
Braakkk.....
"Dasar perempuan tidak tahu malu, yang ada di otakmu cuma uang uang uang, aku menolong Kasih ikhlas tanpa mengharapkan imbalan. Jadi jangan harap aku akan memberi uang, mereka memang memberi hadiah itu tapi aku tidak mau menerimanya dan asal kamu tahu uang 200 juta itu sudah saya berikan kepada kedua anakku." Ucap Raka yang sudah emosi.
Sheila terkejut mendengar perkataan suaminya yang memberi semua uang tersebut kepada kedua anaknya, wanita itu marah dan tidak terima. Sheila melempar sendok dan garpu yang ada di tangannya.
"Apa kamu bilang, kamu memberi semua uang itu untuk anakmu? Anakmu itu sudah hidup mewah karena bapak sambungnya adalah orang kaya, jadi untuk apa kamu memberi mereka. Aku istrimu dan aku yang lebih berhak mendapatkan uang itu." Teriak Sheila.
"Dengar baik-baik. Kamu memang istriku tapi kamu jangan lupa kedua anak itu adalah anak kandungku jadi sudah kewajibanku untuk memberi mereka nafkah walaupun mereka sudah memiliki ayah sambung. Kamu tidak perlu protes karena selama ini aku selalu memenuhi nafkahmu. Dasar perempuan mata duitan." Bentak Raka dan melepaskan cengkraman di dagu Sheila.
__ADS_1
"Gak bisa gitu mas, aku juga istrimu seharusnya kamu adil dong, aku juga harus dapat uang itu, jangan kamu berikan semua untuk anakmu."
"Jangan terlalu mengatur aku shei, selama menikah dengan kamu, aku tidak pernah memberi nafkah untuk anak-anakku karena kamu melarang, Sekarang apa salahnya uang itu untuk mereka. Jangan serakah kamu jadi orang. Akhhh...." Teriak Raka pergi meninggalkan Sheila.
...*****...
Arkan menyuapi Kasih yang sedang sarapan lelaki itu dengan telaten merawat istrinya. "Pintar, kalau kamu makannya lahap seperti ini pasti istriku ini cepat sembuh." ucap Arkan sembari membersihkan sisa makanan yang tertinggal di sudut bibir istrinya.
"Mas gak akan ke kantor sampai kamu pulang ke rumah, soal kerjaan mas sudah titip sama Rendy lagi pula mas bisa kerja dari sini, mas akan jadi perawat pribadi istriku yang cantik ini." goda Arkan.
__ADS_1
"Keajaiban dunia ini gunung es pintar gombal, tapi sayangnya gak mempan pak." Ucap Kasih.
" Gak papa gak mempan, nanti lama-lama juga jinak." Goda lelaki itu sambil mengedipkan matanya.
Kasih menahan tawanya melihat kelakuan suaminya tapi ia tidak mau mudah luluh, Kasih masih ingin melihat seberapa besar perjuangan lelaki itu.
Arkan memberi segelas air dan beberapa butir obat untuk di minum Kasih. Setelah Kasih selesai meminum obatnya lelaki itu mengunci pintu dan membuka baju istrinya, Kasih dengan cepat mencegah tangan suaminya yang ingin melepas pakaiannya.
"Mas mau ngapain? ini rumah sakit mas, jangan aneh-aneh, lagi pula aku sedang sakit. Kamu tega melakukan itu saat kondisiku sedang begini." Cerocos Kasih.
__ADS_1
Arkan tertawa karena istrinya salah paham dan berpikir mesum "Kamu apaan sih yang, pikiran kamu tuh yang mesum. siapa bilang aku mau lakuin itu disini. Aku kunci pintu dan buka baju kamu untuk mengelap tubuh kamu agar kamu Segaran dikit, bukan mau aneh-aneh sayang atau kamu pengen ya mas sentuh. Sabar ya sayang kalau kamu sudah sembuh mas akan puaskan kamu." Bisik Arkan dan mencuri satu kecupan di pipi wanita itu.