
Karena terlalu bersemangat mereka sampai tidak mendengar suara pintu kamar hotel mereka di buka. Raka sedang asyik mencari kenikmatan di atas tubuh sheila, sedangkan Sheila sibuk menikmati hentakan yang di berikan lelaki yang sedang menggaulinya itu.
Kasih, Rian, Riko dan dua orang staf hotel memasuki kamar tersebut, sayup-sayup terdengar ******* perempuan dan laki-laki yang membuat jantung Kasih semakin berdetak cepat, Kasih mempercepat langkahnya dan melihat hal yang sangat menghancurkan hatinya, Kasih melihat lelaki yang di cintainya itu sedang asyik menikmati wanita yang ada di bawahnya, Kasih dapat melihat betapa panasnya kegiatan mereka itu sampai-sampai wanita yang ada di bawah suaminya itu menjerit nikmat akan sentuhan dan hentakan yang di berikan Raka.
"Mas Raka...." panggil Kasih dengan air mata yang sudah di pipinya, meski Kasih berusaha untuk tegar dan tak menangis tapi hatinya tidak bisa berbohong, air mata itu turun tanpa bisa Kasih cegah.
Hati perempuan mana yang kuat melihat suami yang di cintainya sedang ada di atas ranjang dengan perempuan yang ada di bawahnya jangan lupakan mereka sama-sama polos dan menyatu.
Mendengar suara yang sangat familiar memanggilnya Raka dan sheila menoleh dan melihat Kasih dan kedua abangnya menyaksikan perbuatannya.
Raka replek melepaskan dirinya dari Sheila dan buru-buru memakai boxernya, sedangkan Sheila langsung menarik selimut yang ada di ujung ranjang, Sheila sudah kepalang malu karena ada beberapa lelaki yang menyaksikan tubuh polosnya.
Jika Kasih sudah menangis tersedu-sedu berbeda dengan kedua abangnya yang wajahnya sudah memerah menahan malu dan amarah melihat kelakuan adiknya itu.
"Kasih, ini bukan seperti yang kamu lihat." ucap Raka yang terkejut setengah mati, ia bahkan langsung menghampiri Kasih.
Belum sempat Raka menggapai tangan istrinya, Riko yang sudah mual melihat adiknya itu langsung melayangkan satu pukulan yang sangat keras di pipi Raka, yang membuat lelaki itu tersungkur di lantai dengan sudut bibirnya yang sudah berdarah.
Melihat Raka yang mendapat bogem mentah membuat Sheila menjerit ketakutan.
"Dasar brengsek, bajingan istrimu sedang mengandung anakmu kamu malah asyik berselingkuh dengan wanita lain, kamu tidak pantas hidup, aku akan mengirimmu ke neraka bangsat." umpat Riko yang sudah menghajar adiknya itu hingga babak belur, Sheila sudah menangis histeris si ranjang dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya, Rian hanya membiarkan Riko menghajar Raka, dia merasa Raka pantas mendapatkan itu, melihat betapa terlukanya wanita yang sedang berdiri disampingnya itu.
__ADS_1
Kasih yang sangat syok melihat kejadian itu, tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya diam mematung menyaksikan suaminya di hajar oleh kakak iparnya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
Suasana didalam kamar hotel itu semakin memanas, Riko yang emosi tak lelah menghajar Raka yang sudah lemas tak berdaya, melihat lelaki yang sangat di cintainya di hajar habis-habisan Sheila berlari memeluk Raka sehingga Riko berhenti memukuli adiknya itu.
"Sudah jangan pukuli mas Raka, kami saling mencintai apa salahnya. bukannya dia adikmu kenapa tega kalian memukulinya. Kamu sudah dewasa jadi kalian tidak usah ikut campur." ucap Sheila dengan berteriak.
Mendengar perkataan selingkuhan suaminya itu darah Kasih mendidih, ia langsung berjalan ke hadapan Sheila yang sedang memeluk Raka agar tidak dipukuli lagi.
