Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 236 "Pulang ke rumah"


__ADS_3

Kini Kasih sudah berada di ruang perawatan paling mewah di rumah sakit tersebut. Arkan sengaja memesan kamar tersebut jauh-jauh hari karena ingin memberikan yang terbaik untuk istrinya.


Di dalam kamar hanya ada Arkan dan Kasih sedangkan nenek Murni dan kedua orang tua Arkan pergi ke ruang bayi untuk melihat kembali bayi-bayi Kasih.


Ketiganya pergi setelah menemui dan menanyakan kondisi menantu mereka, tak lupa ucapan terima kasih mereka ucapkan kepada Kasih, Karena kondisi kasih yang masih membutuhkan istirahat maka ketiganya memutuskan ke ruang bayi untuk melihat cucu dan cicit mereka.


Sedangkan Arkan ikut istirahat di sofa setelah memastikan istrinya istirahat, laki-laki itu juga membutuhkan istirahat karena sudah lelah menemani istrinya berjuang di ruang operasi.


...*****...


Tiga hari kemudian Kasih sudah di perbolehkan pulang, Kini Arkan sedang membantu Kasih bersiap, sedangkan mama Risma mengemas barang-barang Kasih dan Arkan selama di rumah sakit. Papa Arman dan Rendy sedang membayar biaya administrasi.


"Apa sudah siap semua?" Tanya papa Arman memasuki Kawar rawat menantunya.


"Sudah pa." Jawab Arkan.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju loby papa dan mama Arkan menggendong cucu laki-laki mereka sedangkan yang perempuan di gendong oleh Kasih, Arkan mendorong istrinya yang duduk di kursi roda sedangkan Rendy membawa tas dan barang-barang.


...*****...


Di rumah Nenek murni sedang sibuk memantau para pekerja rumah, asisten rumah tangga, tukang kebun, sopir bahkan security ikut berpartisipasi menyiapkan penyambutan Cicit-cicitnya.


Semua orang sangat bergembira menyambut penerus keluarga tersebut. Dara juga sudah tidak sabar menanti kedatangan ibu dan adik-adiknya karena sedari tadi entah sudah berapa kali ia bertanya kepada semua orang yang ia temui, kapan adik-adiknya datang.


Sedangkan Ardy yang belum mengerti apa-apa hanya sibuk menghabiskan cemilannya dan bermain dengan di awasi Sarti pengasuhnya


"Terima Kasih, kalau begitu kalian istirahat dulu. Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai." Suruh nenek Murni.


Tiga puluh menit kemudian terdengar suara klakson mobil, Dara yang sudah lelah menunggu langsung berlari menuju teras, begitu juga dengan nenek Murni dan para Asisten rumah tangga.


Mereka sudah tidak sabar ingin melihat rupa penerus keluarga majikannya itu, walau pasti rupanya Akan tampan dan cantik karena mereka adalah bibit unggul dari orang tuanya yang cantik dan tampan.

__ADS_1


"Oma Opa, Dara mau lihat adik kembar." Ucap Dara melihat Oma dan opanya menggendong bayi.


"Sabar ya sayang, kita masuk dulu kasihan adik bayinya kalau kelamaan di luar." ucap mama Risma.


Sedangkan Arkan membqntu Kasih berjalan dengan pelan memasuki rumah mereka.


"Selamat datang Cicit-cicitku, selamat datang kembali cucu menantuku. Ayo masuk." Ucap nenek Murni sembari mengambil cicit perempuannya dari gendongan Rendy.


Semua orang berkumpul di ruang keluarga, bahkan para asisten rumah tangga ikut berkumpul untuk melihat bayi kembar tiga Arkan, semuanya memuji ketampanan dan kecantikan bayi-bayi mungil itu.


Setelah puas melihat bayi-bayi tersebut, barulah si kembar di bawa ke kamar mereka, sedangkan Yang lain berjalan ke meja makan untuk makan siang.


"Kapan kalian akan mengadakan acara aqiqah si kembar?" Tanya papa Arman sembari menikmati makanannya.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat.

__ADS_1


__ADS_2