Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 128 "Lahirkan seorang anak untukku"


__ADS_3

"Bukannya sudah jelas kalau pengadilan memberi hak asuh anak sepenuhnya kepadaku mas dan kamu hanya berkewajiban memberi nafkah kepada mereka setiap bulannya, pengadilan hanya mengatakan kalau aku tidak boleh melarang kamu untuk bertemu dengan anakmu itu saja. Aku sudah berbaik hati tidak menuntutmu yang tidak memberi nafkah kepada mereka semenjak kita bercerai, sepertinya kamu tipe manusia yang di kasih hati minta jantung."


Raka sangat malu karena Kasih menyinggung nafkah yang tidak di berikan kepada kedua anaknya, apalagi Kasih membahas hal itu di depan Arkan "Tapi Kasih, aku kesepian dan ingin adanya kehadiran seorang anak di dalam rumahku yang menjadi penyemangat dan penghilang lelahku di saat aku berkerja." ucap Raka memohon.


"Kalau kamu ingin kehadiran seorang anak dalam hidupmu suruh istri barumu itu untuk melahirkan anak untukmu, jangan harap anak-anakku akan di asuh oleh wanita murahan itu. Berikan Ardy kami ingin pulang." ucap Kasih.


"Tapi aku masih ingin bermain dengan mereka Kas," ucap Raka memohon.


"Kalau kamu ingin bertemu dengan anak-anak kamu bisa menghubungiku dan aku membawa anak-anak bertemu denganmu." Sela Arkan yang memberi Raka kartu namanya.

__ADS_1


Raka yang merasa kesal karena Arkan ikut campur padahal itu adalah masalah anak-anaknya dengan mantan istri "Maaf pak, saya tidak butuh saran bapak, karena bapak tidak ada hak mencampuri urusan saya dan Kasih tentang anak-anak kami," ucap Raka.


Mendengar ucapan Raka sebisa mungkin Arkan tidak terpancing, Laki-laki itu bersikap tenang dan menjawab perkataan Raka itu "Saya sangat berhak pak Raka karena anda berurusan dengan istri saya dan saya tidak mau kalau istri saya berhubungan dengan Laki-laki lain, apalagi bertemu tanpa ada saya yang mendampingi. Jadi saya harap bapak menghargai keputusan saya jika anda ingin menemui anak-anak kamu silahkan hubungi saya," ucap Arkan kemudian mengajak Kasih pergi dari sana.


"Sial*n, berani-beraninya dia mengaturku untuk bertemu dengan anak-anakku. Akh...." umpat Raka yang menatap kepergian Arkan.


Sedangkan Sheila yang sedari tadi bersembunyi tersenyum licik karena mengetahui suaminya tidak akan bisa leluasa menemui anak-anaknya. Sheila berjalan mendekati Raka dan berpura-pura tidak mendengar apa yang ia lihat tadi.


Mendengar istrinya yang mulai mengoceh Raka segera pergi meninggalkan wanita itu.

__ADS_1


"Mas, aku jangan di tinggal dong. Tunggu..." Sheila berjalan menyusul suaminya.


Entah apa yang terjadi dengan perasaan Raka ia merasa tidak rela melihat kebahagian mantan istrinya itu, rasanya dadanya terasa panas seperti terbakar api ketika melihat perlakuan suami baru mantan istrinya kepada Kasih dan kedua anaknya.


"Mas, kamu kenapa sih semenjak pulang dari mall selalu marah-marah tanpa alasan, perasaan aku tidak berbuat salah deh."


"Sheila aku ingin kamu hamil, lahirkan seorang anak untukku." ucap Raka dengan nada dingin.


"Mas aku belum mau hamil, aku masih muda dan masih ingin berkarir. aku tidak mau karirku hancur Gara-gara kehadiran seorang anak. Jangan paksa aku untuk hamil." Bentak Sheila.

__ADS_1


"Berani kamu membentak ku, bukannya dulu kamu melarang aku untuk tidak menemui kedua anakku dan kamu berjanji ingin memberi aku anak. Dasar egois...." teriak Raka yang emosi atas penolakan Sheila.


Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.


__ADS_2