Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 54 " Kebohongan mulai terungkap"


__ADS_3

Bukannya menjawab pertanyaan mama Risma, Kasih segera berdiri mendatangi meja pria yang tak jauh dari tempat duduk mereka.


"Bang Anton kenapa disini bukannya kalian sedang tugas keluar kota?" tanya Kasih


Sedangkan Anton dan istrinya terlihat bingung dengan pertanyaan Kasih.


"Tidak, Abang tidak ada jadwal keluar kota. Siapa yang bilang Abang keluar kota?" balik bertanya kepada Kasih.


"Mas Raka bilang kalian pergi ke Surabaya bersama Bang Adam dan Sheila untuk kerjaan bang." Ucap Kasih.


"Abang dan Adam gak ada jadwal ke Surabaya Kas." Ucap Anton yang mulai kesal karena Raka membohongi istrinya.

__ADS_1


"Jadi mas Raka kemana, kenapa ia tega berbohong?" Tanya Kasih.


"Kamu tenang ya, biar bang Anton yang menanyakan Kalau suamimu sekarang lagi ada dimana." ucap istrinya Anton sembari merangkul Kasih yang sudah berkaca-kaca.


Tanpa pikir panjang Anton menghubungi Raka.


"Halo Raka kamu lagi dimana, bisa kita bertemu?" tanya Anton.


"Aku lagi membawa Kasih dan Dara jalan-jalan ton, sepertinya aku gak bisa deh. kita ketemu di kantor saja. Sudah dulu aku lagi sibuk ton." Ucap Raka.


"Kurang ajar si Raka, berani-beraninya dia bohongin kamu dek. Kamu tenang saja, abang akan bantuin kamu cari tahu dimana ia sekarang. tapi abang minta kalau kamu belum punya bukti yang pasti jangan menuduh Raka yang tidak-tidak karena percuma, dia pasti akan mengelak." ucap Anton yang sudah emosi dengan kelakuan Raka.

__ADS_1


Kasih hanya dapat menganggukkan kepalanya, dia sudah tidak bisa berkata-kata hanya air mata yang dapat menggambarkan keadaan hatinya Sekarang, kemudian ia pamit kembali kemeja nenek Murni dan mama Risma. Anton berjanji akan memberikan kabar jika ia mengetahui sesuatu, hanya kata sabar yang dapat Anton dan istrinya katakan kepada perempuan hamil tersebut.


"Sayang kenapa menangis, ada apa nak coba ceritakan apa yang terjadi, apa laki-laki itu yang membuatmu menangis?" tanya mama Risma padahal dia dan nenek Murni sudah mendengar semua percakapan antara Anton dan Kasih, tapi karena merasa tidak enak kepada Kasih mama Rismi dan nenek Murni pura-pura tidak tahu.


Kasih masih terdiam dengan air mata yang terus bercucuran, dia belum sanggup berbicara apalagi sekarang di pikirannya suaminya berbohong dan kemungkinan suaminya dengan Sheila sedang bersama sekarang. kalau masalah kerjaan kenapa mesti berbohong begitulah isi pikiran Kasih.


Melihat Kasih yang masih diam dan seperti sibuk dengan pikirannya sendiri membuat nenek Murni merasa iba, sehingga ia memeluk perempuan yang sedang gamang tersebut.


"Ada apa, cerita sama nenek. Jangan di pendam tidak baik untuk kamu dan bayimu." Bujuk nenek Murni agar Kasih mau cerita.


Merasakan kenyamanan dan seolah ia sedang di lindungi dan dirangkul oleh keluarganya sendiri membuat benteng pertahanan Kasih runtuh. Dia sudah tidak malu lagi menangis di pelukan wanita tua yang sudah dianggapnya sebagai neneknya itu.

__ADS_1


"su... suamiku berbohong nek, dia bi... lang berangkat ke Surabaya dengan teman kantornya untuk urusan kerjaan, ternyata ia bo... hong nek." Ucap Kasih dengan terbata-bata.


"Kalau boleh nenek tahu suamimu kerjaannya apa dan kerja di mana?" tanya nenek Murni.


__ADS_2