"Dasar wanita murahan, kamu bilang kami tidak usah ikut campur." ucap Kasih yang sudah menarik rambut Sheila.
"Lelaki yang sedang bersamamu ini adalah suamiku, kamu bilang aku tidak usah ikut campur, apa lelaki di dunia ini sudah habis sehingga kamu harus merusak rumah tangga orang lain. Aku harus diam saja ketiga kamu datang menghancurkan rumah tanggaku." ucap Kasih yang menarik rambut Sheila semakin menjadi-jadi.
Entah kekuatan dari mana wanita hamil itu bahkan bisa menyeret Sheila keluar dari kamar tersebut,dengan tangannya yang masih berada di rambut wanita itu.
"Dasar Jal***, kamu sudah tahu dia sudah punya istri tetapi kamu masih mau berhubungan dengannya, manusia tidak punya perasaan." umpat Kasih yang sudah seperti orang kesetanan.
Rian dan Riko segera menyusul Kasih, mereka takut Sheila melukai Kasih apalagi wanita itu sedang hamil, tapi keduanya terkejut melihat Kasih yang menampar Sheila, bahkan wanita itu sudah tidak berdaya akibat dari amukan Kasih.
"Kasih sudah dek, istighfar." ucap Rian yang mencoba memisahkan Kasih dari Sheila.
Kasih tidak peduli dengan ucapan kakak iparnya itu, ia terus memaki Sheila, menarik rambutnya dan menampar Sheila.
__ADS_1
Raka dengan langkah Gontai mendekati istri Dan selingkuhannya itu. Raka bahkan mendorong Kasih agar berhenti menyakiti Sheila. Kasih yang tidak siap dengan keadaan itu hampir saja terjatuh, untung Rian segera menangkapnya sehingga ia tidak terjatuh.
"Kenapa mas, kenapa kamu pisahkan aku dengan wanita murahan ini. Apa kamu takut wajahnya jadi jelek akibat amukanku. apa kamu sudah mencintainya dan memilihnya sehingga kamu lebih memilih mendorongku untuk melindunginya." teriak Kasih yang sudah hancur melihat suaminya lebih berpihak kepada selingkuhannya.
"Cukup Kasih, jangan sebut Sheila wanita murahan." bentak Raka.
Kasih tersenyum sinis "Apa namanya wanita yang sudah tau lelaki itu sudah berkeluarga tetapi tetap mau jadi selingkuhan. Oh mungkin bukan wanita murahan tetapi jalan*." ucap Kasih.
Tak terima mendengar perkataan istrinya Raka dengan ringan tangan melayangkan tangannya ke pipi wanita yang dulu ia cintai itu.
Kasih tidak menyangka kalau Raka tega melayangkan tangannya hanya demi perempuan itu, hatinya semakin terluka.
"Tega kamu mas, kamu gak mikir gimana perasaan aku dan anak-anak. Dimana otak kamu mas, kamu sudah menghancurkan semuanya mas." ucap Kasih sambil menangis.
Hati wanita mana yang tidak sakit, mengatahui laki-laki yang mencintainya berbuat curang di belakangnya. Kehidupan pernikahan yang di bangun itu hancur sudah, mimpi-mimpi meraih indahnya pernikahan hanya akan menjadi angan-angan.
"Kamu lebih memilih dia dari pada aku dan anak-anak mas?" tanya Kasih dengan di iringi tangisan pilu.
"Aku udah gak ada rasa sama kamu." jawab Raka dengan enteng.
Kali ini bukan Riko yang melayangkan tinjunya ke Raka melainkan Rian, mendengar pengakuan adiknya tersebut membuat Rian tidak dapat menahan emosinya lagi.
__ADS_1
"Bangs*t, bukannya menyesal malah semakin menjadi-jadi. Aku malu mengakui kamu adalah adikku, dasar laki-laki bodoh." ucap Rian.