
Arkan dan Kasih kini sudah berada di dalam mobil mereka sedang ada dalam perjalanan pulang ke rumah. Sepasang suami istri itu sudah tidak sabar untuk memberitahukan kabar gembira atas kehamilan Kasih kepada keluarga Arkan.
"Sayang kamu takut ya?" Tanya Arkan kepada Kasih.
"Takut kenapa mas?" Tanya Kasih kembali yang tidak mengerti dengan pertanyaan suaminya.
"Kamu takut, mas tidak bisa menyentuhmu lagi. Pasti kamu sudah ketagihan dengan permainan ranjang mas, makanya tadi nanya begitu sama Dokter." Tutur Arkan ingin menggoda sang istri.
Kasih tersenyum tipis mendengar ucapan sang suami "Bagaimana ya mas, istrimu ini memang sudah ketagihan dengan permainan mu sayang, tapi ada satu alasan yang membuat aku bertanya seperti itu kepada Dokter. Aku tidak ingin keharmonisan dan keutuhan rumah tangga kita di pertaruhkan karena aku tidak bisa melayanimu mas nanti.
__ADS_1
"Maksud kamu apa sayang?" Kali ini Arkan yang tidak mengerti.
"Mas tahu waktu aku mengandung Ardy, kandunganku sempat bermasalah, aku mengalami pendarahan dan Dokter mengatakan kalau kandunganku lemah. Dokter juga menyarankan kepada kami untuk tidak melakukan hubungan intim karena itu sangat berbahaya untuk kandunganku. Mungkin karena tidak tahan makanya mas Raka mencari kehangatan dengan perempuan lain. Aku bertanya Karena aku sangat takut mas, takut jika itu terulang kembali." Tutur Kasih yang sudah menitihkan air matanya.
Melihat ketakutan istrinya, Arkan menepikan mobilnya dan membawa Kasih kedalam pelukannya.
"Tidak semua laki-laki seperti itu sayang. Kamu tahu kalau mas adalah laki-laki seperti apa. Tidak mudah bagi mas menerima kehadiran perempuan lain, di kala mas sudah mendapatkan seseorang yang mas cinta." Ucap Arkan mengelus punggung Kasih.
"Mas jika nanti mas merasa kalau Aku tidak memuaskan mas dalam urusan ranjang, mas harus jujur dan bicara apa kurangku supaya aku bisa memperbaikinya. Jangan duakan aku mas, sungguh aku tidak sanggup." Tangis Kasih terdengar menyayat hati.
__ADS_1
"Tidak akan sayang, mas tidak akan menduakanmu. Hanya kamu satu-satunya, hanya laki-laki bodoh yang menyia-nyiakan istri seperti dirimu dan mas adalah salah satu laki-laki bodoh itu, jika mas terlambat menyadarinya." Ucap Arkan mengingat betapa bodohnya ia yang dulu sempat menyia-nyiakan wanita yang ada dalam dekapannya itu.
Hati Arkan teriris ketika mendengar permintaan sang istri yang menyuruhnya berkata jujur jika ia merasa tidak puas dengan pelayan istrinya. Lelaki itu tidak menyangka kalau istrinya setakut itu, pantas saja selama ini Arkan melihat Kasih selalu berusaha keras untuk memuaskannya, selalu bertanya apakah dirinya puas setelah mereka selesai bercinta.
Air mata Arkan akhirnya jatuh juga, ternyata ada beban yang sangat berat yang selama ini di pikul istrinya, rasa traumanya membuat Kasih tidak percaya diri. Arkan kini berjanji akan membuang jauh rasa trauma itu dan membuat kembali istrinya merasa percaya diri.
Arkan mengurai dekapannya, lelaki itu menghapus sisa-sisa cairan bening di pipi sang istri dan merapikan beberapa helaian rambut yang menutupi wajah cantik wanita yang kini sedang mengandung keturunannya itu.
"Rasa cintaku sangat besar untukmu sayang, bagiku kekurangan istriku bukanlah alasan untukku untuk menduakannya. tapi aku akan menutupi kekurangan istriku dengan kelebihanku, contohnya mas akan lebih berperan aktif ketika kita melakukan aktifitas ranjang, dan siap-siap mas akan mengajari kamu bagaimana cara memuaskan suami. Lagi pula selama ini mas selalu puas denganmu sayang." ucap Arkan menghibur Kasih sembari mengelus pipi mulus istrinya.
__ADS_1
Mau author up lagi, jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya. Kalau rame author up lagi nanti.