Luka Yang Kau Beri

Luka Yang Kau Beri
Bab 220"Sheila di tahan"


__ADS_3

"Hati-hati sayang, Arkan pelan-pelan dong. Kasihan istri kamu.Sayang kamu istirahat saja jangan banyak gerak dulu. Arkan setelah Kasih istrirahat temui papa dulu." Ucap mama Risma sebelum meninggalkan kamar anak dan menantunya itu.


Arkan dan Kasih yang baru sampai di rumah langsung di suruh ke kamar agar Kasih dapat beristirahat. Mama Risma yang terlalu khawatir dengan menantu kesayangannya itu sampai ikut mengantar Kasih ke kamar. Setelah Kasih istirahat Arkan keluar dari kamar karena. ia tahu pasti sekarang ini keluarganya sedang menunggunya meminta penjelasan atas apa yang terjadi menimpa menantu kesayangan mereka. Begitu Arkan duduk ia sudah dibrondongi berbagai pertanyaan yang membuatnya pusing.


"Tenang, tenang semuanya. Arkan akan menceritakan semuanya." Jawab Arkan yang mulai pusing melihat tingkah keluarganya.


Mendengar cerita dari cucunya membuat nenek Murni murka "Jadi cucu menantuku masuk rumah sakit karena kelakuan si pelakor itu. Berani-beraninya dia ingin mencelakai cucu menantu dan calon cicitku. Dia belum tahu dengan siapa dia berhadapan. Nenek tidak mau tahu, kamu harus segera urus perempuan itu. Hubungi pengacara kita, supaya ia mendapatkan ganjaran atas perbuatannya." Suruh nenek Murni yang geram mendengar cerita cucunya.


"Nenek tenang saja, Arkan sudah menyuruh Rendy menghubungi pengacara agar kasus ini segera di proses. Lagi pula sekarang wanita itu sudah di tahan di kantor polisi." Ucap Arkan.

__ADS_1


"Bukannya kamu belum melaporkannya, tapi kenapa bisa di tahan?" Tanya papa Arman yang bingung dengan ucapan anaknya.


"Wanita itu membunuh wanita yang di duga selingkuhan suaminya pa. Ia menangkap basah suaminya dengan perempuan lain."Arkan memberitahu kasus Sheila.


"Mantan suami Kasih selingkuh lagi?" Kali ini mama Risma yang kaget.


Arkan hanya menganggukkan kepalanya, sembari meminum teh yang sengaja ia minta tadi.


"Arkan setuju ma, ini karma untuknya. Apa yang ia lakukan kepada Kasih dulu, sekarang berbalik terjadi kepadanya. Mana lagi hamil, tuhan memang adil ya ma. Dulu juga Kasih di selingkuhi saat sedang hamil." Beritahu Arkan.

__ADS_1


Kasus pembunuhan yang melibatkan Sheila dan Raka sudah ramai di bahas para karyawan perusahaan Arkan. Banyak yang menyayangkan tindakan Sheila yang membuat dirinya hancur.


"Dasar wanita bodoh, hanya karena laki-laki seperti Raka ia rela mengotori tangannya sendiri dengan membunuh wanita selingkuhan suaminya itu." Ucap Anton.


"Dia masuk penjara, eh si Raka bebas dan bisa cari perempuan lain lagi. Sepertinya sangat menarik di buat sinetron azab dengan judul karma seorang pelakor." Ucap Nadia membuat semuanya tertawa.


Sheila kini sudah di tahan, mayat Anggun sudah di ambil keluarganya dan menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian. Sedangkan Raka sudah di perbolehkan pulang setelah ia memberikan keterangan kepada polisi.


Orang tua Raka menangis melihat nasib anaknya, dia tidak menyangka anaknya sudah jauh menyimpang. Setelah mendapat telepon dari anak pertama mereka mengenai kasus yang di alami anak dan menantunya, kedua orang tua Raka langsung berangkat agar bisa bertemu dengan Raka.

__ADS_1


Melihat mamanya menangis membuat Raka menyesal dan bersimpuh di kaki sang mama.


"Maafkan Raka ma, aku sudah melupakan nasihat mama." Ucap Raka menangis


__ADS_2