Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 85 "Tangisan menantu dan mertua"


__ADS_3

Arkan hanya dapat menelan salivanya, ia mengira sang Nenek sudah lupa dengan janjinya.


"Hey, kenapa kamu malah diam nak jawab dong pertanyaan nenek kamu?" ucap mama Risma.


"emm.... itu ma, Arkan belum punya calonnya, mama tahu sendiri sejak pulang dari Jerman Arkan selalu sibuk mana sempat cari calon istri."Jawab Arkan.


"Kalau nunggu kamu cari sendiri kelamaan, kamu mau nenek di panggil tuhan dulu baru kamu nikah. Sesuai dengan janji kita kalau kamu tidak bisa cari sendiri nenek berhak ikut membantu kamu mencari calon istrimu." Ungkap nenek Murni.


Mendengar perkataan neneknya membuat Raka pasrah dan menganggukkan kepalanya tanda ia setuju dengan ucapan nenek Murni.


Bagi Arkan tidak ada bedanya ia yang mencari calon istrinya atau keluarganya, karena siapa pun istrinya yang pasti Arkan tidak akan memberikan hatinya karena hati Arkan hanya milik almarhumah istrinya. Arkan hanya akan memenuhi kebutuhan wanita yang akan menjadi istrinya dan memberikan anak sebagai penerus keturunannya.


Setelah Arkan menyetujui apa yang di katakan nenek Murni kini kedua wanita yang ada di rumah papa Arman itu bertos ria, mereka langsung meninggalkan kedua lelaki yang ada di sana, dan melangkah menuju kamar nenek Murni. Kedua wanita itu langsung menyusun strategi agar Kasih mau menjadi istri Arkan setelah habis masa Iddahnya Kasih.


"Bu sepertinya rumah Kasih dan suaminya akan di jual deh untuk pembagian harta Gono gini, apa kita beli saja ya supaya Kasih tidak berurusan lagi dengan pria itu?" Tanya mama Risma.


"Benar juga kamu ris, ibu jadi tidak sabar menunggu keputusan pengadilan. Ibu sudah bayangkan kalau Kasih dan Anak-anaknya tinggal di sini pasti rumah kita akan ramai dan semakin berwarna." Tutur nenek Murni.

__ADS_1


Kini papa Arman dan Arkan sedang berbincang, papa Arman menyinggung tentang pembicaraan antara nenek Murni dan putranya tadi sewaktu di meja makan.


"Kan kamu serius tidak apa-apa kalau mama dan nenekmu yang mencarikan kamu calon istri, nanti cocok di nenek dan mama tapi tidak di kamu?" Tanya papa Arman.


"Pasti cocok ma, mama dan nenek pasti tidak akan memberikan istri yang tidak baik untukku pa." Jawab Arkan.


"Kamu gak Masalah kalau perempuan yang akan menjadi istrimu nanti itu seorang janda anak dua?" tanya papa Arman yang sudah mengetahui rencana kedua wanita kesayangannya itu.


"Gak pa, Arkan juga duda pa jadi lebih baik janda karena dia pasti sudah pernah mengalami pahit manisnya berumah tangga itu membuat dia akan lebih dewasa. Arkan tidak mau mempunyai istri yang manja dan kekanak-kanakan." Ucap Arkan.


"Tapi kamu harus belajar menerima dan mencintainya, tidak perlu terburu-buru tetapi cobalah sedikit demi sedikit membuka hatimu, papa tau kamu masih sangat mencintai almarhumah Rena tapi kamu harus tahu kalian sudah ada di dunia berbeda. Rena juga pasti sedih melihat kamu yang tidak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu. Papa tidak meminta kamu untuk menghapus semua tentang Rena, tapi tempatkan dia di sebagian tempat di hatimu saja, dan belajarlah mencintai wanita yang kelak akan menemanimu sampai tua, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari. Karena papa tahu wanita yang akan di jodohkan oleh nenek dan mama mu ini adalah wanita yang sangat baik." Tutur Papa Arman.


