
Akhir orang yang di tunggu-tunggu Kasih sudah datang, dengan langkah cepat Rendy memasuki ruangan bosnya setelah mengetuk pintu.
"Akhirnya kamu datang juga Ren, bagaimana apa kamu mendapatkan kue putu bambunya?" Tanya Arkan dengan cepat.
"Sudah bos, maaf jika lama karena saya harus mencarinya sampai ke pasar." Rendy menyerahkan bungkusan yang ia bawa dengan napas yang masih ngos-ngosan.
Dengan cepat Kasih meraih bungkusan yang di bawa Rendy dengan wajah yang berbinar. Tak lupa wanita hamil itu berterima Kasih kepada asisten suaminya.
"Terima kasih Rendy, sekarang kamu kembalilah keruanganmu dan istirahat sebentar. Sepertinya kamu sangat lelah." Ucap Kasih.
Arkan hanya diam memperhatikan sang istri setelah asistennya itu pergi meninggalkan keduanya. Kini Kasih sibuk membuka bungkusan yang berisi kue putu yang ia inginkan.
Bahkan Arkan tidak bisa menahan senyum di wajahnya kala melihat Tingkah lucu sang istri. Kasih dengan tidak sadar menelan ludahnya dengan Kasar melihat penampilan Kue putu bambu yang kini ada di hadapannya.
__ADS_1
Aroma kue putu bambu yang menggiurkan di taburi dengan kelapa parut dan gula pasir membuat air liur wanita hamil itu hampir menetes.
Tak lupa berdoa kemudian Kasih segera menikmati makanan yang ada di hadapannya, wanita hamil itu bahkan lupa dengan keberadaaan suaminya. Kasih dengan lahap memakan kue putu tersebut. Ketika ia akan memasukkan kue putu yang terakhir, matanya tak sengaja bertemu dengan mata Arkan yang sedari tadi memperhatikan tingkah lucu Kasih.
Dengan wajah tak bersalah Kasih hanya menampakkan deretan gigi rapinya, dengan berat hati wanita itu menawarkan kue putu terakhirnya kepada suaminya.
"Hehehehe...., mas mau?" Tawar Kasih yang sebenarnya tidak rela jika kue putu terakhirnya berakhir di mulut sang suami.
Melihat raut wajah tidak rela istrinya, membuat Arkan semakin terkekeh dengan kelakuan ibu hamil yang ada di hadapannya itu "Tidak, makanlah agar anak kita tumbuh sehat." Ucap Arkan mengelus perut rata istrinya.
Setelah menghabiskan kue putu tersebut, Kasih dengan manjanya mengatakan kalau dirinya mengantuk dan ingin tidur. Dengan cepat Arkan menggendong wanita hamil tersebut kedalam ruang istirahat yang ada di ruangannya.
Dengan hati-hati Arkan menurunkan Kasih di ranjang yang tidak terlalu luas tersebut.
__ADS_1
"Istirahatlah, Mas akan melanjutkan pekerjaan mas dulu." Ucap Arkan mencium kening istrinya. Kemudian berlalu dari ruangan itu.
Setelah kepergian suaminya Kasih langsung memejamkan matanya karena sudah tidak dapat menahan kantuknya. Sedangkan Arkan kembali fokus dengan pekerjaannya. Waktu terus berjalan hingga Rendy sang asisten masuk ke dalam ruangan Arkan dan mengingatkan jadwal mereka yang ingin bertemu investor di sebuah cafe.
"Bos, sudah hampir jam tiga. Kita harus segera berangkat agar investor tersebut tidak menunggu terlalu lama." Ucap Rendy mengingatkan.
"Tunggu sebentar aku pamit kepada istriku dulu." Ucap Arkan kemudian memasuki ruang istirahatnya.
Dengan sentuhan lembut Arkan membangunkan sang istri yang terlelap dengan nyenyak di atas ranjang itu. Arkan butuh kesabaran untuk membangunkan wanita yang kini mengandung buah cinta mereka.
Dengan mata yang berat Kasih membuka sedikit matanya "Ada apa, aku masih ngantuk?" Tanya Kasih.
"Aku ada pertemuan di cafe XXX dengan investor, sebaiknya kamu pulang ke rumah sayang." Ucap Arkan yang membuat Kasih tersinggung.
__ADS_1
"Kamu mengusirku."
Kalau like, komentar vote dan hadiahnya kencang author up lagi nanti malam.