Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 136 "Pura-pura Sakit"


__ADS_3

Arkan menatap Bayu dengan tajam ia tidak suka dengan ucapan sepupunya itu "Masih banyak wanita di dunia ini, kenapa kamu ingin memiliki istriku?"


"Bukannya kamu hanya mencintai almarhumah Rena, aku hanya menyelamatkan seorang wanita saja. Mana tahu istrimu tidak bahagia hidup bersamamu, setahuku kamu masih belum move on. Kasihan sekali wanita yang menjadi istrimu itu, kalau kamu tidak bisa membahagiakanya masih ada aku yang bisa membahagiakannya." ucap Bayu memanasi Arkan.


Lelaki itu berdiri dan meninggalkan meja makan, seleranya sudah hilang akibat perkataan sepupunya itu, Arkan langsung pergi meninggalkan rumah. Arkan ingin menyelesaikan pekerjaannya agar ia bisa fokus membujuk istrinya untuk pulang ke rumah, Arkan takut kalau sepupunya itu akan mendekati istrinya apalagi keadaan rumah tangganya yang renggang.


Sedangkan di rumah orang tua Arkan kini sedang duduk empat manusia yang sedang sibuk menyusun rencana karena ada sedikit perubahan rencana dikarenakan Kasih yang tidak mau pulang ke rumah meski sudah di bujuk nenek Murni.


"Bagaimana ini, sepertinya Kasih benar-benar marah kepada Arkan sampai-sampai ia tidak mau kembali ke sini. Apa yang harus kita lakukan, ibu tidak mau kalau Kasih sampai ingin pisah, kita harus secepatnya membuat anak kamu yang bodoh itu menyadari perasaannya." ucap nenek Murni kepada papa Arman.


Keheningan terjadi di ruangan itu, keempat manusia berbeda usia itu sedang berpikir keras rencana apa yang harus mereka jalankan, karena jika Kasih tidak mau tinggal di rumah akan sedikit sulit membuat Bayu berinteraksi dengan wanita itu.


"Ibu tahu apa yang membuat Kasih mau lagi kembali ke rumah ini," ucap nenek Murni membuat semua orang penasaran.


"Apa Bu, tolong cepat beritahu?" tanya mama Risma yang sudah penasaran.


"Ibu akan pura-pura sakit dan kalian mengabari Kasih kalau ibu sakit. Pasti anak itu tidak akan rela melihat ibu sakit karena ibu tahu di sayang sama ibu dan ditambah lagi Kasih mempunyai hati yang baik dia tidak akan tega.


"Ibu ada-ada Saja, selalu mengancam orang dengan kesehatan ibu. Dulu ibu juga menggunakan kesehatan ibu untuk membujuk Arkan menikah lagi, sekarang juga begitu." ucap papa Arman yang sudah menebak rencana ibunya itu.


"Tapi terbuktikan rencana ibu berhasil, buktinya anakmu itu mu menikah lagi."

__ADS_1


"Sudah jangan berdebat lagi, kapan kita menjalankan rencana kita" sela Bayu yang sudah tidak tahan mendengar perdebatan para orang tua.


"Sekarang, jangan di tunda-tunda lagi." ucap nenek Murni.


Papa Arman menghubungi Dokter keluarga mereka agar datang ke rumah dan menjelaskan apa yang mereka rencanakan. Mama Risma kini sedang menghubungi menantunya itu dan kini wanita itu sedang berakting. Mama Risma menangis tersedu-sedu memberi tahu menantunya itu kalau nenek Murni sedang sakit dan memanggil-manggil namanya.


"Nak tolonglah pulang kasihan nenek, nenek terus memanggil namamu dari tadi, sepertinya nenek mendengar pertengkaran kamu dan Arkan kemarin, makanya penyakit nenek kambuh." ucap mama Risma sengaja membuat menantunya itu merasa bersalah.


Terbukti Kasih merasa tidak enak karena ia ikut menjadi penyebab nenek Murni menjadi sakit, tanpa pikir panjang perempuan itu setuju pulang ke rumah.


