Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 169 " Pulang"


__ADS_3

Hari ini Kasih sudah di izinkan untuk pulang, Arkan kini sedang mengemasi barang-barang mereka sedang asisten Rendy sedang mengurus administrasi rumah sakit istri bosnya. Sebelumnya Dokter sudah datang untuk memeriksa Kasih dan hasilnya kesehatan wanita itu sudah membaik hanya saja satu bulan ke depan Kasih terpaksa harus menggunakan kursi roda karena luka di kakinya belum sembuh total. Dokter juga mengingatkan agar Kasih datang dua Minggu kemudian untuk kontrol.


Ceklek....


Suara pintu terdengar, ternyata Asisten Rendy sudah selesai dengan urusan administrasi rumah sakit "Bos semuanya sudah selesai, apa kita pulang sekarang?" tanya Rendy memasuki ruangan itu.


"Oke kita pulang sekarang, tolong bawakan tas ini." Suruh Arkan.


"Ayo sayang kita pulang." Ajak lelaki itu kepada istrinya.


Arkan menggendong istrinya dan meletakkannya di kursi roda, melihat kembali ruangan itu sebelum mereka keluar. Siapa tahu ada barang mereka yang tertinggal. Setelah aman baru mereka pergi meninggalkan rumah sakit tersebut dengan Arkan yang mendorong kursi roda Kasih dan di ikuti oleh asisten Rendy yang membawakan barang-barang bosnya.


Sesampai di rumah Arkan kembali menggendong Kasih dan meletakkannya di kursi roda baru ia mendorong istrinya itu memasuki rumah.


"Assalamualaikum...." Ucap Arkan dan Kasih.

__ADS_1


"waalaikumsalam ...."Jawab seluruh anggota keluarga yang sudah menunggu kedatangan


sepasang suami isteri itu.


"Mama.... Asyik mama pulang, berarti mama sudah sembuh. Hore...." Teriak Dara dan berlari menghampiri ibunya.


Kasih Yang sudah merindukan anak-anaknya langsung meneteskan air mata saat Dara berlari dan memeluknya dengan erat.


"Gadis kecil mama, gak nakal selama mama gak ada di rumahkan?" Tanya Kasih mengecup pipi gembul putrinya.


wanita itu. Tiba-tiba Arkan melarang Bayu untuk memeluk istrinya untuk mengucapkan selamat datang kembali seperti yang di lakukan yang lain.


"Kamu kenapa sih bro, aku juga mau seperti yang lain?" Tanya Bayu pura-pura tidak mengerti akan kecemburuan sepupunya itu.


"Tidak usah, istriku tidak butuh pelukan dari lelaki lain. Jangan coba-coba menyentuh istriku walau seujung kuku. Sebaiknya kamu lupakan niat busukmu itu, cari saja perempuan lain." Ucap Arkan yang membuat Kasih heran dan tidak mengerti.

__ADS_1


"Mas kenapa marah kepada Bayu, kenapa mas ngomongnya gitu?" Tanya Kasih lembut.


"Biasa Kas, suami kamu itu pasti cemburu kepadaku. Takut kamu aku ambil Kali !" Seru Bayu yang mendapat pelototan tajam dari Arkan.


Melihat perdebatan yang semakin tidak kondusif membuat mama Risma turun tangan sebelum putranya si alay bin lebay itu terbakar emosi "Ya sudah, kamu bawa Kasih ke kamar agar ia bisa beristirahat. Nanti mama panggil untuk makan malam."


"Tapi ma, aku belum ketemu baby Ardy." Ucap Kasih.


"Sayang kamu istirahat dulu, pasti perjalanan dari rumah sakit membuat kamu lelah, lagi pula Baby Ardi sedang tidur nak." Beritahu nenek Murni.


Akhirnya Kasih mau di bawa Arkan untuk beristirahat ke kamar dan mengurungkan niatnya untuk menemui anak gantengnya itu. Kasih heran mengapa suaminya itu tidak membawa Kasih ke kamar tamu, kamar yang biasa wanita itu tempati setelah pertengkaran mereka.


"Kamar aku di sana mas," Tunjuk Kasih tapi Arkan hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya mendorong kursi roda Kasih ke kamarnya.


Jangan lupa like, komentar, vote, dan, hadiahnya, agar author lebih semangat.

__ADS_1


__ADS_2