Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 178 "Sembuh"


__ADS_3

Kasih baru saja selesai di buka gips yang membalut kakinya, kemudian Dokter memeriksa kondisi kaki Kasih apakah sudah sembuh total atau tidak. Setelah selesai memeriksa Dokter menyuruh Kasih untuk berjalan menggunakan kakinya. Dengan langkah gemetar Kasih mulai melangkahkan kakinya.


"Ayo Bu, langkahkan kaki ibu dengan pelan." instruksi Dokter kepada Kasih.


"Ayo sayang, jangan takut mas di sini,kamu pasti bisa." Ucap Arkan menyemangati.


Mendapat semangat dari sang suami membuat Kasih memberanikan diri untuk melangkah walau masih lambat tapi berlahan ia sudah tidak merasakan sakit ketika menginjakkan kakinya.


"Syukurlah Bu Kasih, kaki ibu sudah sembuh dan sudah bisa di pakai untuk berjalan lagi." ucap Dokter.


"Terima Kasih Dokter." Ucap Kasih dengan raut wajah yang bahagia.


...*****...


Arkan tidak membawa istrinya pulang ke rumah setelah selesai ke Dokter tadi, tetapi Arkan sengaja membawa Kasih ke sebuah restoran untuk makan malam berdua.


Lelaki itu sengaja menciptakan suasana romantis agar sang istri bahagia.


"Mas, ini bukan arah jalan pulang ke rumah?" Tanya Kasih yang masih bingung.

__ADS_1


"Emang, mas mau bawa kamu makan malam romantis." Jawab Arkan dengan wajah yang berbinar.


"Cie cieh....yang sudah bisa romantis-romantisan, ekhmmm...." Goda Kasih kepada suaminya.


"Kenapa kamu gak suka, atau kamu ingin mas kembali dingin seperti gunung es." ucap Arkan di balas gelengan kepala sang istri.


Kini mereka sampai di restoran tempat mereka ingin makan malam, Arkan keluar dari mobil dan berlari mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk sang istri.


"Awas kepalanya, hati-hati." Ucap Arkan mengingatkan, takut istrinya terantuk.


"Terima Kasih suamiku," Balas Kasih yang bahagia dengan perhatian kecil itu.


Sepasang suami istri itu langsung di arahkan ke sebuah ruangan VIP di dalam restoran oleh salah satu pegawai. Arkan sengaja memesan ruangan VIP agar mereka bisa lebih leluasa tanpa harus takut di perhatikan orang lain.


Semua makanan yang tadi mereka pesan kini sudah tertata rapi di atas meja. Kasih yang sudah lapar langsung mengambil lauk yang menggugah seleranya. Arkan hanya tersenyum melihat kelakuan sang istri, niat hati ingin romantis sepertinya harus di undur dulu, melihat sang pujaan hati yang sudah lapar berat.


"Hati-hati makannya sayang, nanti keselek!" seru Arkan melihat Kasih yang sedikit terburu-buru memakan makanannya.


"hehehehe.... Maaf mas. Kasih sudah kelaparan." Jawab Kasih tersenyum manis.

__ADS_1


"Lapar apa doyan sayang?" Tanya Arkan.


"Dua-duanya mas, kenapa kok mas nanya gitu. Apa mas takut kalau aku makan banyak uang mas gak cukup bayar tagihannya atau mas takut aku jadi gendut? Tanya Kasih dengan wajah menyelidik.


"Sayang uang mas gak akan kurang walau kamu borong semua menu yang ada di restoran ini dan mas gak takut kalau kamu gendut, mas malah tambah suka kalau badan kamu berisi, jadi tambah hot dan seksi." Ucap Arkan dengan nada suara yang agak sensual.


"Mulai deh, mesumnya," ucap Kasih memanyunkan bibirnya.


Tak tahan melihat bibir sang istri, Arkan dengan cepat mengecup bibir itu.


"Mas...." Ucap Kasih yang terkejut dengan aksi suaminya.


"Kenapa, marah?"ucap Arkan dengan santai.


"Dasar mesum." Jawab Kasih.


"Mesum sama istri sendiri halal sayang, asal jangan mesum sama istri orang itu baru haram." Jawab Arkan mengedipkan sebelah matanya.


"Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2