
Mendengar suara Sheila, bagian bawah Raka menegang. Suara Sheila yang terdengar **** membuat sesuatu bagian tubuh Raka yang sudah lama tidak dapat jatah merespon ditambah rok yang kenakan Sheila sangat pendek sehingga menampakkan paha Sheila yang putih dan mulus.
"Mas sakit, pelan-pelan mas." Pinta Sheila dengan suara yang manja.
"Iya Shei, ini sudah pelan kok."Jawab Raka sambil menahan hasr*tnya.
Sheila yang melihat Raka berusaha menahan hasratnya tersenyum puas, Sheila yakin Raka sudah mulai goyah.
Setelah selesai mengurut kaki Sheila yang sakit, raka kembali ke mejanya dan memeriksa berkas yang di beri Sheila, sedangkan Sheila sudah keluar dari ruangannya Raka diantarkan oleh Raka dengan cara memapahnya.
Staf divisi keuangan heran melihat Raka yang memapah Sheila.
"Kamu kenapa shei, kok di papah Raka?" tanya Adam.
"Tadi Sheila terpeleset di ruanganku, kayaknya kakinya keseleo makanya aku bantuin, dia gak kuat jalan." Tutur Raka.
__ADS_1
Melihat sang incaran hatinya sedang terluka, Dion dengan sigap membantu Sheila.
"Biar aku saja Raka yang bantuin Sheila" ucap Dion segera mengantikan posisi Raka.
Sheila yang sebenarnya tidak suka dengan usul Dion terpaksa diam saja, agar semuanya tidak ada yang curiga padanya.
*****
Tak terasa kandungan Kasih sudah memasuki 3 bulan, Kasih sudah beraktifitas seperti biasa, tetapi dokter belum memperbolehkan mereka berhubungan badan.
membuat Raka semakin uring-uringan, seperti malam ini dia harus menahan nafs*nya untuk tidak menyentuh Kasih, melihat piyama Kasih yang kancingnya terbuka membuatnya ingin menerkam istrinya tersebut.
"Halo, ada apa shei kok nelpon malam-malam begini, apa kamu perlu bantuan?" Tanya Raka.
"Gak ada apa-apa kok mas, Sheila cuma gak bisa tidur?" ucapnya dengan manja.
__ADS_1
"Kenapa gak bisa tidur, kamu rindu sama mas ya?" goda Raka dengan suara yang dibuat sepelan mungkin.
Raka dan Sheila memang tidak ada hubungan, tapi Sheila sering bertingkah manja ke Raka, dan Raka juga yang sedang butuh perhatian meladeni sikapnya Sheila.
Sheila sudah terang-terangan menunjukkan rasa sukanya pada Raka. Bukan Raka tidak tau akan hal itu, tapi kadang dia masih memikirkan rumah tangganya.
Hubungan Raka dan Kasih memang sedikit merenggang apalagi Kasih tidak suka dekat dengan suaminya mungkin bawaan bayi,sehingga terkesan bagi Raka Kasih cuek dan tidak peduli padanya ditambah lagi dia tidak bisa menyentuh istrinya.
Raka yang mempunyai nafs* yang besar sangat sulit menahan godaan yang selalu di suguhi Sheila, mulai dari gaya pakaian Sheila yang selalu menggoyahkan iman, ditambah lagi perhatian-perhatian yang di beri Sheila. Seperti malam ini otak Raka sepertinya sudah tidak mampu berpikir dengan waras sehingga dia menggoda Sheila.
"Kok mas Raka tau? makanya mampir dong ke apartemennya aku mas." Bujuk Sheila.
"Aku udah punya istri shei, kamu jangan ngacok deh." Ucap Raka.
"Selama kita main cantik, istri kamu gak bakal tau kok mas. Aku tau mas gak bisa tidur karena gak di kasih jatahkan? aku bisa memberi apa yang mas mau." Goda Sheila.
__ADS_1
Mendengar perkataan Sheila membuat hatinya bimbang, dia tidak ingin rumah tangganya hancur apalagi Kasih adalah tipe istri yang sempurna, cuman semenjak hamil kasih jadi malas dandan dan terkesan cuek padanya.
Sedangkan Sheila selalu bisa membuat pertahanannya rubuh jika ia khilaf sedikit saja.