Sedangkan papa Arman hanya dapat mengelus dadanya karena tahu anaknya tidak suka dengan ucapannya tadi.


...*****...


Kini tiba saatnya hari yang di nanti Kasih, hari dimana Hakim akan memutuskan Kasus perceraiannya dengan Raka.

__ADS_1


Sebelum keluar dari kamarnya Kasih memandang seluruh kamarnya, Kasih mengingat Kenangan selama bersama suaminya itu, banyak momen indah di kamar tersebut. Rasa cinta itu masih ada tapi ia harus melepas laki-laki yang sudah berpaling ke pelukan wanita lain. Kisah cinta yang ia bangun bersama Raka Sangat manis dan indah bahkan Kasih tak menyangka kalau Raka tega berbuat seperti itu, selama ini mereka harmonis. Perempuan itu tidak menyangka rumah tangga yang ia jaga selama ini akan hancur dengan hadirnya pelakor dalam rumah tangganya. Kasih kembali mengeluarkan air matanya, walau sudah berjanji akan tegar tapi runtuh juga, Kasih tidak dapat menahan buliran kristal itu mengalir deras di pipinya. Rasa sakit atas penghianatan suaminya kembali ia rasakan apalagi ketika ia mengingat kedua buah hatinya, semakin hancur hati wanita itu.


"Maafkan mama sayang, mama tidak bisa bersama papa kalian lagi, mama tahu kalian pasti akan mengerti ketika sudah dewasa nanti. Kalaupun mama mempertahankan ini semua pasti kedepannya jauh lebih sakit dan mama yakin bukan cuma mama yang akan merasa sakit tapi kalian juga akan merasa sakit, jadi sebelum itu terjadi mama harus mengakhiri ini semua. Kita bertiga akan memulai kisah baru yang jauh lebih indah dari kisah kita sebelumnya." Ucap Kasih sambil terisak.


"Kasih ayo sayang kita berangkat semua sudah siap tinggal menunggu kamu saja" panggil Mama Dewi yang tiba-tiba masuk ke kamar menantunya.


Mama Dewi kaget melihat menantunya yang sedang menangis segugukan, ia langsung mendekati menantunya itu dan langsung memeluk Kasih.


"Ada apa, kenapa kamu menangis nak?" tanya mama Dewi.


Tangis Kasih semakin kuat kala mengingat betapa besarnya kasih sayang wanita yang sedang memeluknya ini, Kasih bahkan sudah menganggap mertuanya ini seperti ibunya sendiri.


"Ma maafkan Kasih kalau selama ini masih belum bisa menjadi menantu yang baik, maafkan Kasih yang tidak bisa menjaga keutuhan rumah tangga Kasih. Ma aku sayang mama, apakah mama masih menyayangi aku ketika aku sudah tidak menjadi menantu mama. Rasanya Kasih tidak rela melepaskan Kasih sayang mama dan papa kepada perempuan yang akan menjadi pendamping mas Raka kelak ma." Ucap Kasih yang terdengar pilu.


Kini bukan cuma Kasih yang menangis wanita yang sebentar lagi jadi mantan mertua Kasih itupun menangis pilu.


"Sayang mama sudah bilang walaupun kamu sudah tidak jadi menantu mama tapi kamu akan menjadi putri mama, jadi tidak akan ada yang berubah sayang dan ingat mama tidak akan mau merestui Raka dan wanita murahan itu." Ucap mama Dewi yang sebenarnya berat melepas menantunya itu

__ADS_1


Setelah menumpahkan semua yang mengganjal di hati kini kedua wanita itu keluar dari kamar Kasih dan mereka langsung berangkat Ke pengadilan, walau para keluarga yang menunggu kedua wanita itu heran melihat mata kasih dan mama Dewi yang terlihat sembab tapi mereka enggan untuk bertanya


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya ya teman-teman, agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih.


__ADS_2