Setelah selesai menghubungi Kasih, mama Risma menghapus air matanya. Wanita itu terlalu mendalami perannya sehingga ketiga manusia yang ada di hadapannya berdecak Kagum. Papa Arman yang tidak lagi heran dengan tingkah istri dan ibunya itu hanya diam saja sedangkan Bayu bertepuk tangan karena tidak menyangka tantenya itu akan setotalitas itu.


Bayu segera pergi setelah mendapat alamat toko kue Kasih, dan ia akan berusaha mendekatkan diri dengan istri sepupunya itu. Bayu bahkan sudah memberitahu tunangannya tentang rencana Keluarganya itu, karena Bayu tidak ingin calon istrinya itu salah paham dan bisa mengancam hubungannya dengan wanita yang ia cintai itu.


Sedangkan di apartemen Sheila kini Raka dan Sheila sedang sarapan bersama, Setelah pertengkaran terakhir mereka kini Raka lebih banyak diam dan sibuk dengan ponselnya. Sheila juga heran apa yang membuat suaminya itu tersenyum ketika melihat ponselnya "Mas aku akan ingin ke salon nanti sepulang dari kantor, jangan lupa transfer aku duit." ucap Sheila.


raka hanya berdehem saja karena sibuk dengan ponselnya. lelaki itu sedang berbalas pesan dengan anggun, mereka bahkan janjian untuk bertemu.


...*****...


Bayu kini sudah sampai di depan toko kue, ia menatap ke arah dalan dimana ada beberapa pegawai yang sibuk membersihkan toko, dengan langkah yang cepat Bayu memasuki toko tersebut dan bertanya kepada seorang pegawai "Permisi mba, saya ingin menjemput ibu Kasih apa beliau ada di dalam? katakan saja saya di suruh mertuanya menjemput bos kamu." ucap Bayu ketika melihat raut wajah pegawai yang curiga kepadanya.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya, pegawai tersebut langsung menemui bosnya itu dan menyampaikan pesan Bayu. Kasih yang memang sudah bersiap dari tadi langsung mengikuti pegawainya dengan baby Ardy yang ada dalam gendongannya. Tak lupa Sarti yang mengikuti sang majikan dengan membawa beberapa tas dan barang-barang.


Sesampai di bawah Kasih mencari pak sopir yang biasa mengantar jemput mereka, tidak menemukan pak sopir tersebut lantas membuat Kasih bertanya kembali kepada pegawai yang memanggilnya tadi.


"Rini, kamu bilang sudah ada yang datang menjemput mba, tapi saya cari dari tadi pak sopir tidak ada?" tanya Kasih.


"Maaf mba hari ini sopirnya sedang libur, saya di suruh Tante Risma untuk menjemput mba Kasih dan anak-anak, perkenalkan nama saya Bayu sepupunya Arkan." ucap Bayu memperkenalkan dirinya.


Setelah saling memperkenalkan diri barulah mereka berangkat meninggalkan toko kue, tak lupa Kasih menitipkan tokonya kepada karyawan kepercayaannya.


Sedangkan di rumah kini nenek Murni sudah berbaring di tempat tidur dan Dokter sudah siap sedia membantu memperlancar acting mereka, setelah Kasih memasuki mobil Bayu menyempatkan diri mengirim pesan kepad mama Risma bahwa mereka sedang menuju rumah.


Kasih langsung memasuki rumah megah mertuanya, perempuan itu langsung berlari menuju kamar sang nenek "Nenek...." panggil Kasih.


Semua orang berbalik melihatnya, Kasih mendekati nenek Murni yang sedang di periksa seorang Dokter, Kasih sangat Khawatir melihat kondisi nenek Murni yang terlihat lemah dan tak berdaya di tambah lagi dengan tangisan sang mertua yang menyayat hati.


"Bagaimana Dok, apa ibu saya baik-baik saja?" tanya papa Arman memasang wajah yang begitu cemas yang membuat Kasih semakin takut.


Dokter tersebut menghela napas "Sudah saya ingatkan kepada bapak agar keluarga dapat menjaga nenek dari stres, kalau bisa beliau jangan mendengar kabar yang mengagetkan dulu agar penyakit jantung nenek tidak kambuh"


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2