Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 202 "Lebih manja"


__ADS_3

Jika rumah tangga Kasih dan Arkan sedang diliputi kebahagiaan berbeda dengan kondisi rumah tangga Raka dan Sheila yang semakin hancur dari hari ke hari. Raka semakin hari semakin menjadi-jadi, lelaki itu bahkan sudah tidak memperdulikan Sheila lagi.


Raka hanya pulang ke apartemen untuk tidur dan berganti pakaian saja. Raka bahkan sangat malas untuk bertatap muka dengan Sheila. Raka lebih sering menghabiskan waktunya dengan Anggun dan jika wanita itu sedang bersama dengan sugar Daddynya Raka akan lembur di kantor agar tidak bertemu dengan istrinya.


Sheila ketar-ketir melihat kelakuan suaminya, wanita itu sudah tidak bisa lagi mengendalikan Raka. Sheila semakin takut posisinya sebagai istrinya Raka akan tergeser.


Raka sudah tidak peduli dengannya bahkan lelaki itu sudah mengatakan kalau ia akan menceraikan Sheila setelah bayi itu lahir.


Rasa benci Sheila terhadap Kasih semakin menjadi, Sheila menganggap Kasih adalah dalang dari keretakan rumah tangganya dengan Raka.


Sheila sudah berjanji akan membuat perhitungan dengan Kasih. Apalagi belakangan ini Raka sering mengunjungi kedua anaknya. Sehingga wanita itu berpikir bahwa Kasihlah yang membuat alasan atas nama anak-anak agar raka datang menemui Kasih.

__ADS_1


...*****...


Sudah satu bulan berlalu setelah Arkan dan Kasih memberi kabar gembira tersebut, kabar kehamilan Kasih kepada keluarga Arkan.


Semuanya berjalan baik-baik saja, Kasih tidak mengalami mual dan muntah seperti kehamilannya sebelumnya.


Kasih juga tidak sensitif dengan Indra penciumannya bahkan wanita itu mempunyai nafsu makan yang tinggi. Tak ada makanan yang tidak di sukai wanita itu, Kasih akan memakan apa saja makanan yang di berikan kepadanya.


Arkan selalu menanyakan apa yang di inginkan bumil cantiknya itu, lelaki itu ingin menuruti ngidam sang istri dan menjadi suami siaga, tetapi sampai hari ini sang istri belum pernah menginginkan sesuatu yang aneh-aneh seperti keinginan ibu hamil pada umumnya.


Seperti saat ini, Kasih tidak malu memeluk erat tubuh Arkan setelah mengantar suaminya itu ke teras rumah, Kasih bahkan tidak peduli dengan para asisten rumah tangga dan keluarga Arkan yang menyaksikan keromantisan mereka. Biasanya wanita itu selalu malu menunjukkan kemesraan mereka di depan umum, tapi semenjak hamil Kasih menjadi lebih berani dan agresif kepada Arkan.

__ADS_1


"Sayang, apa mas sudah boleh berangkat?" Tanya Arkan mengusap-usap punggung Kasih yang masih memeluk erat dirinya.


Wanita itu seolah berat untuk berpisah dengan suaminya, karena ia akan merindukannya walau nanti sore mereka akan bertemu lagi.


"Lima menit lagi sayang, aku masih ingin mencium aroma tubuhmu." Ucap Kasih dalam pelukan suaminya.


"Sepertinya anak kita, sangat menyukai papanya sayang. Mas perhatikan setelah kamu hamil, kamu lebih manja dan centil. Apa anak kita perempuan sayang?" Tanya Arkan.


"Aku gak tahu mas, apa kalau anak kita perempuan kamu tidak suka?" Tanya Kasih jadi sedih.


Melihat raut wajah wanita yang di cintainya berubah menjadi muram membuat Arkan sadar kalau pertanyaaannya sudah membuat mood istrinya berubah.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang, mau perempuan atau laki-laki bagi mas itu sama saja sayang. Bagi mas yang penting kamu dan anak kita lahir dengan sehat dan tidak kurang satu apapun. Kita sudah mempunyai sepasang anak jadi mas tidak terlalu memikirkan apa jenis kelaminnya sayang. Kalau laki-laki, kita sudah mempunyai anak perempuan yang cantik dan menggemaskan seperti Dara. Kalau perempuan, kita sudah mempunyai anak laki-laki yang tampan dan lucu seperti Ardi." Tutur Arkan membuat senyum Kasih yang tadinya redup terlihat kembali.


Jangan lupa like komentar vote dan hadiahnya biar author tambah semangat.


__ADS_2