
"Jalan-jalan kemana mas?" Tanya Kasih.
"Kalian maunya kemana? seperti janji mas tadi pagi kepada Dara kita akan pergi ke studio foto, makan siang di luar setelah itu terserah kalian mau kemana mas ikut saja." jawab Arkan.
"Kalau begitu aku dan anak-anak siap-siap dulu sekalian mba Sarti juga harus siap-siap juga." ucap Kasih melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Kasih tunggu dulu, ngapain nyuruh Sarti siap-siap. Kita pergi hanya berempat, mas mau kita menghabiskan waktu bersama." ucap Arkan.
"Tapi mas nanti mas jadi repot harus bantu jagain anak-anak."
"Mas tidak merasa repot, seperti yang mas bilang kita hanya pergi berempat saja, sudah sana pergi siap-siap." suruh Arkan.
...*****...
Didalam sebuah mall kini Arkan dan keluarga kecilnya sedang berjalan menyusuri mall tersebut, banyak mata memandang ke arah mereka bahkan para pengunjung mengagumi ketampanan Seorang arkan dengan Outfit yang tidak pernah gagal menggunakan kaos putih polos dengan bawahan celana jeans sepatu sneakers berwarna polos serta tak lupa jam tangan mewah melengkapi penampilannya membuat penampilan Arkan semakin mempesona.
Kasih yang tampil cantik dengan t-shirt putih dan rok midi warna soft pink di padukan dengan sneakers dan slingbag yang membuat penampilan ibu anak dua itu simpel tapi tetap cantik, tak lupa si cantik Dara yang juga memakai outfit yang sama dengan mamanya begitu juga si baby Ardi yang memakai pakaian yang mirip dengan papanya.
Banyak pengunjung mall yang memuji keluarga itu dimana mereka tampil serasi. Kasih berjalan sambil memegang tangan putrinya sementara baby Ardi berada dalam gendongan sang papa yang menambah kesan hot Daddy yang membuat para perempuan iri kepada Kasih.
Kini mereka mampir ke salah satu toko baju brand terkenal, Arkan memang sengaja membawa istrinya agar Kasih dapat memilih apa yang ia mau, walau Kasih sudah menolak tapi bukan Arkan namanya kalau tidak bisa memaksakan apa yang ia mau.
Beberapa perempuan yang mengunjungi toko tersebut berbisik-bisik karena iri dengan Kasih yang sedang sibuk mencoba baju dan memperlihatkannya kepada Arkan dan Dara "Wah beruntung sekali perempuan itu, punya suami ganteng, tajir dan tidak pelit apalagi anak-anaknya lucu dan menggemaskan. Ya tuhan sisakan satu lelaki seperti itu untukku." ucap perempuan itu yang membuat seseorang di sampingnya melihat ke arah pandang perempuan itu.
__ADS_1
Raka yang sedang menemani Sheila shopping sedang berada di toko yang sama dengan Kasih, ia penasaran mendengar beberapa perempuan yang asyik bergosip dan ternyata orang yang mereka maksud adalah mantan istrinya.
Deg....
Jantung Raka berdetak kencang saat melihat mantan istrinya itu sedang mencoba beberapa pakaian, di tambah ia melihat kedua anaknya beserta ayah sambung anaknya.
Terlihat keluarga mereka seperti keluarga yang harmonis, apalagi Arkan yang sedang menggendong putranya dan putrinya yang berdiri di samping Arkan dengan tangan putrinya di genggam lelaki itu sesekali Arkan dan Dara tertawa melihat Kasih yang mencoba pakaian, bahkan Raka bisa mendengar percakapan mereka "Mas apa yang ini cantik, atau yang ini. Aku bingung mau pilih yang mana." ucap Kasih yang di lema dengan pakaian yang ada di hadapannya.
"Semuanya cantik jika kamu yang memakainya jangan bingung, beli saja semua yang kamu suka. Suamimu ini tidak akan jatuh miskin hanya karena kamu memborong baju-baju ini. Iya kan putri papa yang cantik?" ucap Arkan.
