
"Papa....papa...." Teriak Dara berlari menghampiri Raka.
Dara memang sudah tidak membenci Raka karena baik Kasih dan Arkan sudah mengajari anak tersebut supaya tidak membenci papanya.
Dara berlari dan langsung melompat ke dalam pelukan Raka sedangkan baby Ardy berada dalam gendongan mbak Sarti.
Raka langsung memeluk dan menggendong Dara, lelaki itu bahkan sempat meneteskan air matanya, rasa rindu yang ia tahan selama ini karena sang istri tidak memperbolehkannya untuk bertemu dengan kedua anaknya. Tetapi sekarang Raka sudah tidak perduli dengan larangan Sheila, Raka sudah tidak tahan dengan segala aturan istrinya itu.
Mungkin nanti setelah ia pulang mereka akan bertengkar lagi karena Mengetahui Raka yang nekat menemui kedua anaknya.
Setelah menggendong Dara lelaki itu kemudian menggendong Baby Ardy. Raka kembali meneteskan air matanya melihat anak laki-lakinya yang sudah hampir berusia satu tahun itu, tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Ketika melihat wajah menggemaskan baby Ardy lagi-lagi penyesalan itu menghampiri Raka.
Melihat baby Ardy mengingatkannya dengan kesalahan yang ia perbuat, seharusnya waktu itu dia bersyukur karena di beri anugerah anak kedua, dan menjaga keluarganya bukan malah bermain gila dengan perempuan lain.
Arkan dan Kasih hanya memperhatikan Raka dan anak-anak yang sedang asyik bermain. karena sudah terlalu lama duduk Kasih terlihat tidak nyaman, karena ia memang belum bisa duduk terlalu lama.
__ADS_1
"Ssstthh...."
"Kenapa sayang, apa ada yang sakit?" Tanya Arkan dengan sigap, bahkan perlakuan manis Arkan itu tak sengaja Raka lihat.
"Punggungku sakit mas, awww...." Keluh wanita itu sembari memegang punggungnya yang sakit.
"Sebaiknya kamu Istirahat sayang, kamu belum boleh terlalu lama duduk mungkin karena itu punggungmu sakit." Ucap Arkan mengusap-usap punggung istrinya.
"Tapi mas, gak enak sama mas Raka."
Arkan mendekati Raka yang sedang sibuk dengan kedua anaknya, lelaki itu memberitahu kalau ia akan membawa Kasih untuk istirahat. Raka hanya ber-oh ria saja, walau dalam hati ia sedikit sedih karena tidak bisa mencuri-curi pandang melihat wajah wanita yang ia rindukan itu.
Raka bahkan menatap sepasang suami-istri itu sampai hilang di balik pintu kamar mereka.
Lelaki hanya bisa menghela napasnya merutuki kebodohan yang ia perbuat membuat Kasih dan anak-anaknya meninggalkannya.
__ADS_1
"Papa kita ke kamar Dara yuk." Ajak bocah perempuan itu.
"Tapi sayang, nanti mama dan papa Arkan marah." Ucap Raka ragu.
"Tidak apa pak, ibu dan pak Arkan tidak akan marah, kalau bapak ingin silahkan pak." Ucap Sarti memberitahukan mantan majikannya itu.
Kini Raka sudah berada di kamar Dara, sebelumnya Raka mengantarkan Baby Ardy ke kamarnya karena sudah tertidur. Raka sangat terkejut melihat kamar putranya itu, Arkan bahkan tidak tanggung-tanggung memanjakan anaknya, dia bersyukur Kasih dipertemukan dengan lelaki sebaik Arkan.
Rasa terkejut Raka tidak habis setelah memasuki kamar putrinya, nuansa kamar ala-ala princess menghiasi kamar putrinya.
"Kamar Dara baguskan papa?" Tanya bocah itu sembari menunjukkan semua mainan dan baju-baju princessnya.
Raka menganggukkan kepalanya " Iya bagus nak, apa Dara yang minta kamarnya seperti ini?" Tanya Raka kepada putrinya.
Jangan lupa like, komentar, vote dan hadiahnya agar author lebih semangat dan rajin up-nya terimakasih.
__ADS_1