
Bahkan lelaki itu berkali-kali menghubungi ponsel sang istri tetapi tidak aktif, menambah pikiran buruk di otaknya. Kata-kata sang sepupu juga semakin terngiang-ngiang di kepalanya yang mengingatkan dirinya untuk melupakan masa lalu dan membahagiakan istrinya sebelum di bahagiakan orang lain.
"Sialan si Bayu, di bawa kemana istriku sampai jam segini belum juga sampai rumah, awas tu anak kalau berani macam-macam. Habis kamu Bay, aku gak peduli kamu itu sepupu aku atau tidak. Jangan coba-coba merebut milikku." Umpat Arkan.
Bahkan makan malam di lewatkan oleh Arkan karena tidak berselera, kedua orangtuanya tersenyum tipis melihat kegelisahan Putranya. Mereka yakin sudah tumbuh cinta di hati putranya untuk sang menantu tapi Arkan belum menyadarinya.Sepasang suami istri itu yakin jika sebentar lagi anaknya itu akan dapat melupakan Rena dan menjadikan Kasih satu-satunya.
"Sudahlah Nak ayo makan, nanti kamu sakit." ajak papa Arman.
"Nanti saja pa setelah istriku datang. Bagaimana aku bisa tenang istriku kini sedang bersama laki-laki lain."
__ADS_1
"Istrimu mama suruh belanja di supermarket sebelum pulang ke sini, lagian Kasih pergi dengan sepupumu, jadi di mana letak salahnya." ucap mama Risma.
"Ya salah dong ma, Kasih itu sudah mempunyai suami dan sekarang ia belum pulang sementara hari sudah malam. Dia harusnya memikirkan perasaanku ma." Tutur Arkan yang membuat mamanya tertawa.
"Pa lihat anak kita, masih bisa mulutnya berbicara tentang memikirkan perasaan orang sedangkan ia sendiri tidak pernah memikirkan perasaan istrinya sendiri. Sadar Arkan, sadar nak. Kasih itu hanya mama suruh berbelanja dengan sepupumu kamu sudah merasa paling tersakiti. Apa kabar hati Kasih yang melihat kamu masih memajang foto Rena di kamar kalian. Papa, tolong suruh anakmu itu instrospeksi diri. Cinta boleh bodoh jangan, begini nih jadinya cintanya pergi bodohnya abadi." Ucap mama Risma melanjutkan makan malamnya.
Arkan yang sudah tidak tahan dengan ejekan sang mama memilih menunggu Kasih di teras rumah dengan gelisah, tak lama berdiri di sana Arkan sudah melihat kedatangan mobil yang ia tahu di dalam sedang ada istrinya itu dan benar saja Kasih turun dari mobil tersebut, Sarti juga turun dengan baby Ardy yang ada dalam gendongannya, bahkan Ardy tidak terganggu dari tidurnya.
Sarti menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke dalam rumah sedangkan Bayu sibuk mengeluarkan barang belanjaan Mereka tadi.
__ADS_1
Arkan langsung menarik tangan sang istri dan membawanya ke kamar mereka, Kasih yang sedari tadi meronta tidak dapat melepaskan diri karena kalah dengan kekuatan suaminya. Bahkan kedua orangtuanya terkejut dengan aksi anaknya yang membawa Kasih ke dalam kamar, mama Risma yang tidak terima dengan kelakuan sang anak ingin membantu menantunya itu, tetapi di larang oleh suaminya.
"Cukup ma, jangan campuri urusan mereka. Biarkan mereka menyelesaikannya berdua. Jangan memperkeruh suasana." Titah papa Arman.
"Tapi pa, mama takut anak kita tidak bisa mengontrol emosinya dan tanpa sadar berbuat kasar dengan menantu kita." ucap mama Risma yang khawatir dengan Kasih.
"Kamu tenang saja, itu tidak akan terjadi karena papa tahu anak kita tidak akan pernah main tangan kepada wanita." ucap lelaki itu meyakinkan istrinya.
Sedangkan di dalam kamar sepasang suami-istri itu sedang adu mulut
__ADS_1
"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?"
Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.