"Iya papa ganteng, beli saja semuanya ma. Papa... habis dari sini kita pergi ke toko mainan ya, Dara mau beli mainan yang banyak." pinta bocah menggemaskan itu.
"Ok tuan putrinya papa. Kalau jagoan papa yang ganteng ini mau di belikan apa sayang." ucap Arkan.
"Tidak apa-apa Kasih, lagian kita kan tidak setiap hari pergi seperti ini. kalau begitu semua yang kamu coba tadi kita beli." ucap Arkan yang membuat Sheila membulatkan matanya.
Sheila yang sedari tadi sibuk memilih pakaian tersadar kalau suaminya tidak ada di sampingnya. Setelah mencari Raka ia melihat suaminya itu sedang memperhatikan sesuatu yang ternyata mantan istri dan anak-anaknya.
Arkan segera memberi sebuah kartu untuk pegawai toko untuk membayar belanjaan istrinya setelah selesai mereka pergi ke toko mainan sesuai permintaan Dara.
"Enak bangat jadi istrinya pak Arkan, mau beli apa saja tinggal tunjuk, sedangkan aku mau beli satu saja susah bangat di kabulin." sindir Sheila.
Mendengar sindiran Sheila Raka hanya menatapnya dengan tajam karena moodnya sudah rusak akibat melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit, apalagi tadi putrinya sangat manja dengan ayah sambungnya, di tambah Kasih yang semakin cantik di setiap mereka bertemu membuat Raka merasa kesal kenapa dulu Kasih tidak secantik itu pikirnya.
__ADS_1
(Makanya di modalin dong Raka, mau istri cantik tapi gak mau rugi)
"Gak usah banyak ngomong, kalau kamu sudah dapat apa yang kamu ingin beli cepat bayar sana, aku sudah capek mengikutimu dari tadi. Cepat bayar sana aku sudah lapar mau makan." ucap Raka ketus.
Sheila pergi ke kasir membawa satu pakaian dengan perasaan kesal melihat Kasih yang keluar dari toko dengan membawa banyak belanjaan sementara ia cuma dapat membeli satu, harusnya dulu aku mendekati pak Arkan saja bukan Raka pikirnya.
Setelah berkeliling mall dengan istrinya Raka yang dari tadi mengeluh lapar kini mereka memasuki restoran yang ada di dalam mall tersebut. Lagi-lagi mereka bertemu dengan Kasih dan Arkan yang sedang makan di sana.
Kasih sedang menyuapi baby Ardi yang duduk di sebelahnya sedangkan Dara duduk di sebelah Arkan yang sedang sibuk dengan makanannya, melihat Kasih yang sedari tadi sibuk dengan baby Ardi sehingga belum sempat mencicipi makanannya, membuat Arkan merasa kasihan. Arkan menyuapi Kasih yang membuat beberapa pengunjung iri dengan kemesraan mereka.
Momen itu tidak luput dari pandangan Raka dan Sheila yang sedang menunggu pesanannya datang.
Kasih yang terkejut dengan tindakan suaminya yang menyuapinya di depan umum menegur Arkan "Mas kenapa aku di suapin malu tahu, tuh lihat kita sudah di lihatin sama orang-orang."
"Kenapa harus malu kamu istri aku, jadi wajar kalau aku nyuapin istri aku, lagi pula mereka punya mata jadi wajar mereka melihat kita, jadi santai saja." ucap Arkan yang kembali menyuapi istrinya.
"Wah... ternyata pak Arkan romantis sekali ya, sepertinya Kasih tidak menyesal melepas kamu untukku. Buktinya dia dapat yang lebih dari kamu, beruntung bangat nasib perempuan itu tidak seperti nasibku."
"Apa maksudmu shei, jadi kamu menyesal menikah denganku. Jangan macam-macam Sheila, aku sudah rela melepas semuanya demi kamu." ucap Raka yang terlanjur emosi.
membuat semua pengunjung restoran melihat ke arah mereka.
Jangan lupa like, komentar, vote, dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih banyak teman-teman.
__ADS_1