Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 206 "Kebencian Sheila"


__ADS_3

"Tunggu sebentar, saya tanya dulu." Ucap Rendy.


Kemudian laki-laki itu segera menghubungi Arkan dan menanyakan apakah masih bisa menunggu sampai sore.


Rendy mematikan panggilannya, wajah lesu Rendy menandakan kalau apa yang di inginkan ya tidak terkabul.


"Bagaimana pak?" Tanya Anton.


"Gak bisa pak, harus sekarang. Biasalah kalau ibu hamil suka minta yang aneh-aneh." Ucap Rendy membuat semua orang terkejut.


"Hamil, emang siapa yang hamil pak?" Tanya Dion penasaran.


"Istri pak Arkan, Ibu Kasih sedang mengandung buah hati mereka." Ucap Rendy memberitahu.

__ADS_1


Semua terkejut mendengar istri dari bos mereka sedang mengandung, ada yang bahagia ada juga yang tidak suka dengan kabar bahagia itu. Semuanya bahagia mendengar kabar bahagia itu, kecuali sepasang suami istri yaitu Raka dan Sheila.


Dengan adanya anak antara Arkan dan Kasih semakin tipis harapannya untuk kembali bersama dengan Kasih, sedangkan Sheila yang membenci Kasih mendengar kabar itu dirinya semakin membenci mantan istri suaminya itu.


"Kenapa wanita sialan itu selalu bahagia, sekarang dia hamil dan sepertinya pak Arkan sangat mencintainya. Hidup wanita itu selalu diliputi kebahagian sedangkan aku, suamiku tidak perduli denganku dan anak yang ada di dalam kandunganku. Aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia Kasih sedangkan hidupku sudah berantakan karena mas Raka yang masih berharap kembali bersamamu." Ucap Sheila dalam hati.


Sedangkan para rekan kerja Raka sangat antusias dengan kabar kehamilan Kasih terutama Fitri dan Nadia yang memang dekat dengan Kasih karena dulu Raka sering membawa Kasih ketika mereka sedang acara.


"Wah, pantas saja akhir-akhir ini pak Arkan lebih ramah dan murah senyum. Ternyata sebentar lagi pak bos jadi ayah!" Seru Nadia.


Semuanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan Fitri.


"Hello....jadi apa ada yang bisa membantu saya. Dimana saya bisa mendapatkan kue putu bambu siang hari begini?" Tanya Rendy. Rendy sedikit kesal karena para karyawan tersebut malah sibuk membahas kehamilan istri bosnya itu.????

__ADS_1


"Hmmm... coba bapak cari di pasar pak, biasanya di sana banyak jajanan pasar, dulu Kasih sering membeli kue-kue basah di sana dan seingat saya ada kue putu juga." Ucap Raka memberi saran.


"iya juga ya, kenapa aku gak kepikiran sampai sana. Terima kasih pak Raka informasinya. Kalau begitu saya pergi dulu." Ucap Rendy dan langsung meninggalkan raka dan karyawan lainnya.


Sheila semakin geram dengan Raka karena laki-laki itu masih saja memberi perhatian untuk mantan istrinya itu, walau secara tidak langsung tetapi Sheila merasa terbakar dan cemburu. Selama hamil Raka belum pernah membelikan apa yang ia inginkan, karena laki-laki itu sangat jarang di apartemen.


Setelah jam makan siang selesai semuanya kembali ke meja masing-masing melanjutkan pekerjaan mereka.


"Mas kenapa Rendy lama sekali, anak kita sudah tidak sabar ingin kue putu." Rengek Kasih yang sudah bosan menunggu kedatangan asisten suaminya.


"Tunggu seben....." ucap Arkan gantung karena terdengar suara ketukan pintu.


Tok....tok....tok.....

__ADS_1


Jangan lupa like, komentar, vote, dan, hadiahnya, agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih


'


__ADS_2