan menatap seluruh kamar, Raka hanya menghela napasnya kala tahu itu ulahnya Sheila, bahkan Raka kini sudah menunggu Sheila selesai mandi. Raka sudah siap untuk berperang mulut dengan Sang istri.


__ADS_2