Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 118 "Keluarga kecil Arkan"


__ADS_3

Kasih dan Arkan kini sudah sampai di kediaman keluarga Arkan, keduanya memasuki rumah bahkan Kasih sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya.


Kasih yang melihat papa Arman sedang menonton televisi langsung bertanya "Papa, Ardi dan mama di mana pa? Tanya Kasih.


"Mereka ada di kamar anak-anak nak. Arkan kamu antar istri kamu ke kamar anak kalian" Suruh papa Arman.


Arkan mengajak istrinya menuju kamar anak-anak mereka sesampai di sana Kasih langsung memeluk baby Ardi karena sudah rindu.


"Kenapa kalian cepat sekali pulangnya?" tanya mama Risma.


"Menantu mama sudah rindu berat dengan putra kami, dari bangun tidur dia selalu merengek ingin pulang, karena merasa berisik makanya Arkan bawa pulang, lagi pula di hotel dan di rumah sama saja, sama-sama di atas kasur." ucap Arkan tanpa rasa malu.


Kasih yang mendengar perkataan suaminya langsung menegur "Mas kenapa ngomongnya begitu, malu sama mama." Tegur Kasih yang sudah merona karena malu.


"Tidak apa-apa nak, suami kamu memang begitu, jadi kamu harus memakluminya. Lagian kenapa harus malu, wajar kalian melakukan itu karena kalian pasangan halal beda cerita kalau belum terikat hubungan yang sah." Tutur mama Risma.


Melihat menantu dan anaknya yang sibuk dengan cucunya, mama Risma pergi meninggalkan keluarga baru itu, beliau berpikir kalau anak dan menantunya perlu banyak waktu bersama agar mereka lebih dekat dan tumbuh benih-benih cinta.


"Ya sudah kalau begitu, karena kalian sudah datang mama pergi dulu mama mau istirahat." Ucap mama Risma.


"Terimakasih ma karena sudah mau menjaga Ardi, maaf ya ma kalau kamu merepotkan mama." Ucap Kasih.


"Mama tidak merasa di repotkan, mama senang bisa menjaga Ardi karena mama tidak merasa sepi lagi, kalau kalian ingin berduaan jangan sungkan menitipkan Ardi pada mama." ucap mama Risma.

__ADS_1


"Itu pasti ma, tanpa di suruh juga Arkan akan melakukan itu." Jawabnya yang membuat Risma dan Kasih geleng kepala.


Setelah kepergian mama Risma kini tinggal mereka bertiga di dalam kamar, Arkan sudah mengambil alih Ardi karena ia juga rindu dengan putra sambungnya itu, kini keduanya sedang bermain di atas tempat tidur. Kasih sangat bahagia ketika melihat suami dan putranya yang asyik bermain bahkan Arkan sangat pandai membuat baby Ardi tertawa.


Kasih yang baru tersadar dengan dekorasi kamar baby Ardi merasa takjub, ia tidak menyangka kalau keluarga Arkan sudah menyiapkan kamar untuk anaknya.


"Mas terima Kasih sudah menerima aku dan anak-anak dengan sangat baik, Aku sangat beruntung menikah dengan laki-laki yang bisa menerima kedua anakku bahkan keluarga kamu juga memperlakukan anakku seperti cucu mereka sendiri. Terima Kasih sudah mau menjadi ayah sambung mereka." Ucap Kasih yang sudah meneteskan air matanya.


"Kamu jangan menangis, aku akan menjadi ayah yang baik untuk mereka, bagaimana aku bisa tidak menyayangi mereka yang begitu lucu dan menggemaskan." Ucap Arkan yang kini menghapus air mata istrinya.


Mata keduanya kini bertemu, Arkan kini mendekatkan wajahnya ke wajah Kasih, niat hati ingin mencium Kasih tapi harus batal dengan tangisan baby Ardi. Kasih dan Arkan terkejut dan segera menenangkan bayi mereka.


"Sepertinya Ardi sedang haus, sebaiknya kamu susui dia." Suruh Arkan.


