
Raka dan keluarganya kini sedang menghadiri sidang atas kasus perselingkuhan yang di laporkan Sheila. Raka di jatuhi hukuman atas kasus perselingkuhan dan zina yang di atur dalam Undang – undang Hukum Pidana (KUHP) diatur dalam pasal 284 KUHP, dihukum penjara selama-lamanya 9 (sembilan) bulan.
Raka dan keluarga hanya bisa menerima semua putusan pengadilan, kini Raka resmi di tahan untuk menyelesaikan hukumannya.
Beruntung Raka bisa bersama dengan kedua anaknya sebelum di tahan.
Kasih memberi izin kedua anaknya untuk menginap di rumah pamannya. Raka yang memohon agar bisa bersama kedua buah hatinya, karena sebentar lagi ia tidak akan bisa bertemu dengan buah hatinya.
Dengan berat hati, Kasih menyetujui keinginan mantan suaminya itu, Kasih dan Arkan mengerti kerinduan Raka kepada kedua anaknya, lagi pula Kasih tidak perlu khawatir karena di sana juga ada kedua orang tua Raka yang akan membantu merawat anak-anaknya.
Sama seperti Sheila, Laki-laki itu juga sudah meminta maaf kepada mantan istrinya atas apa yang ia lakukan dahulu. Kasih juga sudah memaafkan Raka dan berusaha berhubungan baik kembali dengan mantan suaminya, karena ada anak juga yang membuat mereka akan selalu terhubung.
Kini Raka dan Sheila harus membayar apa yang sudah mereka perbuat dengan menekan di penjara. Keduanya juga kini sudah bertaubat dan berusaha memperbaiki diri masing-masing.
Walau keduanya sudah sama-sama bertaubat dan memperbaiki diri, tapi keputusan untuk bercerai tetap menjadi pilihan mereka berdua.
__ADS_1
Sheila juga sudah mengikhlaskan semuanya, ia hanya menerima takdirnya, karena Sheila sadar tak akan bahagia hidupnya jika pasangannya tidak bisa menerima dan mencintainya.
...*****...
Beberapa bulan kemudian, seorang wanita hamil kini sedang duduk di atas ranjang sembari memijit kakinya yang membengkak.
Arkan yang baru selesai membersihkan diri langsung menghampiri istrinya.
Arkan menaikkan kaki istrinya, kemudian memijit kaki wanita yang ia cintai itu.
"Kamu ngomong apa sih mas, aku gak pernah mengeluh dan menyesal mengandung anakmu mas, yang ada aku malah bahagia karena anak ini adalah bukti cinta kita." Ucap Kasih tersenyum.
Keduanya saling menatap dengan penuh cinta, hingga tatapan keduanya harus terputus karena mama Risma yang masuk ke dalam kamar mereka.
"Sayang, kamu belum minum susu kamu Lo." Mama Risma mengingatkan menantunya dengan membawa segelas susu ibu hamil kemudian menyerahkannya.
__ADS_1
"Terima Kasih mama." Ucap Kasih kepada ibu mertuanya.
"Iya sayang, kalau begitu mama keluar dulu ya. Kasihan tu suami kamu, sepertinya dia sudah tidak tahan ingin melahapmu." Canda mama Risma menyindir anaknya.
"Terima kasih ya ma atas pengertiannya, pintunya di sebelah sana ma." Ucap Arkan membalas sindiran sang mama.
Sedangkan Kasih hanya tersenyum melihat tingkah lucu suami dan mertuanya.
Semua keluarga Arkan sangat perhatian dengan Kasih, wanita itu di prediksi dokter akan melahirkan dalam Minggu ini sehingga semua keluarga sangat menjaganya.
Kini hari yang di tunggu-tunggu telah tiba, Kasih kini sedang bersiap-siap untuk melahirkan anak-anaknya dengan operasi Caesar.
Semua keluarga Arkan ikut mendampinginya di rumah sakit, tapi hanya Arkan yang bisa menemani Kasih di dalam ruang operasi.
Semuanya memberi semangat dan doa kepada Kasih yang akan memasuki ruang operasi, tak lupa Kasih meminta maaf kepada semua orang sebelum memasuki ruang operasi.
__ADS_1