Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 69 "Lelah"


__ADS_3

"Jadi apa keputusanmu nak, apa kamu memaafkan suamimu dan melanjutkan pernikahan kalian atau kamu ingin berpisah dengannya? Kalau kamu ingin berpisah om akan menyediakan pengacara yang akan membelamu." Tanya papa Arman.


"Kasih belum tahu om, Kasih butuh waktu untuk berpikir om, maafkan Kasih yang menyusahkan om dan keluarga." Ucap Kasih tak enak karena selama ini dia di bantu oleh keluarga nenek Murni.


"Kamu jangan bicara seperti itu, nenek sudah menganggap kamu sebagai cucu nenek jadi jangan pernah sungkan atau merasa sendirian. nenek akan selalu ada di sampingmu untuk mendukungmu. Jadi jangan merasa kamu tidak memiliki siapa-siapa." Tutur nenek Murni.


"Jangan takut untuk lepas dari laki-laki itu, kamu pasti bisa berjuang untuk anak-anak kamu nak, rezeki kita tidak ada yang tahu. siapa tahu setelah lepas dari laki-laki itu hidup kamu malah lebih baik dan bahagia. Bukannya Tante membenarkan perceraian, tapi kesalahan suami kamu sudah fatal, walaupun kamu memaafkannya tetapi Tante yakin bayang-bayang pengkhianatan suami kamu akan terus menghantui kehidupan rumah tangga kalian, ibarat kaca kalau sudah pecah diperbaiki sekalipun tidak akan bisa sempurna seperti semula. Tante tahu berat untuk kamu memutuskan ini, dan tante setuju kalau kamu memikirkan ini sebelum membuat keputusan." Ucap mama Risma menasehati Kasih.


"Terima Kasih Tante sudah selalu ada buat Kasih, dan selalu sayang kepada Kasih dan menganggap Kasih seperti keluarga. Kasih akan memikirkan keputusan yang nantinya tidak akan ada rasa penyesalan di belakang." ucap Kasih.


" Apapun keputusan kamu jangan lupa mengabari om, kami akan mendukung dan akan membantu jika kamu memerlukan sesuatu nak. Jangan sungkan karena om sudah menganggap kamu sebagai putri om." ucap papa Arman yang memang sangat menginginkan memiliki anak perempuan.

__ADS_1


*


*


Jam sudah menunjukkan kalau para karyawan di perusahaan sudah waktunya pulang, semua karyawan bersiap untuk pulang begitu pula dengan Sheila yang sudah bersiap untuk pulang. Rona bahagia tidak bisa di sembunyikannya lagi, karena ia dan Raka akan bertemu di hotel. Sheila segera menaiki mobilnya untuk menuju hotel.


setelah sampai Sheila segera memesan kamar, seperti biasa ia akan memesan kamar atas namanya, setelah selesai dia langsung memasuki kamar hotel tempat mereka memadu kasih.


Setelah merasa cukup, Sheila segera menghubungi Raka melalui video call, ia ingin menunjukkan kepada Raka tampilannya sekarang dan benar saja Raka langsung menutup laptopnya dan bergegas meninggalkan kantor menyusul Sheila.


*

__ADS_1


*


*


kasih yang sedang terbaring di tempat tidurnya ia merasa sangat lelah, bukan cuma fisiknya yang lelah tetapi hatinya juga, di tambah akhir-akhir ini Kasih sering merasakan sakit pada perutnya. Air mata Kasih terus turun memikirkan keputusan apa yang akan dia ambil, sudah terlalu sakit untuknya bertahan dengan semua ini, tapi masih ada sejumput kegalauan di hati Kasih untuk meninggalkan Raka terutama ketika mengingat Kasih sayang yang di berikan oleh kedua orang tua Raka. Tapi apalah gunanya kalau suaminya sudah bermain api di belakangnya.


Ketika sedang asyik dengan pikirannya, tiba-tiba ponsel Kasih berdering.


Jangan lupa like, komen, vote,dan hadiahnya teman-teman agar author lebih rajin dan semangat up-nya.


Terima kasih sudah mampir ke sini.

__ADS_1


__ADS_2