Kasih sepertinya memang harus mengikuti saran mertuanya untuk membiasakan diri dengan tingkah Arkan. Wanita itu sudah tidak peduli lagi dengan rasa malunya, ia langsung menyusui Ardi di hadapan Arkan yang membuat suaminya itu menelan ludahnya.


"Sial, kenapa aku jadi mesum begini. melihat Kasih menyusui Ardi kenapa adik kecilku jadi on, bahaya ini." Ucap Arkan dalam hati.


Arkan yang sudah tidak tahan melihat pemandangan yang membuat gairahnya kembali, segera meninggalkan Kasih dengan alasan ingin istirahat "Aku mau istirahat dulu, nanti kalau sudah selesai datanglah ke kamar kita, yang ada di samping kamar baby Ardi." titah Arkan dan berlalu dari hadapan Kasih.


Sedangkan di bawah semua sedang berkumpul ada kedua orang tua Arkan, kedua nenek Arkan dan Kasih beserta keluarga abangnya Kasih yang sedang menikmati teh di sore hari sembari berbincang-bincang karena besok keluarga Kasih akan kembali ke Medan.


...*****...

__ADS_1


Di kantor Raka kini sedang sibuk dengan berkas di hadapannya, lelaki itu memilih untuk lembur dari pada harus kembali mendengar ocehan istrinya, kebetulan Raka, Adam, Anton dan Dion juga sedang lembur karena banyak kerjaan yang belum mereka selesaikan.


"Tumben kamu lembur,? biasanya gak bisa tuh jauh-jauh dari istri tercinta kamu." Pancing Anton.


"Anton sudahlah aku tahu kamu masih benci kepadaku, tapi tolong jangan bahas masalah Sheila, kepala gue pusing." ucap Raka jujur.


Semenjak teman-temannya tahu ia berselingkuh dengan Sheila Raka di musuhi temannya.


"Masalah apa?" tanya Dion kepo.


"Banyak, sampai kepalaku mau pecah." Ucap Arkan.


"Kamu sudah sadar kalau pilihan kamu tidak sesuai ekspektasi kamu, sekarang terbukti kalau Kasih adalah istri terbaik yang kau lepas begitu saja demi seorang Sheila. Sekarang kamu menyesal telah menyia-nyiakan Kasih, sudah gak ada gunanya karena ia sudah di bahagiakan suami barunya." Tambah Anton.


Membuat Raka semakin frustasi.


sedangkan ketiga temannya tertawa bahagia melihat wajah frustasi Raka.


Sheila pergi ke supermarket sebelum ia pulang ke apartemen karena stok makanan mereka sudah menipis, Sheila juga masih kesal kepada Raka yang semakin berubah apalagi setelah menghadiri pesta pernikahan mantan istrinya Raka, Sheila semakin emosi karena menyadari kalau suaminya masih belum ikhlas melepas mantan istrinya itu.


Sheila juga sepertinya menyesal dengan keadaannya sekarang karena Raka tidaklah sekaya yang ia kira. "Seharusnya pak Arkan yang aku dekati dan goda dulu, kenapa malah mas Raka yang hanya karyawan biasa, sekarang aku harus apa, mas Raka juga sudah mulai itung-itungan kalau ngeluarin uang tapi entah kenapa mas Raka memang semenarik itu, hingga aku tidak bisa berpaling darinya, sekarang yang perlu aku lakuin adalah menjaga mas Raka jangan sampai kembali mengulangi kesalahan. yang sam dengan berselingkuh dengan wanita lain. Kalau itu terjadi semua orang pasti akan menertawakan diriku." Ucap Sheila yang takut kalau ia terkena Karma.


Kasih yang sudah selesai menidurkan putranya kini bergegas memasuki kamar suaminya, memasuki kamar dengan hati-hati karena melihat suaminya yang sedang tertidur dengan lelap, tak mau menganggu suaminya Kasih berjalan dengan pelan dan tanpa sengaja matanya melihat sesuatu yang membuat hatinya sakit.

__ADS_1


__ADS_2