
"Mama di gigit nyamuk juga?" Tanya Dara polos saat melihat leher Kasih yang merah-merah.
Arkan menepuk jidatnya mendengar perkataan putri sambungnya itu. "Mulai lagi" Ucap Arkan membuat Kasih bingung karena tidak mengerti dengan ucapan suaminya.
"Kok Dara nanyanya begitu, mama gak di gigit nyamuk kok." Jawab Kasih dengan santai.
"Tapi kenapa leher mama merah-merah sama seperti papa? Tadi papa bilang dada papa merah-merah karena di gigit nyamuk, iyakan papa?" Tanya Dara kembali.
Arkan langsung mengusap tengkuknya "Anak papa yang cantik, udah ya nanyanya. Sekarang kita cepat turun ke bawah. Kamu bilang semuanya sudah menunggu kita untuk sarapan. Jangan lama-lama di sini kasian nanti nenek." Bujuk Arkan agar Dara tidak bertanya lagi.
Sedangkan Kasih menelan air liurnya. Wanita itu sudah mengerti maksud sang anak.
"Mampus, bagaimana kalau nanti Dara bercerita di meja makan? Astaga mau taruh dimana wajahku. Ya Allah tolong hamba kali ini saja." Doa Kasih dalam hatinya.
__ADS_1
"Wah, yang kita tunggu-tunggu Akhirnya datang juga. Kirain sudah gak butuh sarapan lagi bro? Gas terus jangan kasih kendor." Ucap Bayu yang kesal sedari tadi menunggu sepasang suami istri yang tak kunjung datang untuk sarapan.
Sedangkan kedua orangtuanya Arkan dan sang nenek hanya tersenyum memaklumi pasangan yang sedang di mabuk asmara itu.
"Makanya nikah bro, biar tahu gimana nikmatnya punya istri. Jangan terpesona dengan bini orang." Ejek Arkan sembari mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di samping Dara.
"Siapa juga yang suka sama bini kamu, sepupumu ini sudah punya tunangan dan tunggu gak lama lagi surat undangan akan menghampirimu." Balas Bayu dengan gaya collnya.
"Bukannya kamu suka sama Kasih, dan berusaha mendekatinya?" Tanya Arkan karena sepupunya itu mengaku sudah memiliki tunangan.
"Sudah-sudah, jangan berdebat lagi. Sekarang ayo kita sarapan dulu. Papa sudah lapar akibat nungguin kalian!" Seru papa Arman.
"Maafkan kami pa." Ucap Kasih merasa bersalah kepada semua orang.
__ADS_1
"Gak usah minta maaf sayang, papa tahu kalau Arkan yang membuat kamu terlambat bangun. Jadi ini bukan salah kamu tapi salah suamimu." Papa Arman berusaha membuat menantunya tidak sedih dan merasa bersalah.
"Bukan salah papa dong kek. Tapi salah nyamuk nakal yang menggigit papa dan mama. Mama dan papa gak nyenyak tidurnya, jadi terlambat bangunnya deh." Ucap Dara dengan polosnya.
"Nyamuk, maksud kamu apa sayang?" Tanya Bayu pura-pura tidak mengerti padahal dalam hati ia ingin mengerjai sepupunya itu.
"Papa dan mama di gigit nyamuk om. Leher mama dan Dada papa merah-merah om. Papa bilang ada nyamuk di kamar papa mama." Jawab Dara antusias.
"Wah sepertinya nyamuk di kamar papa dan mama kamu besar dan ganas ya sayang." Ledek Bayu yang menahan tawa melihat ekspresi keduanya apalagi melihat ekspresi wajah Kasih yang sudah memerah karena malu.
Mama Risma melihat menantu kesayangannya malu dan tidak nyaman dengan pembahasan itu, segera mengalihkan topik pembicaraan sembari memberi kode kepada Bayu agar berhenti menggoda anak dan menantunya itu.
Sedangkan Arkan biasa saja, toh ia melakukannya dengan istrinya dan halal baginya menyentuh sang istri.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author up lagi.